4 Manfaat Travelling Sejak Dini Bagi Anak

Bagi para traveller, khususnya pendaki gunung, pasti sudah tak asing dengan Nyoman Sakyarsih, seorang dokter hewan yang hobbi naik gunung. Beberapa waktu lalu sempat menghebohkan media sosial karena beliau seringkali membawa anaknya yang masih balita mendaki gunung. Max, anak Mbak Nyomie, sudah mendaki 15 gunung dalam usianya yang baru menginjak 3 tahun. Bahkan saat usianya belum genap 2 tahun, Max sudah berhasil di Puncak Rinjani. Wow! Bahkan di usia yang hampir menginjak kepala 3 saja belum pernah mendaki gunung. Hehe

Dari pengalaman Mbak Nyomie dan beberapa traveller yang sering mengajak anaknya travelling serta dari beberapa artikel yang saya baca, ternyata mengajak anak travelling sejak dini itu banyak manfaatnya, lho! Saya rangkum dalam beberapa poin berikut ini sebagai pengingat bahwa suatu saat jika sudah memungkinkan, saya akan mengajak anak saya untuk travelling. Tidak harus jauh-jauh, kok! Bahkan sekedar jalan-jalan di lingkungan sekitar saja sudah akan banyak memberikan manfaat.

  1. Memperluas Wawasan dan Ilmu

Mengajak anak melakukan perjalanan wisata ke berbagai tempat akan memberikan wawasan yang lebih luas bagi anak baik itu tentang kebudayaan, kekayaan alam, karakter penduduk, maupun pengalaman baru. Bagi anak yang sedang dalam tahap perkembangan rasa ingin tahu yang tinggi, hal ini tentu memberikan efek positif. Mereka akan belajar lebih kritis dalam mengenal hal baru, belajar menganalisa keadaan sekitar, dan tentu meningkatkan kemampuan berfikir. Sehingga anak akan lebih cerdas.

Sumber: Pinterest
  1. Membangun Mental & Karakter

Sudut pandang dalam melihat suatu persoalan perlahan juga akan berubah seiring dengan pengalamannya bertemu dengan banyak orang maupun tantangan yang mereka hadapi saat travelling. Mental dan karakter anak perlahan akan terbentuk dengan terlatihnya anak beradaptasi dengan kondisi yang berbeda setiap kali mereka temui. Zona nyaman yang seringkali membelenggu anak untuk berkembang bisa mereka kikis seiring perjalanan sehingga mereka siap menghadapi tantangan di kemudian hari.

  1. Meningkatkan Kesehatan Jasmani & Rohani

Berdasarkan penelitian Profesor Jaak Pankepp dari Washington State University, seorang Ahli Syaraf Dunia, liburan bersama keluarga ke suatu tempat dipercaya dapat memicu well-being neurochemicals termasuk opioids, oxytocin dan dopamine. Hormon yang memberikan rasa menenangkan dan merasa dicintai, menumbuhkan kasih sayang, dan menurunkan tingkat stress. Hal ini tentu baik bagi kesehatan jasmani dan rohani anak.

Penelitian ini didukung pula oleh penelitian lain pada otak yang mengatakan bahwa setelah 20 menit anak berada di alam, terdapat peningkatan perhatian dan konsentrasi.

  1. Membangun Rasa Syukur dan Kebahagiaan

Setiap masa dilalui tanpa bisa terulang, begitu juga dengan masa kanak-kanak. Memberikan pengalaman yang baik sejak dini akan memberikan kenangan manis pada anak sehingga anak akan selalu merasa bahagia, beruntung, dan memiliki masa kanak-kanak yang sempurna. Kenangan yang mengajarkan anak untuk senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki.

Dari pemaparan manfaat travelling bagi anak sejak dini di atas, sudah pasti diketahui jawaban atas pertanyaan Mbak Winda dan Mbak Dwi pada Arisan Blog Gandjel Rel kali ini bukan? Orang yang paling ingin saya ajak travelling adalah anak. Semoga suatu saat bisa tercapai melakukan perjalanan wisata baik dalam maupun luar negeri. Diberikan kemudahan rejeki, kesehatan, dan waktu perjalanan yang barokah. Suatu pengalaman yang belum saya dapatkan saat saya masih anak-anak. Semoga bisa kamu rasakan kelak ya, Nak. Aamiin…

Views: (169)