6 Cara Mengatasi Gejala dan Sebab Perceraian

Setiap orang pasti memimpikan pernikahan yang harmonis hingga akhir hayat. Bahkan berlangsung kembali di surga yang hakiki. Namun, terkadang, rintangan dan ujian diberikan Tuhan untuk menguji seberapa besar cinta kedua pasangan Bumbu-bumbu cinta orang bilang sehingga keduanya menjadi makin mesra. Tapi, tak jarang pula yang berakhir pada perceraian.

Ibarat kapal yang sedang berlayar di tengah samudra yang terkadang harus menerjang badai meskipun cuaca cerah, kemampuan serta kerja sama nahkoda dan awak kapal sangat dibutuhkan. Begitu pula dalam sebuah rumah tangga. Ketika menghadapi masalah, maka kerja sama kedua belah pihak memegang peranan penting.

Sebenarnya, tanda-tanda atau gejala pernikahan di ambang perceraian sudah bisa dirasakan. Hanya terkadang, pasangan masa bodoh dan menyerahkan semua kepada waktu. Padahal, ibarat orang dengan gejala sakit magh akan lebih baik berobat sebelum akhirnya menjalar menjadi tipus bukan? Akan lebih mudah sembuh dan murah.

1. Tidak lagi berperan sebagai pasangan

Menurut Elayne Savage, PhD dalam bukunya “Breathing Room: Creating Space to be a Couple” pasangan yang sudah tidak menjalankan perannya sebagai suami istri. Entah salah satu atau duanya lebih suka menyibukkan diri untuk bekerja, bergaul dengan teman, atau kegiatan lain yang tidak melibatkan pasangan.

2. Salah satu menolak untuk memperbaiki pernikahan yang retak

Pernikahan melibatkan dua hati, jika salah satu sudah tidak terpaut, maka sudah tidak akan ada lagi keharmonisan keluarga.

3. Tidak saling menghargai

Jika salah satu sudah menjadi superior dan yang lainnya inferior, maka pernikahan tidak lagi sehat. Pernikahan yang sehat adalah pernikahan yang saling meghargai satu sama lain.

4. Tidak dapat bekerja sama

Keluarga adalah sebuah tim. Layaknya sebuah tim, maka kerja sama pembagian tugas harus di manage dengan baik. Jika kedua belah pihak sudah saling menjauh dan nyaman bekerja masing-masing, maka pernikahan sudah tidak sehat.

5. Pasangan masih berteman dengan mantan selingkuhannya

Pasangan yang ketahuan selingkuh, maka harus benar-benar memutuskan komunikasi. Selain demi mengembalikan kepercayaan pasangan, juga agar hati menjadi pulih mencintai pasangan.

6. Berhenti berkomunikasi

Jika pasangan lebih suka membicarakan masalah dengan orang lain, maka merupakan salah satu pertanda buruk. Maka keterbukaan kedua pihak sangat penting.

7. Hilangnya rasa ketertarikan untuk berhubungan intim

Hilangnya ketertarikan secara fisik, maka peluang pasangan untuk selingkuh atau tertarik dengan orang lain.

8. Mulai perhitungan

Jika pasangan mulai perhitungan terhadap uang, barang pribadi, tugas, dan lain-lain. Maka, bisa jadi pernikahan sedang ada masalah.

cerai, sebab, tanda, gejala, cara, mengatasi

Dari segala tanda-tanda di atas, biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut:

  1. Perselingkuhan
  2. Kurang komunikasi sehari-hari maupun tidak mau membicarakan masalah yang ada
  3. Masalah ekonomi
  4. Tidak mau mengalah dan bersikap keras kepala
  5. Orang tua yang mencampuri urusan rumah tangga anaknya
  6. Perbedaan prinsip dan keyakinan
  7. Kehidupan pernikahan sudah tidak romantis
  8. Tidak mau bekerja sama untuk urusan rumah tangga
  9. Tujuan pernikahan yang berbeda
  10. Masalah seks

Utuhnya suatu pernikahan merupakan upaya kedua belah pihak. Jika sudah terlihat gejala tidak sehat suatu pernikahan, maka sebaiknya langsung diatasi dengan langkah-langkah berikut:

1. Bicarakan masalah yang ada pada pasangan

Sekalipun masalah kecil, sebaiknya langsung dibicarakan kepada pasangan. Keterbukaan antar pasangan sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan kedekatan emosional.

2. Tawarkan solusi

Ketika ada masalah, bicarakan solusi yang memungkinkan sesegera mungkin agar tidak berkepanjangan.

3. Tetap berpikir positif

Usahakan selalu berpikir positif dan tetap keep calm. Saat hati tenang dan pikiran positif, maka pertengkaran dapat dihindari sehingga pernikahan tetap harmonis.

4. Selesaikan masalah yang ada

Jangan gengsi untuk meminta maaf! Saling menuduh dan menyalahkan hanya akan memperkeruh suasana.

5. Introspeksi diri

Selalu koreksi diri sendiri, kenali, dan pahami tabiat kita. Jika memang ada kebiasaan kurang baik, maka perbaikilah.

6. Luruskan kesalahpahaman

Salah paham dan prasangka menjadi salah satu faktor hubungan tidak harmonis. Tanyakan dan sampaikan secara baik-baik setiap masalah agar tidak timbul kesalahpahaman.

Makarame selalu berharap pernikahan sobat semua selalu dalam kondisi yang baik hingga akhirat nanti. Keep calm dan hindari intonasi yang tinggi saat berkomunikasi dengan pasangan.

Punya balita? Yuk, seimbangkan kebutuhan gizinya di sini!

error: Content is protected !!