Cara Membuat Konten Artikel & Gambar SEO Friendly

Bagi sebagian besar penulis dumay alias dunia maya mengharapkan artikelnya masuk ke halaman pertama google. Kalau bisa diurutan teratas saat netizen mengetik kata kunci. Tujuannya apa? Agar artikelnya ramai pengunjung, banyak komentar, di-share di berbagai sosial media, dan bagi sebagian orang pula, hal ini bisa mendatangkan keuntungan bagi websitenya. Misalnya, mendapat tawaran job review, dikontrak brand tertentu untuk memasang banner, atau bisa juga artikel kita dibukukan oleh penerbit, dan masih banyak keuntungan lainnya. Oleh karena itu, mereka yang mendambakan page one di google sangat gencar mempelajari SEO yaitu Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari. Apakah wajib belajar SEO agar artikel kita muncul di halaman pertama google? It`s a must! Nah, ini beberapa cara membuat konten artikel & gambar yang SEO friendly dari hasil diskusi di grup whatsapp Warung Blogger. Silakan disimak ya, ini hasil sharing dari para mastah! Hehe

Judul Sesuai Kata Kunci

Apa itu kata kunci? Kata kunci itu kata yang akan diketikkan oleh target kita. Misalnya, saya ingin membuat artikel tentang pulpen bunga handmade, maka judul artikel saya harus mengandung kata-kata tersebut. Misalnya, judulnya menjadi “Cara Membuat Pulpen Bunga Handmade dari Kain Perca Batik” atau “Pulpen Bunga Mawar Handmade” bisa juga “Kreasi Handmade Pulpen Bunga dari Flanel.”

Artikel Bermanfaat

Sebelum membuat artikel, cobalah membuat kerangkanya terlebih dahulu agar artikel kita enak dibaca dan isinya tersampaikan. Tujuannya supaya netizen betah berlama-lama membaca artikel kita. Hal ini sangat penting untuk SEO lho! Konon katanya google lebih suka dengan website yang bisa menahan pembacanya untuk berlama-lama di blog/web kita. Bukan hanya sepintas lalu karena artikel kita tidak berisi alias hanya pepesan kosong. Misalnya saya akan membuat artikel tentang “Cara Membuat Pulpen Bunga Mawar dari Kain Flanel dan Perca Batik,” kita bisa membuat kerangka seperti ini:

Paragraf pertama: Isinya bisa tentang bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat pulpen bunga mawar dari kain flanel dan perca batik.

Paragraf Kedua: Di sini kita bisa sertakan persiapan dan cara membuat pola bagian-bagian bunga mawar dari kain flanel dan batik.

Paragraf Ketiga: Langkah-langkah membuat pulpen bunga mawar dari kain flanel dan perca batik.

Paragraf Keempat: Hasil akhir pembuatan pulpen bunga mawar dari kain flanel dan perca batik.

mawar, pink, flanel, pulpen, bunga, dalam, pot, felt, flower, rose, Decorative, Eco, Friendly, Ballpoint, Pen, makarame mawar, pink, flanel, pulpen, bunga, dalam, pot, felt, flower, rose, Decorative, Eco, Friendly, Ballpoint, Pen, makarame mawar, pink, flanel, pulpen, bunga, dalam, pot, felt, flower, rose, Decorative, Eco, Friendly, Ballpoint, Pen, makarame

Oya, di dalam penulisan artikel ini, agar menjadi SEO friendly, maka lakukan pengulangan kata kunci sebanyak mungkin tapi tetap enak dibaca. Di sinilah fungsi kerangka tulisan, agar tulisan kita tidak asal SEO friendy, tapi juga berkesan. Sehingga, pembaca tak sungkan-sungkan membagikan tulisan kita di sosial medianya. Hehe

Selanjutnya, ada saran juga, sebaiknya artikel kita minimal terdiri dari 400 kata, bahkan ada yang bilang 500 kata, 1000 kata, hingga 1200 kata. Itu minimal lho ya! Tapi, meskipun begitu, jangan sampai kita hanya mengejar jumlah kata yang banyak tapi ternyata paragrafnya tidak nyambung. Wah, malah jadi males bacanya. Hehe

Tak terasa, artikel ini ternyata mencapai 1.020 kata. Semoga tetap enak dibaca ya, Ecoist! Hihihi…

Judul Gambar dan Alt Text

Ilmu baru nih buat saya karena seringkali saya terlupa kalau judul gambar yang akan kita submit itu juga memegang peranan penting agar artikel dan gambar menjadi SEO friendly. Pasalnya, saya cuma memperhatikan alt text-nya saja. Jadi, pastikan judul artikel kita sesuai dengan kata kunci. Jangan IMG_123.jpg misalnya, tapi ganti dengan pola_mahkota_bunga_mawar_kain_flanel.jpg atau seringkali saya samakan judul semua gambar dengan judul artikel menjadi cara_membuat_pulpen_bunga_mawar_dari_kain_flanel_dan_perca_batik.jpg. Hehe

judul, gambar, artikel, seo, friendly

Oya, ada dua pendapat pada penulisan judul gambar. Ada yang menyarankan pakai tanda “-“ (strip: pola-mahkota-bunga-mawar.jpg) dan “_” (underscore: pola_mahkota_bunga_mawar.jpg). Kalau saya, karena baru tahu semalam, jadi yang sebelum sebelumnya tidak pakai kedua tanda baca.

Kedua, jangan lupakan alt text! Kalau saya, biasanya dari judul itu, saya copy ke alt text. Bedanya, saya menuliskan pakai tanda koma (,) sebagai pemisahnya menjadi pola, mahkota, bunga, mawar dan bisa juga ditambahkan keyword atau kata kunci yang lainnya.

alt, text, judul gambar artikel seo friendly

Template SEO Friendly

Hal yang tidak kalah penting adalah template yang SEO friendly. Kalau ini sih, sudah masuk ke pekerjaan para mastah ya. Saya kurang ngerti bagian ini. Hehe… kalau setau saya kemarin sih, saat membuat web, web developer saya memilihkan template yang ringan dan SEO friendly, kemudian menanamkan beberapa kata kunci di template, juga menginstall plugin untuk mendukung SEO, dan sebagainya.

Tanam Backlink Sebanyak-banyaknya

Setelah artikel kita siap di-upload, maka pekerjaan selanjutnya adalah menyebar link artikel kita ke sebanyak-banyaknya tempat. Eits, tapi jangan spamming ya! Yang ada malah nanti di block sama google karena dikira pengganggu. Hehe… Sebarlah link dengan dengan cara yang elegant. Caranya? Seperti ini nih!

Membuat Blog Dummy

Buat blog yang isinya prolog untuk menuju blog utama kita. Pernah baca vivalog kan? Nah, semacam itulah! Kita bisa membuat blog dummy sendiri atau juga bisa nebeng di beberapa web seperti blogdetik, kompasiana, vivalog, lintas.me, bahkan bisa juga lho lewat note facebook. Tujuannya, agar artikel kita tersebar di berbagai lini massa plus link menuju artikel kita tentunya.

Rajin Blogwalking

Blogwalking buat saya bukan hanya untuk menyebarkan link tetapi juga ajang silaturahim dan brainstorming. BW itu bisa menambah ilmu dan juga pertemanan lho. Jadi, bukan semata-mata menyebar link. Oleh karena itu, berkomentar pun ada etikanya. Yaitu, tinggalkan komentar setelah kita membaca artikelnya secara utuh. Jadi, komennya nyambung. Bukan sekedar komen “Artikelnya bagus kak. Mampir ya ke blogku http://www.okelahkalobegitu.wordpress.co.id” Menurut saya itu kurang sopan sih. Dan, malah justru jarang dikunjungi balik. Jadi, tanam link kalian cukup di kolom yang disediakan. Pilih saja ID yang mengandung name/url misalnya.

Decorative, Eco, Friendly, Ballpoint, Pen, makarame, felt, rose, pulpen, lucu, bunga Decorative, Eco, Friendly, Ballpoint, Pen, makarame, felt, rose, pulpen, lucu, bunga Decorative, Eco, Friendly, Ballpoint, Pen, makarame, felt, rose, pulpen, lucu, bunga

Menanam link di Deskripsi Youtube

Punya video di youtube? Kalau tidak punya coba buat dulu deh! Ya, video sederhana yang mendukung artikel juga boleh. Misalnya, saat kita menulis tentang tutorial membuat pulpen bunga mawar dari kain flanel dan perca batik, langkah-langkahnya kita buat video. Jadi, kita bisa menitipkan link artikel kita di deskripsi video di youtube. Konon katanya ini memberikan nilai SEO yang signifikan. Mau coba?

Share ke Semua Sosial Media yang Kita Punya

Ini nih bagian yang hampir tak terlupakan. Yaitu, share link ke semua sosial media yang kita punya. Biasanya sih, saya ke grup blogger di facebook, twitter sambil mention grup blogger, dan pastikan kita tidak melupakan G+ alias google plus!

Alhamdulilah, akhirnya selesai juga menulis artikel tentang SEO ini. Bagaimana sobat ecoist? Semoga bermanfaat ya! Kalau ada salah-salah mohon diberikan koreksi di kolom komentar. Misal ada yang memiliki tips jitu lainnya, boleh juga lho dishare di kolom komentar. Kita belajar bersama agar menjadi manfaat ilmunya.

Salam Hangat

Anita makarame.com