Fakta Mengejutkan di Balik Daur Ulang Kertas

Apa kabar Ecoist? Semoga masih tetap cinta lingkungan dan senantiasa dalam keadaan sehat, cerah, ceria ya! Setelah pro dan kontra plastik berbayar yang ditetapkan oleh pemerintah yang sudah makarame bahas di sini, kini makarame ingin membahas tentang pro dan kontra kegiatan bank sampah dan daur ulang yang dilalui oleh para kreatif dan pecinta lingkungan.

Beberapa waktu lalu, makarame membaca sebuah artikel dimana penulis artikel kontra dengan menjamurnya kegiatan bank sampah dan daur ulang sampah menjadi kerajinan. Penulis mengatakan kalau kegiatan bank sampah hanyalah trend dan kelatahan beberapa orang yang mengikutinya. Pun dengan kegiatan kerajinan handmade dari sampah. Tak ada pasar yang jelas dan harga yang kurang setimpal dengan kerja kerasnya, membuat penulis beranggap bahwa kegiatan bank sampah dan daur ulang tak lain dan tak bukan hanya menguntungkan produsen sampah semata. Ya, para produsen merasa aman-aman saja menggunakan plastik sebagai pengemas produknya karena merasa ada bank sampah dan para eco-crafter serta eco-preneur yang membersihkannya.

Lebih jauh dari itu, penulis tersebut mengatakan beberapa solusi bagi para produsen untuk mengganti kemasannya yang semula plastik menjadi kertas dan botol kaca. Padahal, menurut makarame, secara ekonomis dan ekologis pun itu bukan ide yang bagus. Mengapa? Karena ada beberapa fakta yang cukup mengejutkan untuk menghasilkan kertas. Yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk menghasilkan 1 ton kertas = 400 rim = 200.000 lembar, dibutuhkan 3 ton kayu, 32.400 liter air, dan 98 ton bahan baku lainnya.
  2. Dari produksi 1 ton kertas, dihasilkan gas karbon dioksida (CO2) sebanyak ±2,6 ton atau sama dengan emisi gas buang yang dihasilkan oleh mobil selama 6 bulan. Serta, dihasilkan ±200 liter limbah cair dan 1 ton limbah padat.

Lantas, apakah masih efektif penggunaan kertas sebagai packaging menggantikan plastik? Emm, sepertinya kita pun harus bijak memutuskan. Karena berdasarkan The Recycler`s Handbook (1990) 30-40% kertas yang dibuang adalah kertas packaging atau kemasan yang kabar buruknya, pada saat kertas membusuk di pencernaan bumi dan menjadi kompos, maka akan menghasilkan gas metana 25X lebih berbahaya dari CO2 (International Institute for Environment and Development, 1971).

Oleh karena itu, meskipun kertas membutuhkan waktu daur ulang yang lebih cepat dibandingkan plastik, tetapi mendaur ulang, menggunakan kembali, dan memperpanjang usia penggunaan kertas akan terasa lebih bijak. Mendaur ulang 1 ton kertas, dapat menyelamatkan ±17 batang pohon, menghemat 682.5 galon bahan bakar, 7.000 galon air, dan 4.000 kwh listrik.

Sedangkan penggunaan botol kaca sebagai pengganti kemasan plastik akan membuat ongkos produksi melambung dan harga jual semakin tinggi. Produksi kaca sendiri pun juga membutuhkan energi dan sumber daya yang tidak sedikit. Meskipun memang akan dapat lebih sering digunakan kembali.

Saran terbaik dari penulis artikel tersebut adalah himbauan untuk para konsumen yang sebaiknya membawa kantong sendiri saat berbelanja sehingga dapat mengurangi konsumsi plastik. Good point! Saat ini pun didukung oleh pemerintah dengan peraturan kantong plastik berbayar. Kalau saya, teramat sayang ya, kalau harus membeli Rp 200 untuk satu kantong plastik. Kalau 10X belanja saja sudah Rp 2.000. Sudah bisa untuk beli gorengan. Hehe

Selain membawa kantong plastik sendiri, makarame pun selalu membawa tumbler atau tempat minum saat melakukan perjalanan. Dulu, saat kuliah sih, alasannya agar irit. Iya, beli air galon harganya lebih murah daripada air kemasan kecil. Jadi, sebelum berangkat, tumbler diisi penuh. Pun, saat di warteg, diisi ulang dengan air putih yang disediakan gratis. Plus, bonus menjaga lingkungan! Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui bukan?

Sekarang pun, makarame berbisnis di bidang upcycled products. Salah satunya yaitu, memperpanjang penggunaan kertas koran dan majalah menjadi sandal dan kotak tempat tissue cantik ini. Yuk! Dukung terus makarame untuk berkarya dengan ikut mengampanyekan produk makarame dan atau berbelanja produk makarame. Hehe

kotak, tissue, furing, kerajinan, koran, box, tissue, makarame, newspaper, art

kotak, tissue, canvas, kerajinan, koran, makarame, newspaper, art kotak, tempat, tissue, tisu, kerajinan, koran, makarame, newspaper, art
kotak, tempat, tissue, tisu, kerajinan, koran, lucu, newspaper, art, makarame kotak, tempat, tissue, tisu, kerajinan, koran, newspaper, art, makarame, unik, lucu kotak, tempat, tissue, tisu, kerajinan, koran, newspaper, art, makarame
sandal, koran, slop, enceng, gondok, newspaper, art, makarame, jepit, kamar, hotel, rumah newspaper, summer, sandals, koran, cewek, makarame newspaper, sandals, art, kerajinan, sandal, koran, cewek, makarame

 

sandal, koran, slop, enceng, gondok, newspaper, art, makarame, jepit, kamar, hotel, rumah sandal, slop, kerajinan, koran, newspaper, art, makarame, summer, flats, sandals, jepit, kamar, rumah, hotel sandal, koran, slop, enceng, gondok, newspaper, art, makarame