Festival Ruwatan Sampah ala Seniman Yogyakarta

Menurut makarame, selain dikenal sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya, Yogyakarta juga cocok menyandang Kota Kreatif! Yup! Begitu banyak seniman tinggal di Yogyakarta. Bahkan sudah ter-cluster. Misalnya, kita tinggal pergi ke Kasongan untuk melihat kerajinan Gerabah atau Ke Kotagede untuk melihat kerajinan perak. Nah, awal Juni kemarin, makarame main nih ke Kotagede, lihat-lihat kerajinan perak di sana. Pulangnya mampir ke Malioboro. Sepertinya, Malioboro memang destinasi wisata yang nggak boleh dilewatkan kalau lagi ke Jogja ya, guys!

Festival Ruwahan Apeman Malioboro #VI, Ruwatan Sampah Cokro Manggilingan

ruwahan, apeman, ruwatan, sampah, jogja, malioboro
Robot dari Sterofoam

Alhamdulilah banget nih, pas makarame ke Malioboro, lagi ada Festival Ruwahan Apeman Malioboro #VI, Ruwatan Sampah Cokro Manggilingan,  dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Festival ini diadakan Community of Malioboro (COMA) yang dimeriahkan oleh para seniman di Jogja.

Sudah menjadi budaya kalau setiap bulan Ruwah (bulan sebelum Ramadhan) selalu diadakan apeman (bagi-bagi apem – makanan khas Jawa). Sebenarnya, apeman ini sebagai salah satu simbol permohonan maaf atau upaya saling memaafkan di antara sesama manusia. Agar nanti pas di bulan Ramadhan, kita bisa menjalankan puasa dalam keadaan suci hati dan pikiran. Seperti arti dalam bahasa serapannya, Affawun (Arab), yang berarti meminta maaf atau memohon ampun.

ruwahan, apeman, ruwatan, sampah, jogja, malioboro
Burung dari Botol Plastik

Sedangkan Ruwatan Sampah sendiri ditujukan untuk meruwat (melepaskan) sampah dari kota Jogja. Ya, seperti yang kita tahu bahwa sampah sudah menjadi masalah hampir di seluruh kota di dunia, termasuk Jogja. Harapannya dengan mengadakan ruwatan sampah ini, Jogja bisa terlepas dari masalah sampah. Tentu bukan hanya tugas dinas kebersihan ya, tetapi juga masyarakat dan turis yang berkunjung ke Jogja.

Sementara Cakra Manggilingan itu sendiri bermakna siklus kehidupan manusia, perputaran masa, serta peralihan nasib manusia yang penuh teka-teki dan sulit diprediksi. Sehingga harapannya dengan diadakan ruwahan ini, nantinya manusia bisa saling memaafkan dan berempati dalam menjalani kehidupan. Bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada lingkungan, alam sekitar. Karena bumi juga merupakan ciptaan-Nya yang wajib kita jaga. Kalau bumi sudah marah, apa yang bisa manusia lakukan?

ruwahan, apeman, ruwatan, sampah, jogja, malioboro
Miniatur tangan dari kaleng bekas

Lahan Parkir

Yup! Guys! Ngomong-ngomong soal Malioboro ataupun destinasi wisata yang padat pengunjung, selain masalah sampah dan tempat sampah, masalah lain menurut makarame adalah lahan parkir. Setuju nggak? Apalagi ya, sebagai wanita yang lemah lembut, memposisikan kendaraan untuk parkir itu, butuh kesabaran dan kemampuan di atas rata-rata. Ya nggak sih? #curcoldeh. hehe

Nah, oleh sebab itu, memilih kendaraan yang seksi itu sangat penting! Salah satu yang membuat makarame jatuh cinta, ya Agya.

agya-red-car-front agya-red-car-back

Luas

Setelah melihat penampakan eksterior Agya yang aduhai, kita akan semakin jatuh cinta melihat eksteriornya yang dijamin tidak membuat kita semakin pegal-pegal di kemacetan. Bisa selonjoran sepuasnya deh…

con_gal_thumb_D469F3D8BB36282389E909723238AAE7

kursi-belakang

Irit

Ini nih! Urusan bendahara rumah tangga harus dong detail saat memilih kendaraan. Bukan hanya karena bagus kita melupakan sisi IRIT. Xixi… Agya mengusung mesin 1 KR DOHC 998 cc, dengan 3 cylinder in line 12valves. Konsumsi bensin adalah 1 liter per 21 kilometer saat diuji coba di laboratorium. Masalah hemat menghemat jadi wajib dong ya, kan bisa buat tambahan belanja. Haha

performance1

Bagasi Luas

Ngomong-ngomong soal wisata di Malioboro, siapa sih yang tidak tergiur beli cinderamata di sana? Kalau buat makarame sih, sekalian melihat peluang usaha. Siapa tahu, bisa dijual lagi kan di kios makarame? Hehe

Makanya, bagasi yang luas itu pertimbangan yang wajib bagi makarame. Percuma dong, sudah jauh jalan-jalan, eh, giliran mau naruh barang bawaan kita harus empet-empetan. Ya kan?

back

So, jalan-jalan bukan hanya menentukan destinasi kan guys? Tapi juga menentukan kendaraan yang bisa menemani masuk sana-sini, mendukung keuangan, dan pastinya tetap nyaman.