Kisah Inspiratif Tob Itthipat, Pemilik Tao Kae Noi

Film The Billionare yang berasal dari Negeri Gajah Putih ini memang sudah lama dirilis, yaitu tahun 2012. Tapi kisah inspiratifnya sepertinya tidak akan pernah usang dimakan zaman. Kisah nyata perjalanan seorang anak muda yang sukses menjadi seorang pengusaha makanan ringan yang mungkin saja kalian pernah merasakannya. Yup! Snack rumput laut Tao Kae Noi yang kini banyak diikuti produknya oleh pengusaha dalam negeri. Setidaknya terdapat 3 nilai-nilai yang bisa ambil dari film ini. Apa saja? Yuk, kita ulas satu per satu. Semoga kita kembali tercambuk oleh semangatnya dan menyusul sebagai pengusaha sukses. Amin.

Nekad

Dimulai dari kegemarannya memainkan game online, Tob menjadi kecanduan untuk menghasilkan uang sendiri. Apalagi, di tengah krisis dan kebangkrutan yang dialami oleh kedua orang tuanya, membuat dia bertekad untuk melunasi hutang dan mengembalikan rumah tinggal yang disita oleh bank. Tak ada aset yang tertinggal hingga keluarganya harus meninggalkan Thailand. Tekadnya untuk membawa pulang keluarganya kembali ke Thailand semakin melecutkan keinginannya menjadi pengusaha.

Gagal dan tertipu dalam menjalankan usaha game onlinenya, tak lantas membuat Tob berhenti berjuang. Meskipun keluarganya sudah memperingatkan dia untuk lebih baik kuliah daripada menjadi pengusaha, Tob tetap nekad untuk  menjadi pengusaha. Mulailah dia dengan menjajakan kacang goreng Thailand yang saat itu sedang hits. Bahkan di awal usahanya, Tob bisa membuka beberapa cabang. Masalah dimulai dengan dilarangnya Tob berjualan di mall karena mengotori atap mall.

Dua kali gagal dalam memulai usaha, mengantarkan Tob pada camilan rumput laut goreng yang diberikan oleh pacarnya. Tob berfikir untuk berjualan rumput laut goreng. Modal nekad tanpa tahu resep dan pengemasan, Tob terus berusaha untuk menghasilkan camilan rumput laut goreng yang enak dan diterima konsumen. Dia mendatangi dosen pangan di universitas agar bisa membuat produknya awet. Mendatangi berkali-kali 7 Eleven untuk bisa memasarkan produknya secara lebih luas. Hingga membuat kemasan dan brand yang menarik. Plus, kegigihannya mendapatkan pinjaman dari bank untuk memperbesar bisnisnya (kalau yang ini, saya sih tidak ingin. Pengennya bisa bisnis tanpa riba. Hehe).

Fokus

Kesalahan yang sering terjadi pada pengusaha muda adalah kurang fokus. Dalam arti, beberapa menyerah pada proses dan berganti dalam jenis usaha. Merasa usahanya tidak berlari sesuai keingina atau targetnya, maka mereka akan bantik setir mengikuti trend yang sedang ada. Atau, merasa ada ide baru yang lebih menarik, akan berganti haluan bisnis. Alhasil, energinya terkuras habis dalam menyiapkan bisnis atau usaha baru tetapi tidak ahli dalam bidangnya.

Berbeda dengan Tob, dia akan mencoba hal baru setelah memaksimalkan usahanya dalam mengembangkan bisnis. Awal mula dia memasukkan ke sevel, dia ditolak karena kemasan yang tidak menarik. Kali kedua, bahkan tidak ditemui oleh manager sevel. Kali ketiga, hampir saja pabrik kecilnya tidak lolos uji kelayakan HACCP. Hingga kali keempat dia hampir gagal karena telat dalam supply produk di gudang sevel.

Inilah yang saya alami, saya kurang fokus dalam menjalankan usaha. Merasa market turun, banting setir. Merasa ada ide yang lebih menarik, ganti usaha. Hingga akhirnya membawa saya kepada titik balik dimana saya harus fokus dan ahli dalam satu bidang saja untuk memulai sesuatu. Mulailah saya menekuni kembali usaha tanaman kaktus & sukulen, baik untuk grosir, souvenir, atau ecer. Semoga akan sukses dan amanah di bidang ini. Amin.

Pantang Menyerah

Jelas, pantang menyerah adalah kunci sukses setiap orang. Saat kita memutuskan berhenti untuk berjuang, di saat itulah kita gagal. Mungkin kita tidak akan seberuntung Tob yang hanya gagal 2 kali dalam membangun bisnis. Mungkin kita harus melewati jalan berliku seperti Thomas Alva Edison dengan 9.998 percobaannya dan berhasil di angka cantik 9.999. Atau seperti Kolonel Harland Sanders yang harus gigih dengan 1.000 penolakan resep ayam KFC yang saat ini bisa kita nikmati hampir di seluruh belahan dunia. Jangan menyerah!

Semoga bisa menginspirasi Mbak Untari & Mbak Ira juga ya.