Mengembangkan Merek dan Strategi Pemasaran

Menjalankan bisnis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, asalkan ada kemauan untuk terus belajar dan berjalan, bukan mustahil dunia bisnis akan berhasil dalam genggaman. Teori bisnis bisa membantu kita melakukan percepatan bisnis lho, greeners. Tentu dengan eksekusi yang disiplin ya…

Nah, Alhamdulilah, makarame dapat kesempatan mengikuti pelatihan bisnis yang diadakan oleh INOTEK, Sampoerna pada hari Selasa, 12 Mei 2015 lalu. Lumayan untuk menyentil makarame yang selama ini hibernasi. Bertemu dengan pebisnis senior lainnya dan belajar jatuh bangunnya mereka menjalankan bisnis bisa jadi motivasi tersendiri. Bahwa ada harga untuk kesuksesan itu sendiri. Yup! Tak lepas dari DUIT alias Doa, Usaha, Ihklas, dan Tawakal.

Kali ini, makarame ingin mengulas materi “Mengembangkan Merek dan Strategi Pemasaran” oleh Bapak Rizal Hari dari Inkubator Universitas Diponegoro, Semarang.

rizal, hari, inkubator, undip, semarang, inotek

Perlu kita ketahui bahwa terdapat 3 langkah utama dalam mengembangkan merek dan meluaskan pemasar, yaitu KOMUNIKASI – SERVICE – KOMUNITAS.

  • KOMUNIKASI

Hal yang harus diperhatikan di langkah pertama ini adalah bagaimana kita sebagai pebisnis memperkenalkan brand atau produk yang kita jual. Contohnya, jika kita adalah pemain bisnis online, maka buatlah jadwal promosi kita setiap harinya. Promosi yang akan kita posting di sosial media. Pelajari juga prime time target market kita.

  • SERVICE

Bagian kedua ini menjadi sangat penting untuk memberikan kesan yang baik bagi konsumen yang tujuannya untuk membuat konsumen melakukan repeat order dan atau merekomendasikan produk kita kepada orang lain. Hal yang bisa kita lakukan pada langkah ini misalnya dengan memberikan garansi produk kita. Sehingga konsumen yakin untuk membeli karena ada garansi jika produk tidak cocok bisa diperbarui.

  • KOMUNITAS

Untuk pemain bisnis lama, pasti sudah tahu tentang teori 20/80 Paretto Law. Apa artinya? Artinya adalah hanya akan ada 20% dari seluruh konsumen yang mendatangkan 80% keuntungan.

Oleh karena itu, penting artinya kita fokus kepada 20% konsumen kita dalam membuat database. Apa pentingnya database konsumen? Yaitu, untuk mendapatkan konsumen yang loyal terhadap produk kita.

Lantas bagaimana cara memilih 20% dari sekian banyak konsumen kita? Setidaknya terdapat 3 langkah mudah yang bisa ikuti, yaitu RECENCY, FREQUENCY, dan MONETERY.

  • RECENCY

Buatlah database berdasarkan waktu belanja terakhir konsumen. Misalnya, konsumen premium adalah konsumen yang paling tidak melakukan belanja selama 1 bulan terakhir.

  • FREQUENCY

Buatlah database berdasarkan seberapa sering konsumen belanja produk kita.

  • MONETERY

Siapa konsumen yang paling banyak belanja dalam jumlah hitungan rupiah? Maka mereka berhak menjadi konsumen premium Anda.

Lantas, setelah membuat database, apa langkah selanjutnya? Buatlah KOMUNITAS! Entah itu melalui grup atau bisa langsung secara personal. Misalnya, mendapatkan surprise setiap ulang tahunnya. Bisa juga dengan mengirimkan informasi ter-update secara rutin.

Bagaimana greeners? Semoga bermanfaat ya artikelnya….