Mengenal 5 Level Pengusaha. Kamu Tipe yang Mana?

Every journey, begins with a single step – Maya Angelou. Setiap orang sukses pasti mengawalinya dari bawah. Mulai membangun pondasi sedikit demi sedikit hingga kuat menopang setiap hal yang ada di atasnya. Bisa dibayangkan bukan apa yang akan terjadi jika sebuah bangunan kokoh berdiri di atas pondasi yang rapuh? Begitu juga bisnis, sebagai seorang pengusaha, kita harus memiliki pondasi yang kuat. Setelah kita belajar tentang 4 Mindset yang Harus Dimiliki Seorang Pebisnis, sekarang kita belajar tentang tahapan atau level seorang pengusaha. Setidaknya terdapat 5 Level Pengusaha. Kamu sudah di level mana?

1. Level Nol “Pengangguran”

Level ini level awal.. biasanya bisnis baru dimulai dan hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri.. belum punya karya dan hasilnya hanya cukup untuk dirinya sendiri.

2. Level 1 – Pekerja

Level ini sudah mempunyai uang yang  cukup untuk menggaji dirinya sendiri. Untuk bisa naik ke level berikutnya, Anda yang ada di level ini harus punya visi yang besar dengan bisnis Anda. Karena terkadang kesuksesan pengusaha didasarkan kepada visi yang berbeda, walaupun bisa jadi risiko dan manfaatnya sebanding dengan yang lain.

3. Level 2 – Pebisnis Kecil  (Self Employee)

Pada level ini, ciri-ciri pengusaha sejati sudah muncul. Pengusaha pada level ini mempunyai visi yang kuat, tidak mau diatur,  tidak mudah puas diri dan seorang “High Achiever”. 

Pengusaha pada level ini berani mengambil dan menanggung risiko pada dirinya sendiri. Tapiiiii….. semua hal-hal kecil masih dilakukan sendiri. Keputusan masih harus diambil sendiri. Usaha tidak berjalan bila ownernya pergi.

Atau owner pergi, maka banyak aktifitas terpending karena menunggu owner pulang. Sudah punya karya tapi karya tanpa bisa inisiatif. Karena smua masih di handle owner.

4. Level 3 – Pengusaha (Pemilik Bisnis)

Pengusaha pada level ini mempunyai jiwa penantang yang kuat, sehingga Ia ingin benar-benar menjadi pemimpin dalam sebuah sistem.

Pengusaha di level ini punya kemampuan manajemen yang sudah matang, kemampuan tersebut terasah bertahun-tahun dari pengalaman bisnis di level –level sebelumnya.

Dan sudah mulai menyiapkan sistem. Sudah mulai menyiapkan pondasi. Sistem akuntansi dan sistem persediaan menjadi hal wajib. Walaupun masih dikerjakan sndiri tapi level ini ibarat rumah. Sudah mulai menyiapkan pondasi untuk 4 lantai.

Karena bila ingin Maju dan Berkembang, maka harus siap berproses.Saatnya owner tidak lagi mengurusi urusan tetek bengek dan urusan remeh temeh. Tapi saat ini owner sudah harus bisa berfikir strategis. Pemilik usaha sudah harus mendelegasikan pekerjaan kepada stafnya.

5. Level 4 –  (Pebisnis yang Spekuatif)

Pengusaha di level ini berbeda dari pengusaha di level-level sebelumnya. Pengusaha di level ini berpikir untuk kapitalisasi bisnis yang lebih besar. 

Di level ini, ada faktor kalkulasi yang spekulatif serta intuisi yang tajam, visioner serta peka terhadap tren yang terjadi.

Pengusaha di level ini sudah mempunyai pemikiran yang matang, mengerti konsep bisnis yang sukses dan mempunyai intuisi yang teruji.

Pengusaha di level ini  berfokus menemukan bisnis yang punya peluang besar dan mengikubasinya.

Pengusaha di fase ini biasanya sudah dipercaya dalam mengelola uang dalam jumlah besar.

Ingat, level tidak berbanding lurus dengan Omzet ya. Ada sepasang suami istri. Mereka awalnya mendorong gerobak di kompleks kami. Sekarang tukang sayur itu tdk lag mendorong gerobaknya. Karena mereka sudah MAMPU membeli 2 buah rumah dan  mobil innova.

Apakah mereka naik level??

Tidak.

Karena mereka sampai sekarang masih harus bangun jam 2 pagi belanja ke pasar induk dan sepulang dari sana masih berjualan lagi melayani sendiri sampai jam 1 siang. Lalu mereka tidur siang dan buka lagi jam 4 sore. Begitu terus setiap hari.

Credit to: Nur Ashifa

error: Content is protected !!