Mengenal Hama dan Penyakit Kaktus

Apakah sobat salah satu penggemar tanaman kaktus? Pastinya sering sebal dan kesal ya, karena tanamannya sering mati? Itulah yang sering dikeluhkan oleh pelanggan saya. Kaktusnya cepat mati! Walaupun tak jarang pula yang memberikan kabar gembira bahwa kaktusnya masih bertahan dan bahkan tumbuh dan berkembang! Tentu, jawabannya pada ketelatenan merawatnya. Meski terkenal dengan kemudahan perawatannya, tapi kaktus sendiri juga tidak lantas terbebas dari hama dan penyakit. Nah, inilah yang harus diwaspadai.

Setidaknya terdapat 7 hama yang harus diwaspadai dan 5 jenis penyakit yang biasa menyerang kaktus. Dengan mengenali hama & penyakit yang menjangkiti kaktus, kita bisa melakuka tindakan preventif maupun kuratif. Sehingga tanaman kaktus kita bisa bertahan lebih lama.

Kelompok Hama

Ada tujuh jenis hama yang perlu diwaspadai, yaitu:
1. Tungau (Tetranychus sp)

Jika terserang, seluruh permukaan tanaman berubah menjadi cokelat karena jaringan klorofilnya mati. Tungau dapat dikendalikan secara mekanik maupun kimiawi. Secara mekanik, gosok batang kaktus memakai cotton bud atau sikat gigi yang dicelup larutan sabun. Larutan sabun ini tediri atas 1 sendok makan detergen/sabun colek yang dilarutkan dengan 5 liter air.

Secara kimiawi, tungau dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida Omite 570 EC (Bahan Aktif Propargit 570 g/l, dosis 1-2 gram/liter air). Jika serangan terlalu parah, bagian kaktus yang terinfeksi dapat dihilangkan untuk mengurangi tingkat serangan.

2. Kutu Putih (Mealy bug)

Kaktus yang terserang akan terlihat kotor, karena tertutup benda seperti kapas kehitaman. Jika belum parah, sikatlah bagian yang terserang dengan sikat gigi/kuas. Kalau sudah parah, semprotkan insektisida Basudin 60 EC (Bahan Aktif Diazinon 600 g/l dengan dosis 2 ml/liter air) dengan interval waktu aplikasi setiap 10 hari sekali, sampai serangan kutu putih menghilang.

3. Kutu Batok (Aspidiotus sp)

Hama ini menghisap cairan dalam tanaman, sehingga kaktus berubah jadi kekuningan (seperti daun layu) dan akhirnya mati. Dalam keadaan parah, sebaiknya buang saja kaktus yang terserang agar tak menular ke kaktus lain. Jika belum parah rendamlah kaktus dalam larutan sabun (resep sama seperti memberantas tungau) selama 15 menit.

4. Kutu Sisik (Pseudococcus sp.)

Permukaan batang kaktus terlihat kotor/kusam, dan pertumbuhannya makin merana. Hama ini sering mengundang kehadiran semut. Secara mekanik, kutu sisik dapat dikendalikan dengan membersihkan permukaan kulit batang menggunakan sikat halus/kuas. Bisa juga secara kimiawi dengan menyemprotkan Insektisida Decis 25 EC (Bahan Aktif Deltamethrin 25 g/l, dengan dosis tertera pada kemasan).

5. Kutu Wol (Datylopius tomentus)

Bagian kaktus yang terinfeksi menjadi lemah karena cairan tanaman diserap oleh kutu wol, ruas – ruas batang menjadi layu dan berguguran. Pengendalian yang dapat dilakukan dengan cara membersihkan kaktus memakai sikat atau kuas. Secara kimia dengan menyemprotkan Decis 25 EC (Bahan Aktif Deltamethrin 25 g/l, dengan dosis disesuaikan dengan aturan pakai dalam wadah kemasan).

6. Cacing

Bagian yang diserang adalah akar tanaman, sehingga akar menjadi rusak, tak berfungsi dan akhirnya tanaman mati. Untuk menghindarinya, sebelum menanam akar disterilkan dulu dengan alkohol 70%. Bisa juga mencampurkan Furadan 3GR (Bahan aktif Karbofuran 3 %) dalam media tanam.

7. Bekicot atau Keong Beracun (Achatina fulica F.)

Gejala pada tunas – tunas kaktus rusak dan tidak beraturan, kadang – kadang kaktus dapat menjadi busuk. Bekicot dikendalikan dengan cara melakukan sanitasi lingkungan atau menjaga lingkungan tetap bersih, atau memusnahkan bekicot dengan menangkap dan membunuhnya.

8. Semut

Semut menyerang akar dan tunas muda, sehingga bagian itu rusak. Sebaiknya singkirkan semut dengan menjemur kaktus di bawah terik matahari. Lakukan pembersihan terhadap lingkungan sekitar pertanaman.

9. Kecoa Tanah (Pynoscelus surinamensis)

Gejala terjadi kerusakan di bagian akar kaktus, biasanya kecoa merupakan hewan ikutan dari pupuk kandang. Pengendalian dilakukan dengan melakukan sterilisasi media tanam.

10. Tikus Rumah (Rattus – rattus diardi)

Gejala pada kaktus, buah yang telah masak akan hilang. Hewan ini melahap buah kaktus yang masak atau menggerogoti batangnya (pada golongan yang tidak berduri seperti Gymnocalycium). Untuk mengendalikannya, pasang perangkap tikus di sekitar kaktus dan bersihkan sampah di lokasi tanaman.
Kelompok Penyakit

Setidaknya ada lima penyakit yang kerap menyerang tanaman kaktus, yaitu :

1. Busuk Pangkal Batang (Sclerotium rolfsii Sacc.)

Penyakit busuk pangkal batang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Batang yang terinfeksi akan busuk dan berwarna cokelat tua. Selanjutnya muncul bulu – bulu putih yang merupakan miselium jamur. Biasanya, tanaman yang sudah parah sulit diatasi, sehingga lebih baik disingkirkan saja. Jika kondisi tanaman masih dapat diselamatkan, dapat dilakukan aplikasi fungisida dengan merek dagang Benlate T20 KIP (Bahan Aktif Benomyl 50%, dosis 1-2 gram/liter air). Pengendalian pre-emtif yang dapat dilakukan pemilihan bibit yang steril dengan kondisi prima dan sehat. Saat dilakukan penyiraman, diusahakan supaya air penyiraman jatuh langsung ke media tanam, bukan menimpa langsung ke tanaman.

2. Busuk Bakteri (Pesudomonas sp)

Busuk bakteri disebabkan infeksi bakteri Pseudomonas sp, kaktus yang terserang menjadi layu, kusam dan sering mengandung lendir putih yang kotor. Kaktus lalu membusuk pelan – pelan, kemudian mati. Untuk mencegah penyakit ini, dilakukan sterilisasi media tanam sebelum digunakan. Jika sudah terserang, tanaman disingkirkan agar tidak menulari kaktus lain yang masih sehat.

3. Penyakit Tepung (Oidium erysiphoides Fr.)

Penyakit tepung disebabkan oleh jamur Oidium erysiphoides Fr., permukaan batang kaktus yang terserang akan ditutupi lapisan putih abu – abu. Jika disentuh, lapisan ini akan terasa saperti memegang tepung. Dalam keadaan serangan tingkat lanjut (tanaman terserang parah), pada batang akan muncul bercak – bercak cokelat. Untuk mengatasinya, taburkan tepung belerang pada permukaan batang kaktus yang terserang.

4. Layu Fusarium (Fusarium oxysporium Schl.)

Batang yang terserang layu fusarium menjadi layu dan suram. Dalam kondisi parah, batang membusuk dan berwarna kecokelatan. Jika batangnya diiris, di bagian bawah kulit batang akan terlihat bentuk seperti cincin berwarna cokelat. Sebaiknya jauhkan tanaman yang terserang dari tanaman yang masih sehat agar tidak terjadi penularan. Setelah itu dapat diaplikasikan Benlate T20 KIP (Bahan Aktif Benomyl 50%, dosis 1-2 gram/liter air).

5. Kapang Jelaga (Capnodium sp)

Kapang jelaga menyerang batang kaktus, sehingga batang akan tertutup lapisan hitam. Jika batang tersentuh juga akan terasa memegang tepung dan pada tingkat serangan lanjut, batang akan ditumbuhi jamur berwarna cokelat. Pengendalian yang dapat dilakukan dengan menaburkan tepung belerang ke permukaan batang tanaman yang sakit.