Mengenal Lebih Dekat Bank Sampah Cokrowono

Yup! Untuk kedua kalinya saya menulis tentang Bank Sampah Cokrowono. Bukan masalah mau eksis sih, tapi lebih karena postingan saya hilang setelah maintenance. Owh, wow! Okelah… ayo menulis lagi dengan penuh semangat!!! \(^o^)/

Sobat MakaraMe pasti sudah sering dong ya, mendengar tentang bank sampah. Atau bisa jadi justru sobat merupakan salah satu pelaku dari Bank Sampah ini? Kalau iya, mau dong dibagi ilmunya. Saya dan teman-teman di Cokrowono masih sangat awam nih tentang Bank Sampah.

COKRO

Saya ingin bercerita sedikit tentang akar nama dari Cokrowono nih, Sobat. Nama Cokro diambil dari nama senjata salah satu tokoh pewayangan, yaitu Krisna. Sedangkan Wono, diambil dari singkatan nama desa kami Sumowono. Fyi, Wono sendiri berarti hutan/alas. Nah, itu kenapa kami memilih logo pohon itu sobat. Hehe…

Harapan dari pemberi nama ini, Bapak Gimin, adalah semoga pemuda pemudi yang tergabung dalam bank sampah Cokrowono, bisa menjadi senjatanya Sumowono untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya. Seperti dikutip dari kata-kata Bung Karno,  “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya …Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Hal ini berarti bahwa memang masa depan suatu daerah/bangsa tergantung pada kualitas pemudanya.

Anyway, ngomong-ngomong masalah bank sampah. Kami baru berjalan selama 1 bulan nih, Sobat. Sebelumnya memang sudah ada bank sampah yang saya kelola bareng dengan Mas Trio, dulu ketua Ikatan Muda Mudi Dusun Nyampuran (IMMDN) dan berada di bawah naungan Posdaya. Tapi karena satu dan lain hal, maka untuk menjaga profesionalitas dan peningkatan kinerja, maka kami membentuk Bank Sampah Cokrowono ini. Harapannya bisa long lasting ya, tidak hanya hangat-hangat tahi ayam. hehe…

bank, sampah, cokrowono, sumowono

Tuh, lihat, anak-anak saja sudah antusias lho dengan bank sampah ini. Bahkan salah satu cerita dari Mbak Anik, salah seorang Ibu dari anak-anak ini, mereka dibekali plastik saat berangkat sekolah. Jadi, sampah apapun yang mereka hasilkan (anorganik – red) dibawa pulang dan ditabungkan 2 minggu sekali. Luar biasa.

Ada juga cerita dari Mas Amri, yang membawa pulang bungkus air mineral di kantornya. Salut dan appreciate buat mereka semua. Terharu lho, mendengar cerita-cerita mereka. Betapa tidak, kami yang baru seumur jagung begitu diperhatikan keberadaannya. Melalui hal kecil dengan menjadi nasabah bank sampah Cokrowono. Makasih….

Melalui tulisan ini juga, saya mau berterima kasih nih, dengan seluruh tim Cokrowono. Bahkan kemarin harus sampai hujan-hujan menyelamatkan sampah. Terima kasih semuanya….

bank, sampah, cokrowono, sumowono

Terima kasih juga untuk bank sampah Ngudi Resik (Limbangan – Kabupaten Kendal) dan pelaku usaha sampah anorganik Tarukan yang sudah menularkan ilmunya. Semoga bisa lebih baik lagi Cokrowono kedepannya.

bank, sampah, cokrowono, sumowono

Special thanks to, Bobby yang sudah meminjamkan gudangnya untuk gudang Cokrowono. Semoga ke depannya bisa dapat bantuan dari pemerintah desa ya kawan. Punya kantor dan gudang sampah sendiri. Aamiin…

Ini beberapa dokumentasi dari kegiatan bank sampah Cokrowono. Sebenarnya ada pmerikasaan tensi darah gratis juga. Tapi, kami belum sempat dokumentasinya. Maklum, masih kekurangan orang untuk menghandle saat di TKP. Saking antusiasnya ibu-ibu dan bapak-bapak. Hehe

bank, sampah, cokrowono, sumowono

bank, sampah, cokrowono, sumowono bank, sampah, cokrowono, sumowono

 

 

Tambahan: narsis dulu. Hehe

bank, sampah, cokrowono, sumowono