Penting ga sih tes kesehatan sebelum menikah?

Persiapan menjelang pernikahan memang terkadang membuat emosi naik turun. Mungkin karena hari dimana kita menjadi ratu dan raja sehari ini sebisa mungkin harus sempurna tanpa cacat. Jadi, terkadang stress karena hal-hal kecil pun terjadi. Tapi, justru hal ini bisa menjadi salah satu indikator kecocokan antar pasangan lho! Saat kita sama-sama stress bagaimana kita dan pasangan bisa mengatasinya bisa menjadi salah satu tolok ukur ke depan. Ini menurut saya, tidak ada teorinya. Hehe

Ngomong-ngomong tentang persiapan pernikahan, apa saja sih sebenarnya yang penting dan ga penting? Semua akan mendaftar keperluan pernikahan seperti undangan, catering, salon, fotografer, gedung, baju, dan lain sebagainya. Tapi, sudahkah kita memasukkan tes kesehatan di seluruh persiapan pernikahan?

Eits… pesta memang penting, tapi jangan lupa selepas pesta ya! Makanya, tes kesehatan ini sangat penting untuk antisipasi adanya gangguan kesehatan suami istri dan keturunannya. Ga mau kan nanti justru kita saling bertukar penyakit? Atau mengalami kehamilan yang bermasalah? Nah, makanya jangan abaikan tes kesehatan!

Lantas, tes kesehatan apa saja yang sebaiknya dilakukan calon pengantin? Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Cek Darah

Berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada jumlah sel darah pada kedua calon mempelai. Sebagai contoh, pemeriksaan Gambaran Darah tepi dilakukan untuk mengetahui kelainan penyakit darah, seperti thalasemia trait.

Semakin awal diketahui, maka penanganan terkait penyakit ini untuk diturunkan ke anak bisa diminimalisasi. Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya sehat selalu. Betul kan?

Cek darah ini, juga dapat mengetahui apakah calon pasangan kita memiliki penyakit HIV/AIDS sehingga kita bisa antispasi agar tidak tertular.

2. Cek Urin

Bermanfaat untuk memeriksa ada tidaknya infeksi saluran kemih dan kondisi ginjal. Hal ini sama dengan pemeriksaan sebelumnya. Yaitu untuk mencegah sedini mungkin penyakit turunan pada anak.

3. Cek Rhesus 

Perlu diketahui bahwa Rhesus terdapat dua jenis, yaitu Rhesus Positif dan Negatif. Nah, jika kedua mempelai memiliki Rhesus yang bersilangan, maka akan mempengaruhi kualitas keturunan. Bahkan bisa menyebabkan kehamilan yang berbahaya.

Jika seorang perempuan (Reshus negatif) menikah dengan laki-laki (Rhesus positif), bayi pertamanya memiliki kemungkinan untuk ber-Rhesus negatif atau positif. Jika bayi mempunyai Rhesus negatif, tidak ada masalah. Tetapi, jika ia ber-Rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata kehamilan yang kedua merupakan janin yang ber-Rhesus positif, kehamilan ini berbahaya. Karena antibodi antirhesus dari ibu dapat memasuki sel darah merah janin.

Sebaliknya, tidak masalah jika si perempuan ber-Rhesus positif dan si pria negatif.

4. Cek Gula Darah

Cek ini bermanfaat untuk mengetahui apakah pasangan memiliki penyakit diabetes mellitus. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan anak kelak. Misalnya, jika salah satau atau kedua mempelai pria & wanita membawa sifat DM, maka kemungkinan besar anaknya akan mengalami DM. Oleh karena itu, jika diketahui dari awal, maka kita bisa mengantisipasi agar anak tidak menderita DM.

5. HBsAG (Hepatitis B Surface Antigen)

Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya penyakit hepatitis B. Misalnya, seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, maka calon istrinya harus dibuat memiliki kekebalan terhadap penyakit hepatitis B tersebut. Caranya, dengan imunisasi hepatitis B. Jika sang pasangan belum sembuh dari penyakit ini dan akan tetap menikah, meskipun tidak menjamin 100 persen namun penggunaan kondom sangat dianjurkan.

6. VDRL (Venereal Disease Research Laboratory)

Berfungsi untuk mengetahui penyakit yang berhubungan dengan kelamin seperti sipilis atau raja singa. Nah lho? Tidak mau kan kita terjangkit penyakit seperti ini?

7. TORCH (Toxoplasma gondii (toxo), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV), dan lain-lain)

Berfungsi untuk menguji adanya infeksi penyakit yang bisa menyebabkan gangguan pada kesuburan pria maupun wanita. Tubuh yang terinfeksi TORCH dapat mengakibatkan cacat atau gangguan janin dalam kandungan. Hal ini penting untuk mengetahui tingkat kesuburan masing-masing pasangan. Jadi, bisa diambil langkah bijak untuk memiliki momongan.

Tes kesehatan ini juga penting untuk menyiapkan mental kita jika seandaianya pasangan kita membawa sifat salah satu penyakit di atas. Setidaknya, kita sudah siap menerima kekurangan pasangan kita dan memiliki langkah antisipasi yang tepat untuk meminimalisasi risiko kesehatan. Masih mau menghapus daftar test kesehatan di rangkaian acara pernikahanmu? Jangan ya! Semoga kita semua sehat. Aamiin…

(dari berbagai sumber)

error: Content is protected !!