Pokok-pokok Pendidikan Seks pada Anak

Orang bilang, anak-anak zaman sekarang lebih cepat dewasa dibandingkan dengan anak-anak tahun 90-an ke bawah. Entah benar atau tidak secara statistik, tetapi gaya pacaran anak sekarang memang bisa dikatakan memprihatinkan. Setelah beberapa waktu lalu dihebohkan dengan acara “penembakan” anak SMP kepada anak SD, juga tentang maraknya MBA (Marriage by Accident) di kalangan anak-anak SD dan SMP, belum lagi kasus pelecehan seksual yang tidak hanya dilakukan orang dewasa kepada anak-anak di bawah umur, tetapi juga pelaku sendiri dari kalangan di bawah umur.

Lantas bagaimana kita menyikapinya? Pendidikan seks untuk saat ini memang bukan lagi hal tabu untuk diajarkan sejak dini. Berbeda dengan usia saya saat masih kanak-kanak dulu. Rasanya sangat tabu membahas seks. Saya tahu juga dari pelajaran Biologi saat SMP. Kemudian, saat kelas 3 kami mendapatkan pelajaran seks dengan mengundang pakar kesehatan.

Terkadang, saya sendiri juga bingung bagaimana menjelaskan kepada anak-anak agar tidak terkesan vulgar. Berikut tips-tips yang bisa diterapkan:

1. Mengajarkan Toilet Training

Tahap ini adalah tahap paling awal pendidikan seks pada anak. Sambil dicebokin, anak dikenalkan dengan organ paling berharga yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali ayah bunda. Karena terkadang, justru pelecehan seksual terjadi dari orang-orang terdekat seperti saudara, sepupu, paman, tante, guru, baby sitter, dan lain-lain. Bahkan oleh dokter atau perawat pun harus didampingi oleh orang tua. Dan disentuh kali ini, karena darurat. Karena adek belum bisa membersihkan sendiri. Anak dapat mulai dilakukan toilet training biasanya di atas usia satu atau satu setengah tahun, hingga 2,5-3 tahun.

Dalam tahap ini, sekaligus kita mengajari  anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat  sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan  untuk buang air pada tempatnya (toilet training). Dengan  cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri,  mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral  yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

2. Menanamkan Rasa Malu pada Anak
Rasa  malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan  anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya  ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan  membiasakan anak untuk selalu menutup auratnya. Tidak diperkenankan mandi bersama anak juga.

3. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.
Berikan pakaian dan mainan yang sesuai dengan jenis kelamin anak, sehingga mereka terbiasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya.

4. Pengajaran sex via sholat
Usia 7 tahun secara normal anak mulai bisa membedakan siapa yang laki-laki dan siapa yang perempuan. Dan usia 7 tahun ini anak diperintahkan untuk sholat. Sangat jelas dalam sholat ada shof khusus laki-laki dan ada shof khusus perempuan. Cara menutup auratnya juga berbeda. Laki-laki dari pusar ke lutut dan perempuan seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Industri pornografi mulai mengincar anak usia 7 tahun lho. Waspadalah!

5.  Memisahkan tempat tidur mereka
Usia  antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang  pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar  dirinya.
Pemisahan  tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak  tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidur dilakukan  terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara  langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan  jenis kelamin. Hati-hati banyak kasus incest berawal dari sini.

6. Mengenalkan Waktu Berkunjung ke Kamar Orang Tua (Meminta Izin dalam 3 Waktu)

Tiga  ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki  ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah:  sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Dengan  pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak  yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

7. Mengenalkan Mahram-nya
Tidak  semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja  perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh  syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati.
Dengan  memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak  mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan  mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan  orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.

8. Mendidik Anak Agar Selalu Menjaga Pandangan Mata
Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan  jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena  itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung  unsur pornografi dan pornoaksi.

9. Mendidik Anak Agar Tidak Melakukan Ikhtilât
Ikhtilât  adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa  adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam  ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran  laki-laki dan perempuan secara bebas.

10. Mendidik Anak Agar Tidak Melakukan Khalwat
Dinamakan  khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di  suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang  tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak  kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan  yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

11. Mendidik Etika Berhias
Berhias  berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa  berpenampilan menawan yang dilakukan secara berlebihan, sehingga  menimbulkan godaan bagi lawan jenisnya. Tujuan pendidikan seks dalam  kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan  maksiat.

12. Ihtilâm dan Haid

Ihtilâm  adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun  haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan  haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan  fisiologis dan psikologis semata. Jika  terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang  berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan  mandi.

Yang  paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim  dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah.  Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab  atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.

Itulah beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak berkaitan dengan pendidikan seks.

pendidikan, seks, usia, dini, anak, sex, education

TANYA JAWAB:
SESI 1
1. Bunda Tri: “Hati-hati kaum LGBT  mulai melancarkan aksinya dengan menjual mainan dan pakaian yang bias sex”. Contoh mainannya apa ya bun, terus anak saya yang pertama usia 5,6 tahun laki-laki, yang ke 2 perempuan 3 tahun, nah mereka suka main masak-masakan bareng. Kira-kira boleh gak kalau gitu? Kadang adeknya minta ditemenin buat mainan masak-masakan bun. Sama apa arti LGBT?

JAWAB:
LGBT: Lesbian Gay Biseksual Transgender

  • Lesbian: wanita suka wanita bahkan sampai menikah.
  • Gay: laki-laki suka laki-laki sampai menikah.
  • Bisexsual: kecenderungan senang langsung terhadap dua jenis laki dan perempuan.
  • Transgender: perasaan nyaman untuk beralih peran dengan jenis kelamin yang lain.

Kaum LGBT di indonesia sudah membuat target bahwa tahun 2010 adalah tahun target mereka rakyat indonesia mengalami kesadaran gender. Salah satu propaganda mereka adalah LGBT harus diakui secara hukum sama dengan jenis yang lain dan gaya hidup seperti ini adalah HAM. Di DPR mereka sedang berjuang meloloskan UU kesetaraan gender. Ada organisasi mereka adalah arus pelangi atau gaya nusantara bisa dilihat di internet. Simbol mereka adalah pelangi dan kue perayaan mereka adalah rainbow cake. Dan duta LGBT adalah sponge bob. Propaganda mereka adalah sebelum anak usia 5 tahun maka biarkan mereka memilih jenis kelaminnya sendiri.
Caranya mereka, yaitu saat anak usia 0-5 th berikan pakaian yang tidak laki-laki dan perempuan, lalu mainan juga begitu. Ada mainan senapan gambar depannya adalah anak perempuan macho sedang bermain senapan atau gambar mainan masak-masakan gambar sampul mainannya anak laki-laki main masak-masakan. Bagaimana dengan anak bunda Tri Wahyuningsih? Insyaallah masih normal. Kenapa tidak diajak masak beneran saja bun, bantu bunda di dapur. Akan banyak pengajaran yang didapat. Masak di dapur banyak ilmunya, mengajar matematika dengan berhitung bawang merah, belajar IPA, melatih motorik halus, konsentrasi, dan kesabaran.
Yang tidak boleh adalah setiap hari main masak-masakan yang dibeli di toko mainan. Harus selalu diingatkan kalau ini mainan anak perempuan.

2. Bunda Dewi:
Bagaimana caranya sex education kepada usia balita, anak saya usia 4y10m dan 2y2m?

JAWAB:
Sex  education kepada balita sudah harus diajarkan:

1. Ketika membersihkan alat kelamin katakan kepada anak: “ini yang menentukan jenis kelamin perempuan, berarti kamu perempuan nak. Berbeda dengan laki-laki. Kalau laki-laki ayah, perempuan bunda.

2. Dialog kepada anak: “Kamu  perempuan nak, jangan biarkan orang lain memegang tubuhmu. Begitu pula anak laki-laki.

3. Eh mal, adek belum pakai celana ayoo aurotnya ditutupi. Laki-laki aurot dari sini sampai sini, perempuan seluruh tubuh kecuali ini dan ini.

3. Bunda Titin:
Bagaimana membahasakan alat kelamin bagi balita?
Kalo laki-laki biasa dibahasakn “titit” apakah boleh? Bagaimana dengan yang perempuan?

JAWAB:
Alat kelamin membahasakan boleh dikatakan titit atau penis tdk apa apa. Itu bukan sesuatu yg kotor. Perempuan: alat kelamin perempuan atau tempat keluarnya pipis.

SESI 2
A. Bunda Dian:
1. Sampai usia berapa anak perempuan boleh pipis, pup dan mandi ditolong ayahnya?

2. Karena si bungsu masih bayi, kadang naura ( 6 thn 5 bln ) minta dikelonin ayahnya. Masih bolehkah?

3. Anak sulung saya laki-laki adalah penyandang autis ( hampir 13 thn ), meskipun sudah dilatih toilet training dan dimana dia boleh ganti baju, tapi ada saat-saat dia terlihat auratnya tanpa bisa kami cegah. Padahal ada adeknya, perempuan. Bagaimana menyikapinya?

JAWAB:
1. Sebenarnya kalau ada bundanya atau mbak sebaiknya selalu dengan yang sejenis. Kalau terpaksa hanya ayah ya tidak apa-apa. Sampai usia sebelum 7 th y, ini pendapat pribadi saya.
2. Usia 6 th masih boleh dikelonin ayah….
3. Anak autis termasuk anak yang belum berakal jadi dia belum diberikan taklif/pembebanan dosa, jadi tidak apa-apa. Hanya harus terus dilatih “alhamdulillah aak sekarang bisa eek di kamar mandi..selamat ya aak…” berikan pujian apabila kakak berhasil toilet training
Selain itu jelaskan ke adiknya yang perempuan. Sebenarnya mempertontonkan aurot tidak boleh dek, tapi kakak masih sakit. Jadi mendapatkan keringanan Allah SWT…doakan kakak cepat sembuh ya…

B. Bunda Indah:
Saya mau tanya tentang ihtilam & haidh.
1. Yang menjelaskan tentang ihtilam ayahnya kan ya? Bagaimana menjelaskannya?
2. Menjelaskan tentang haidh. Saya pernah tahu, dr Boyke bilang kalau jelasin proses terjadinya haid pakai gambar. Apa yang dimaksud gambar bagian dalam (ovarium-rahim-servic)?
3. Umur brp anak dijelaskan tentang haidh & ihtilam?
Terima kasih.

JAWAB

1. Sebaiknya yang menjelaskan ihtilam adalah ayahnya atau biasanya guru di sekolahnya sudah menjelaskan juga. Ada seorang ulama zaman dulu setiap pagi memeriksa celana dalam anak laki-lakinya takut kalau anaknya sudah ihtilam. Sampai akhirnya ihtilam dan djielaskan. Bagaimana ayah bunda menjelaskan? Sebelum ihtilam kalau sudah kelas 4 SD bisa dijelaskan “Nak, kamu nanti akan baligh dan harus memikul tanggung jwb sendiri semua amal perbuatanmu. Nah, untuk menjadi baligh ada peristiwa besar yang kau alami yakni mimpi basah. Mimpi ketemu wanita nak…”
Menjelaskan haidh tidak harus sedetail dr boyke. Cukup katakan ke anak apabila keluar darah dari kemaluanmu berarti itu haidh. Selama haid kamu tidak boleh sholat dan puasa sampai selesai haid. Bagaimana selesai haidnya? Kalau kata aisyah RA adl mengambil kapas tempelkan ke kemaluanmu jika sudah putih bersih tidak ada cokelat-cokelatnya berarti kamu boleh mandi besar dan sholat lagi. Islam agama yang audio. Cukup dijelaskan dengan suara, anak sudah paham Insya Allah. Umur dijelaskan haidh dan ihtilam kelas 3 SD.

C. Bunda Amalia:
Asslm. Bunda silmi…apakah bermesraan dengan suami di depan anak (putra saya 1y4m) dibolehkan?

JAWAB:
Bermesraan seperti apa ya? Bunda Amalia:”Cium pipi Kiri dan kanan misalnya.”
Cium pipi kiri dan kanan boleh. Yang tidak boleh adalah berjimak dan warming up nya.

D. Bunda Rossy:
Bagaimana me-recovery anak-anak yang pernah melihat media pornografi saat di luar pengawasan ortu? Misalnya saat terjadi di sekitar lingkungan sekolah, anak dikenalkan pornografi oleh temannya begitu. Dari yang pernah saya baca, ingatan akan pornografi tersebut akan tetap ada hingga dewasa, yang akan berefek candu, sama seperti narkoba, dari sedikit lama-lama berani mencari-cari sendiri dan seterusnya.

JAWAB:
Iya benar kecanduan pornografi bisa merusak seluruh sel syaraf otak terutama lobus frontal atau otak depan rusak sehingga moralnya pun rusak. Bagaimana me-recovery nya?

1. Dialog dan jelaskan dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang. Bunda sayang kamu nak, yang berlalu biarlah berlalu. Tapi maaf sementara kamu bunda larang main gadget lagi. Dan jelaskan bahwa Allah sangat murka apabila hambanya melakukan itu. Pernah dengar kisah kaum sodom yang diazab Allah nak? Bisa ceritakan kaum nabi luth yang diazab Allah…

2. Alihkan ke kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan keagamaan.

Nah, bagaimana sobat? Bagi saya sih, susah-susah gampang. Pertama karena saya dulu dibesarkan di keluarga yang tabu membahas ini. Jadi, untuk memulai pembicaraan ini kepada ponakan yang kebetulan tinggal serumah, agak sulit. Apalagi ponakan saya ini laki-laki. Hmm… semoga terarahkan dengan baik oleh orang tuanya. Aamiin

Sumber:

Notulensi Diskusi Group HSMN 6
Pemateri : Silmi MSY
ibu rumah tangga
5 anak…1. Rafah (9,5 th). 2. Sahla (8th). 3. Barak (6,5 th). 4. Rayyan (4th). 5. Hayyin (2 bln).

Pendidikan: SDN purwodadi XII. SMPN 1 Purwodadi. SMU 1 Al Islam Solo.
Lulusan S1 Psikologi Undip. S2 Psikologi UI mayor PIO dan minor Pendidikan.

Kerja: komisaris PT Riscon Group
ketua yayasan Riscon Hasanah
yayasan Ari Al Banna.
Owner sekolah luttab alfatih bekasi
Motto: ikhlaskan hati baguskan amal dlm setiap nafas kehidupan….
Waktu diskusi : 09.30-11.08
Disarikan oleh : Hamidah
Judul diskusi : Sex Education dalam Islam

tulisan Zulia  Ilmawati, Psikolog Pemerhati Masalah Anak dan Remaja dalam tulisannya  Pendidikan Seks Untuk Anak-anak. http://id.theasianparent.com/pendidikan-seks-dalam-perspektif-islam/