Saat Menulis Tak Sekedar Menggoreskan Pena

Tema Arisan Blog Gandjel Rel dari Mbak Irfa dan Mbak Dani terkait tentang penulis favorit tergolong gampang-gampang susah. Karena saya lebih sering membaca buku atau novel hasil rekomendasi teman-teman. Jadi, seringkali tidak melihat siapa penulisnya. Jika mengingat penulis favorit berdasarkan jumlah buku yang dibaca, maka boleh disimpulkan 2 penulis favorit saya, yaitu Habiburahman dan Hanum Rais. Saya merasa terbawa suasana setiap kali membaca karya-karya beliau-beliau ini. Dibuatnya mata saya sembab, membawa ke sebuah perenungan, hingga menjelajah dan berimajinasi ke tempat-tempat yang indah. Hampir sebagian besar karya mereka sudah saya baca semua. Melihat dari bacaan saya, sudah tahulah ya, saya tipikal orang yang bagaimana. Hehe…

Perkenalan saya dengan karya Kang Abik adalah novel Ayat-Ayat Cinta semasa saya masih SMA. Kebetulan, Kang Abik ini saudara ipar guru Bahasa Indonesia saya. Jadi, dari guru Bahasa Indonesia saya inilah saya mengenal karya dan sedikit latar belakang Kang Abik. Dari Ayat-Ayat Cinta, saya mengenal novel Pudarnya Pesona Cleopatra yang mampu membuat saya sembab karena saking terharunya. Berlanjut ke novel Dalam Mihrab Cinta, Api Tauhid, dan lain-lain. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dengan membaca novel Kang Abik, belajar ilmu agama dan dunia dengan cara yang menyenangkan. Itulah kesan yang saya dapatkan saat itu hingga membuat ketagihan. Hingga saya pernah bercita-cita untuk menjadi penulis yang bisa membagikan ilmu tanpa menggurui. Saat itu, saya ingin menjadi penulis berlatar belakang kesehatan, terutama gizi masyarakat sesuai dengan jurusan saya sewaktu kuliah. Namun, ternyata hingga sekarang belum ada satu tulisan pun yang saya hasilkan. Hehe…

Novel terakhir karya Kang Abik yang saya baca adalah Bumi Cinta. Novel berlatar Rusia ini sempat terdengar kabar akan diangkat ke layar lebar, namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan difilmkan sepertinya.

Hanum Rais adalah putri politikus Amien Rais. Kisahnya merupakan kisah nyata hasil risetnya saat tinggal di Eropa dan Amerika. Saya kagum dengan Hanum Rais karena keberaniannya mengungkap fakta yang mungkin banyak orang belum mengetahuinya. Novel 99 Cahaya di Langit Eropa menjadi perkenalan saya dengan karya Hanum Rais. Selanjutnya Berjalan di Atas Cahaya. Dua karya Hanum Rais pun berhasil diangkat ke layar lebar dan terbilang sukses, yaitu 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Amerika. Kisah perjalanan dengan suaminya pun menjadi bagian inspirasi tersendiri bagi saya. Bahwa sangat menyenangkan saat suami bisa menjadi partner dalam setiap langkah kita. Sekaligus menjadi pasangan suami istri yang bisa menginspirasi banyak orang. Sungguh menyenangkan sekali. Semoga kelak saya pun bisa demikian. Memiliki keluarga yang bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Aamiin…