Semalam Bersama WEGI di Hotel IBIS Budget

Alhamdulilah, akhirnya, saya bisa mengulas perjalanan saya bersama komunitas WEGI menjelajahi wisata heritage dan green industry di Padang setelah dua minggu berlalu. Ya, jadwal yang padat ditambah dengan badan yang kurang fit membuat saya harus beristirahat cukup lama untuk memulihkan stamina. Semoga, kenangan akan keceriaan dan ilmu yang saya dapatkan dari WEGI dan Semen Padang masih bisa saya kemas dan bagikan kepada Ecoist ya! Aamiin…

Oke, perjalanan saya mengarungi kota Padang dimulai dari Stasiun Gambir pada kamis malam (17/03/15) menuju Hotel IBIS Budget Soekarno-Hatta dengan bus Damri. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam. Ditemani suami dengan iringan lagu-lagu nostalgia di bawah rintik hujan Ibu kota semakin membuat suasana semakin syahdu. Membuat pikiran saya melayang jauh membayangkan keindahan alam Tanah Minang. Dan, tentu dengan membawa sejuta pertanyaan seberapa hijaukah industri Semen Padang. Meskipun saya pernah juga mengulasnya di sini, tapi melihat lebih dekat bukankah lebih nyata?

damri, wisata, heritage, dan, green, industry, komunitas, wegi, semen, padang, indonesia

Apalagi, rasa penasaran saya bertambah setelah membaca ulasan dari salah satu blogger penggiat lingkungan yang berkecimpung di komunitas WEGI, yaitu Mbak Damae Wardhani di kompasiana. Artikel itu berjudul “Ngeblog dan Ngetweet Jangan Pakai Hati”, membuat saya kembali berpikir, apakah benar Semen Padang betul-betul menerapkan teknologi hijau dalam industrinya? Tidak sekedar kampanye iklan saja. Ulasan yang benar-benar objektif dari para pengulasnya dan terlepas dari segala fatamorgana di depan mata. Paid review misalnya. Atau mungkin seperti sekarang ini, golden ticket wisata heritage dan green industry ke Padang. Semoga saya benar-benar bisa memberikan ulasan yang objektif ya, Ecoist!

Oya, komunitas WEGI atau We Green Industry ini adalah komunitas yang dibentuk untuk melakukan pengawasan penerapan kaidah dan best practices Green Industry oleh perusahaan di Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. Harapannya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan saja, tetapi juga lingkungan dan masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah Triple Bottom (Profit, Planet, and People). Nah, kunjungan industri ke Semen Padang ini merupakan salah satu proram utama dari komunitas WEGI, yaitu Wisata Edukasi Green Industry.

Kurang lebih pukul 9 malam saya sampai di Hotel IBIS Budget yang letaknya tepat di belakang Hotel IBIS Style. Di lobby, saya bertemu dengan beberapa pemenang lomba blog yang beruntung untuk melakukan wisata heritage dan green industry di Padang dan juga panitia dari komunitas WEGI. Sambutan hangat meski lelah dan ngantuk dari Mbak Damae Wardhani, Bang Opik “Pendekar Kaleng”, Pakdhe Novi, Mas Rono, Bang Qjoel, dan Bang Fadly. Setelah chit chat sebentar, saya lanjut ke kamar. Karena pukul 04.00 harus kumpul di lobby karena jadwal shuttle bus hotel ke bandara akan berangkat tepat pukul 04.15.

Unik! Kesan pertama begitu saya memasuki ruang kamar hotel. Mengapa begitu? Karena tatanan kamarnya yang lain daripada yang lain. Baru pertama kali saya temui maksudnya. Terutama penataan wastafel “di luar” dan kamar mandi yang berbentuk tube semi transparannya. Hehe

ibis, budget, jakarta, airport, soekarno, hatta

ibis, budget, jakarta, airport, soekarno, hatta

Agaknya harus hati-hati saat mandi ya, karena lantai kamar mandinya licin. Gambar saya pinjam dari sini dan sini, karena tidak sempat mengambil gambar pada saat itu. Malamnya, saya tidak enak menganggu teman sekamar yang hendak istirahat. Plus kamera saya yang kurang bagus untuk pengambilan gambar di malam hari. Sedangkan paginya, kami kesiangan!

Yup! Pukul 03.43 kami baru terbangun. Sebenarnya alarm sudah berbunyi sejak pukul 02.30, tetapi saya matikan kembali. Berharap dibangunkan oleh teman sekamar. Ternyata kami sama-sama kesiangan. Mungkin karena bantal dan kasurnya yang empuk. Plus selimutnya yang hangat! Haha

ibis, budget, jakarta, airport, soekarno, hatta
sumber gambar

Kami mandi dan berkemas dengan gerak cepat dan semangat juang 45.  Tepat pukul 04.10 kami sudah siap di lobby. Wow! Rekor saya mandi nih! Hanya kurang lebih 15 menit sudah mandi dan berdandan. Dan, pada akhirnya saya sangat merasakan keberuntungan dengan adanya wastafel di luar. Karena saat menunggu teman saya mandi, saya bisa cuci muka dan sikat gigi. Hehe.

Sayang, kami tidak sempat sarapan. Padahal sudah disiapkan oleh pihak hotel. Keren juga ya, subuh-subuh sudah disiapkan sarapan. Bisa request begini juga di semua hotelkah? Melirik sekilas ada buah dan roti panggang. Glek! Mau… Tapi, shuttle bus sudah menunggu. Dan, kami harus memulai perjalanan. Yup! Beberapa jam lagi saya akan menjejakkan kaki di Padang! Nantikan keseruan berwisata sambil belajar kami di Padang ya, Ecoist!

error: Content is protected !!