Terarium, Alternatif Menyalurkan Hobi Menanam di Lahan Sempit

Menanam memberikan kesenangan tersendiri bagi orang yang suka dengan tanaman. Bahkan ibu saya bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam jika sudah berurusan dengan tanam-menanam. Tidak sempat di siang hari, hingga tengah malam pun dilakukan. Tetapi, memang, hati tidak pernah membohongi hasil. Hampir setiap tanaman yang ditanam beliau selalu tumbuh subur. Bahkan lidah buaya di teras rumah kami bisa sebesar betis. Banyak yang akhirnya meminta bibit atau tanaman lidah buaya untuk obat. Bibit lidah buaya di rumah pun hampir tidak tertampung. Karena memang kami tidak memiliki lahan. Hanya teras kurang lebih 1×9 meter saja. Saya? Mencoba mengikuti jejak ibu, tetapi untuk tanaman kecil-kecil saja. Karena memang sudah tak ada lahan. Plus, saya tidak setelaten ibu yang mau memindahkan ke pot-pot super besar. Hehe… Terarium kaktus dan sukulen menjadi pilihan saya. Seperti apa? Yuk, lihat di sini:

batu, zeolit, makarame, kaktus, sukulen

Ini sepertinya terarium pertama saya. Mungkin sekitar tahun 2015-an. Hasil otodidak dari beberapa situs. Potnya menggunakan kaleng roti bekas, dibalut dengan flanel dan kain broklat. Ya, cukup lumayanlah untuk pemula. Walaupun sangat jauh berbeda dengan beberapa terarium idaman yang saya lihat di Pinterest. Bisa tampak begitu manis dan lucu. Hehe

Ya, saya memang sedang menekuni untuk terarium terbuka. Bukan terarium di dalam kaca atau wadah transparan. Selain minim modal, juga mencoba memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Seperti terarium kedua saya ini juga menggunakan wadah kaleng roti bekas yang dibalut dengan kain.

batu, zeolit, makarame, kaktus, sukulen

Merasa berhasil dengan terarium pertama, selanjutnya saya mencoba membuat terarium kedua. Saya sangat puas dengan perpaduan tanaman dan batunya. Sangat pas. Namun, benar-benar butuh perjuangan. Karena golden barrel (kaktus yang di tengah) durinya sangat tajam dan agak panas kalau tertusuk. Tapi, benar-benar suka. Bagaimana menurut Mbak Ika dan Mbak Arina? Bagus nggak? Saya benar-benar membutuhkan kritik dan saran yang membangun nih. Hehe

Nah, kalau ini yang paling saya suka sejauh ini. Karena ada lilinnya. Ya, perjuangan yang cukup lumayan untuk menyiasati lilin agar bisa tepat di tengah dan tidak menggangu tanaman. Tapi, sepertinya saya membutuhkan pot yang lebih besar.

Tanggal 21 September kemarin, dapat tawaran dari Ruang Belajar untuk mengisi workshop terarium di 3/4 Coworking Space Tembalang. Alhamdulilah berjalan lancar. Senang akhirnya bertemu teman-teman sesama pecinta terarium dan tanaman hias mini. Semoga ke depannya bisa sharing lagi. Amiin..

Ini, terarium pelatihan sabtu kemarin. Bagaimana menurut teman-teman GRes?