Trauma Itu Masih Ada

Setiap orang pasti memiliki masa kecil yang tak terlupakan. Entah itu perasaan bahagia atau justru kurang menyenangkan. Salah satu yang ingin saya bagikan adalah pengalaman yang kurang menyenangkan hingga menjadi trauma sampai saat ini. Mungkin belum maksimal cara saya mencoba untuk keluar dari memori yang tak menyenangkan. Siapa tahu teman-teman pembaca bisa memberikan saran yang sekiranya bisa saya coba. Sehingga saya bisa keluar dari trauma yang sungguh luar biasa mengganggu.

Cynophobia & Zoophobia

Mungkin banyak orang mengalami hal yang sama, takut dengan anjing (cynophobia). Namun, ketakutan yang saya rasakan terasa berlebihan. Dari jarak yang masih sangat jauh maupun anjing dengan ukuran super kecil, saya sudah takut luar biasa. Hingga bisa kram/kaku-kaku badannya sampai otomatis meloncat ke kursi atau manapun tempat tinggi yang ada di sekitar saya.

cynophobia, fobia, takut, anjing
Cynophobia

Kejadian ini bermula saat pulang dari bermain, saya dan sepupu berniat untuk melakukan lomba jalan cepat sampai ke rumah dengan ketentuan harus tutup mata dan berjalan mundur. Seingat saya, kejadian ini terjadi ketika saya berusia sekitar 4 atau 5 tahun. Entah bagaimana kejadiannya, tiba-tiba ada anjing yang menggigit paha saya. Seketika itu langsung dibawa ke dokter dan anjingnya dibunuh takut rabies katanya. Saksi mata mengatakan kalau saya menginjak ekor anjing yang lagi tidur, alhasil kaget dan balik menggigit paha saya. Ya Allah, rasanya sakit itu masih ada sampai sekarang.

Sejak saat itu, hampir semua binatang saya takut (zoophobia). Terutama dengan anjing. Seolah semua binatang akan menyerang saya. Beberapa cara yang sudah saya coba adalah dengan sugesti “tidak takut” tapi tetap saja takut. Dengan membaca doa setiap kali jalan di kompleks yang ada anjingnya, tetapi tetap saja takut. Mungkin ada yang bisa memberikan saran?

Aichmophobia

Seingat saya sekitar kelas 4 SD kejadian ini berlangsung. Dulu masih jaman anak-anak suka meruncingkan pensil dengan cutter dan menggunakannya untuk mainan. Saat itu, ada seorang teman laki-laki bangku belakang mainan cutter dengan diayun-ayunkan yang secara otomatis pisau cutter akan keluar kemudian dimasukkan lagi dengan diayunkan. Entah bagaimana kronologisnya, tiba-tiba pisau cutter menancap mengenai tangan di sela-sela antara jempol dan jari telunjuk. Hingga saya pingsan di puskesmas dan begitu bangun tangan sudah diperban. Hingga sekarang luka itu masih ada dan selalu mengingatkan akan tajamnya sebuah pisau (Aichmophobia).

Aichmophobia, takut, fobia, trauma, pisau
Aichmophobia

Bagaimana bentuk traumanya? Saya takut apapun bentuk pisau yang ada, entah saat dipegang orang lain atau harus memegang sendiri. Lalu bagaimana kalau kegiatan masak memasak? Ya, pelan-pelan saja. Mungkin orang melihat akan terasa lambat, tidak cekatan, tapi saya sebisa mungkin mencoba untuk menghindari kontak fisik dengan pisau. Hehe

Pernah suatu kali tidak sengaja tangan tersayat pisau saat memotong jeruk, saya akan langsung lemas begitu ada luka di tangan. Sudah seperti mau pingsan. Lebay kan? Tetapi memang begitu. Duduk, minum teh manis hangat, dan relaksasi sebentar baru akan mengembalikan stamina.

phobia, fobia, trauma
sumber

Adakah yang sama mengalami trauma takut dengan pisau? Atau ada yang mau berbagi cara mengatasi trauma? Apapun bentuk traumanya? Kalau Mbak Anjar Sundari dan Mbak Nia bagaimana?