Wow! Ternyata bumi membutuhkan puluhan tahun untuk menghancurkan kain

Industri fashion terus berkembang mengikuti zaman. Bahkan, setiap detiknya muncul model baru dari para designer berbakat di dunia ini. Hal ini terjadi pula di daerah makarame, Sumowono. Hampir setiap hari, puluhan bahkan ratusan penjahit sibuk dengan pesanan jahitannya. Baju sarimbit, gamis, celana, seragam, dan lain sebagainya tak ayal menyisakan kain perca yang seringkali hanya berakhir di perapian. Bisa bayangkan bagaimana beratnya tugas atmosfir kita menampung hasil sisa pembakaran kain-kain perca ini?

Wow, Ternyata, bumi, membutuhkan, puluhan, tahun, untuk, menghancurkan, kain

Makarame ikut berbela sungkawa atas musibah kabut asap di Sumatera dan Kalimantan, ya Ecoist. Kita ini hanya punya satu tempat untuk tinggal, harusnya kita menyayanginya sebagai bagian dari rasa syukur kita atas kesabaran bumi. Tak hanya bekerja keras dalam menjaga atmosfir, perut bumi juga terbebani oleh sampah-sampah yang kita hasilkan. Bagaimana tidak, kain-kain ini dapat hancur setelah 30-40 tahun! Padahal, hampir setiap hari kita menghasilkan sampah kain.

Makarame selalu salut dengan para Ecoist di luar sana yang tak hentinya berjuang untuk melakukan langkah-langkah yang dapat meringankan beban bumi kita tercinta ini. Kerajinan dari sampah senantiasa bermunculan setiap harinya. Tentu, dengan cita rasa seni yang tinggi.

Kali ini, makarame ingin turut serta dalam mengolah limbah kain perca dari penjahit sekitar. Pot untuk pulpen bunga ini setidaknya dapat mengurangi sampah kain perca yang ada. Dan, tentu mempercantik  pulpen bunga untuk keperluan tanda tanga dokumen pernikahan ataupun buku tamu. Juga sekaligus untuk dekorasi. Tertarik? Langsung saja kunjungi shop.makarame.com ya, Dear.

PicsArt_1464820056170_pulpen_bunga_makarame_decorative_ballpoint_bolpen_pen_shabby_chic_wedding_flower_signing_guest_book

PicsArt_1464821586948_pulpen_bunga_makarame_decorative_ballpoint_bolpen_pen_shabby_chic_wedding_flower_signing_guest_book
error: Content is protected !!