fbpx

3 Landasan dalam Beribadah kepada Allah SWT

Kajian Ahad Pagi (6/3/22) kali ini membahas tentang 3 landasan dalam beribadah kepada Allah SWT, yaitu Cinta, Takut, dan Harap. Ustad Anto Abu Saleemah menyatakan bahwa Allah mengharapkan hamba-Nya menghadirkan ketiga landasan di atas. Yaitu, penghambaan diri terhadap Allah. Artinya, beribadah sesuai dengan tuntunan atau aturan Allah, bukan dengan caranya sendiri.

CINTA yang dimaksud Allah adalah cinta yang ada rasa takut dan harapnya. Bukan hanya cinta saja sehingga terlena akan aturan/cara beribadah kepada Allah. Karena beranggapan bahwa Allah akan selalu memaklumi. Oleh sebab itu, landaskan cinta yang ada rasa takut bahwa cara ibadah kita kurang tepat sehingga kita belajar kembali cara ibadah kepada Allah sesuai sunnah. Kemudian, dilandaskan pula dengan rasa harap, artinya kita yakin dan tawakal bahwa Allah akan mengabulkan.

TAKUT kepada yang benar, akan membawa kita belajar untuk mempelajari aturan atau cara yang benar. Kita senantiasa menjadi hamba yang mengerjakan amalan sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Tidak boleh menyepelekan hanya 1 landasan saja. Misalkan hanya mengedepankan HARAP saja. Karena merasa sudah Islam atau sudah gabung di organisasi tertentu, maka sangat yakin akan masuk surga sehingga ibadahnya asal menggugurkan kewajiban. Bukan berdasarkan cara-cara Allah, tetapi cara sendiri atau organisasi.

Tujuan ibadah kita, pastinya menginginkan Allah tambah mencintai kita. Maka, sudah seharusnya kita beribadah sesuai dengan cara Allah bukan cara kita. Memilih hanya yang kita suka saja yang kita lakukan.

Doa Meminta Kecintaan Allah SWT yang Sempurna

Termasuk hal yang paling agung untuk diminta seseorang yang beriman adalah meminta kecintaan Allah yang sempurna. Jika Allah sudah mencintai kita, maka Allah akan senantiasa mengarahkan hamba-Nya sesuai dengan ketentuan Allah. Pandangan, pendengaran, dan tingkah laku kita akan senantiasa dibimbing oleh Allah SWT.

See also  Resolusi 2018: Kebun Edukasi Kaktus & Sukulen di Sumowono

Allahumma innii as-aluka hubbak(a), wa hubba man yuhibbuk(a), wa hubba amalin yuqorribunii ilaa hubbik(a)

Artinya, Ya Allah aku meminta kecintaan kepada-Mu, dan cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta pada amalan yang bisa mendekatkan aku pada cinta-Mu.

Doa atau Permintaan Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT:

  • Kecintaan Kepada-Mu dengan Cara yang Benar
  • Mencintai Orang yang Mencintai-Mu
  • Kecintaan Segala Amalan yang Bisa Mendekatkan Kepada-Mu
  • Rasa Takut Kepada-Mu Baik Secara Terang-terangan atau Tersembunyi
  • Mencintai dan Memperhatikan Umatku yang Miskin
  • Wafatkan Aku Tanpa Kena Fitnah

Dari permintaan Rasulullah SAW kita belajar bahwa apa yang diminta Rasulullah SAW adalah yang betul-betul yang dia butuhkan. Bukan berdoa berdasarkan yang kita inginkan atau sesuai hawa nafsu kita saja. Kecintaan terhadap Allah yang ikhlas akan mengubah pandangan kita, misalkan menjadikan kita melihat bahwa setiap musibah mudah karena ada pertolongan Allah SWT dan yang menjadikan kita ridho dengan setiap ketetapan-Nya.

Sebab-sebab yang mendatangkan cinta kepada Allah SWT:

1. Mengenal Nikmat Allah Kepada Hamba

Dengan mengenal nikmat Allah, kita tidak mudah menyalahkan keadaan atau takdir. Bisa menerima apa yang sudah ditakdirkan. Misalnya, bangkrut karena pandemi, kita tidak akan mudah menyalahkan pandemi. Tetapi yakin bahwa ini sudah ditetapkan oleh Allah SWT 50.000 tahun sebelum penciptaan kita. Maka, kita akan berusaha untuk semakin mendekatkan kepada Allah SWT untuk menerima atau berusaha mengubah takdir. Bukan sibuk mencari siapa yang bisa disalahkan.

2. Mengenal Allah SWT (Makrifatullah)

Siapa yang mengenal Allah dengan baik akan mencintai Allah pula dengan baik.

Makrifat Allah dibagi dua, yaitu Makrifat Ammah (Umum) & Makrifat Khassah (Khusus).

Contoh Makrifat Khassah yaitu mengenal Allah SWT dikala lapang. Bagaimana caranya? Dengan tafakkur pada penciptaan Allah dan keagungan penciptaan-Nya.

See also  5 Tips Ampuh Membangkitkan Mood Booster

Umar bin Abdul Aziz: Berpikir pada kenikmatan termasuk ibadah yang paling utama.

Ibadah nafilah yang paling utama adalah panjang berpikir.

Sumowono, 6 Maret 2022

08.30-10.30 WIB

Masjid Al-Fatah Nyampuran Sumowono