7 Wisata Edukasi Anak 2 Tahun di Jogja - Makarame

7 Wisata Edukasi Anak 2 Tahun di Jogja

Sebentar lagi si kecil menginjak usia 2 tahun. Rencananya makmin akan memberikan kado ulang tahun sebagai sarana sounding untuk menyapih ASI dan toilet training. Yup! Rewards bagi anak makmin kalau lulus sapih dan toilet training akan diajak jalan-jalan ke Jogja. Doain ya, semoga prosesnya lancar. Aamiin.

Nah, berikut beberapa destinasi wisata edukasi yang pengen banget ngajak anak ke sini. Selain rekreasi, juga akan membangun semangatnya belajar. Mengenalkan kalau belajar itu asyik. Sekaligus mengeksplorasi ketertarikan si kecil. Mengasah bakat dan cita-citanya kelak. Makmin juga ada artikel 4 Manfaat Travelling Sejak Dini Bagi Anak yang mendasari rewards saat ini.

1. Gembira Loka Zoo

Kebun binatang memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Tak terkecuali anak makmin. Tujuannya sih mengenalkan anak berbagai macam binatang yang selama ini hanya melalui gambar dan video. Dengan melihat langsung, harapannya, si kecil bisa menyayangi binatang. Yang paling penting nggak takut. Dari ketertarikan, semoga anak makmin jadi tambah semangat baca-baca terkait dunia binatang. Minat baca bisa datang dari mana saja kan?

Sebelumnya makmin pernah mengajak dia ke Kebun Binatang Juruk di Surakarta. Dan, dia nggak mau pulang. Jadi ga sabaran pengen ngajak anak ke Gembira Loka. Pasti tambah seru karena binatangnya lebih banyak. Dan, penataannya lebih bagus. Tiket masuk Gembira Loka pada hari biasa 25.000 sedangkan hari sabtu-minggu dan hari libur 35.000.

Oya, target utama pengen ngajak anak si kolam tangkap ikan, menunggang gajah, dan menunggang Unta. Masing-masing tiketnya 10.000 & 35.000. Semoga si kecil berani ya.

2. Taman Pintar

Seperti namanya, Taman Pintar ditujukan pemerintah bagi anak didik untuk memperdalam pemahaman soal materi-materi pelajaran yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi. Bagi anak usia 2 tahun, pasti sangat menyenangkan melihat sesuatu yang baru. Plus, menanamkan dalam benak anak bahwa belajar itu menyenangkan, lho! Inilah mengapa tujuan makmin mengajak anak ke tempat-tempat wisata edukasi. Makmin ingin membangun rasa penasaran dan keingintahuan anak tentang segala hal.

READ  Dampak Serius Jika Minum Susu Berlebihan

Terdapat banyak wahana di Taman Pintar. Mulai dari planetarium, wahana bahari, kreasi batik, gerabah, lukis kaos, dino adventure, hand on science, dan kayaknya yang paling cocok untuk anak makmin adalah PAUD. Hehe

Untuk tiketnya pun beragam mulai dari 3.000 sampai 45.000. Silakan cek di website resmi taman pintar ya.

3. Museum Dirgantara

Memperkenalkan jenis profesi kepada anak-anak bertujuan untuk menggali potensi yang terpendam. Mungkin mereka akan langsung bercita-cita menjadi pilot atau bekerja di angkatan udara begitu diajak ke museum dirgantara. Kemudian dengan gagah berani mempelajari seluk beluk tentang pesawat dan syarat menjadi menerbangkannya. Walaupun, bisa jadi berubah dengan seiring waktu dan info-info baru. Namun, semangat belajarnya yang perlu diapresiasi dan tentu ditumbuhkan. Siapa tahu menjadi penerus Bapak Habibie yang bisa membuat pesawat.

Dari beberapa ulasan, dikatakan bahwa di museum dirgantara ini terdapat kurang lebih 10.000 koleksi. Wow! Keren banget kan? Gimana nggak betah tuh anak-anak. Ada pesawat terbang, diorama, foto, baju dinas, dan lain-lain.

Museum yang dibuka pukul 08.00-15.00 ini tiket masuknya murah lho. Hanya sekitar 5.000 rupiah. Oya, kalau salah info, mohon dikoreksi di kolom komentar ya. Karena makmin hasil searching kesana kemari konon katanya 5.000-an. Xixi

4. Museum Mainan Anak Kolong Tangga

Kreativitas tanpa batas harus dipupuk sejak dini. Makmin sadar bahwa mendidik anak generasi alpha ini harus lebih kreatif dan tentu menarik. Pakar mengatakan bahwa anak yang memiliki kreativitas tinggi akan mampu bertahan menghadapi tantangan. Nah, apa hubungannya dengan museum mainan anak kolong tangga ini?

Sebab, museum ini memiliki ratusan mainan tradisional buatan tangan serta objek yang berkaitan dengan dunia anak dari seluruh wilayah Indonesia serta Mancanegara. Dan, satu-satunya di Indonesia. Makmin ingin memperkenalkan bahwa jaman dulu sebelum adanya mainan pabrik, mainan inilah yang menemani anak-anak setiap harinya. Handmade, dapat meningkatkan imajinasi anak-anak bukan? Mengasah kemampuan motorik dan sensoriknya.

Oya, museum ini letaknya di belakang taman pintar, tepatnya di lantai dua gedung Taman Budaya Yogyakarta. Jadi, pas banget kan, setelah belajar sains yang modern di Taman Pintar, mampir ke sini.

READ  5 Tips Ampuh Membangkitkan Mood Booster

Tiketnya pun murah lho, hanya 4.000 rupiah. Jogja ini memang surganya wisata ya. Harganya terjangkau, kualitasnya memukau. Oya, jam bukanya jam 09.00 sampai 16.00 WIB. Tertarik untuk kesana?

5. Museum Biologi UGM

Wajib banget untuk ke sini deh kayaknya. Setidaknya menjejakkan kaki di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Makmin nggak memaksa sih anak harus kuliah di UGM, tetapi makmin mau memperkenalkan bahwa ada lho museum yang bisa menjelaskan secara detail ketertarikan anak akan dunia binatang dan tumbuhan. Seperti yang sudah makmin jelaskan di atas bahwa anak makmin suka banget sama binatang, jadi nggak ada salahnya mengajak anak ke museum biologi UGM untuk melihat binatang dari perspektif yang berbeda.

Apa tidak terlalu dini makmin? Nggak dong, kenangan masa kecil ini sangat penting. Kenangan akan belajar yang menyenangkan. Apa masih ingat nantinya? Ya, yang penting, di usia 2 tahun ini, memori yang membahagiakan dan hal-hal baru harus dibentuk. Ingat secara detail saat dewasa mungkin tidak. Tetapi, membentuk rasa keingintahuannya agar terus berkreasi bisa jadi iya.

Terdapat lebih dari 4,000 spesimen binatang dan tumbuhan di sini. Kerangka Gajah Nyi Bodro yang berasal dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Badak Jawa, Dugong, Kuda, dan Walabi menjadi koleksi andalan. Koleksi tumbuhan terdapat beragam tanaman herbarium serta tanaman pengobatan tradisional yang khas dan menarik. Hmm.. jadi ahli jamu juga bagus lho, nak. Karena sekarang cenderung back to nature ya.

Sebagai info tambahan, museum hanya buka di hari kerja pukul 07.30-16.00 WIB. Jumat tutup lebih awal pukul 15.00 WIB. Tiket masuknya cukup 7.000 rupiah.

6. Museum Coklat Monggo

Agar hobi makan tak sekedar menjadi hobi dan tumpukan lemak di sana-sini, mengunjungi museum coklat monggo harus dimasukkan ke daftar kunjungan. Agar anak mengerti bahwa semuanya butuh proses. Tidak ada yang instan. Meskipun coklat yang dimakan kecil, tapi prosesnya panjang. Ya, sekaligus mengajak anak menghargai makanan.

READ  Destinasi Honeymoon: Tim Gunung atau Tim Pantai? Yuk, Bahas Asyik dengan Pasanganmu!

Museum coklat monggo buka dari jam 09.00-17.00 WIB. Disini kita bisa belajar banyak tentang sejarah coklat, perkebunan coklat, cara pembuatan, merek-merek coklat terkenal, dan bisa buat coklat versi kamu sendiri. Masuk ke museum coklat monggo ini tidak dipungut biaya alias gratis. Seneng banget makmin nulisnya. Haha

7. Museum Bahari

Setelah tadi mengenal tentang pesawat, anak makmin yang suka air ini wajib banget diajak ke Museum Bahari. Bagian depan yang nampak seperti anjungan kapal akan menarik minat siapa pun untuk melihatnya lebih dalam.

Untuk anak usia 2 tahun, target makmin hanya mengenalkan tentang kapal dan profesinya. Untuk sejarah kekuatan militer kelautan Indonesia mungkin belum saatnya. Ya, paling dia akan tertarik dengan senjata-senjata yang ada di museum. Hehe

Setidaknya anak tahu apa itu kapal, digunakan dimana, kemudi kapal, dan hal-hal menarik tentang perkapalan. Karena kami tinggal di gunung dan hampir tidak pernah berinteraksi dengan kapal dan laut, jadi ke Museum Bahari ini jadi salah satu list wajib.

Oya, hari senin museum ini justru libur ya, temans. Buka selasa-minggu pukul 08.30-16.00 WIB. Harga tiketnya super murah. Info dari gudeg.net, tiket masuknya hanya 2.000 rupiah. Catatan tambahan, harga bisa berubah ya. Jadi, bisa dicek dulu mungkin sebelum ke sana.

Menjelajahi wisata edukasi sudah dipastikan tidak cukup dalam sehari. Apalagi mood anak bisa saja berubah yang artinya mengubah jadwal wisata. Nah, oleh sebab itu, makmin butuh penginapan yang fleksibel juga. Kebetulan makmin habis dapat info ada sewa harian apartemen di Jogja. Setelah kepo-kepo ternyata asyik juga nginep di apartemen. Setiap cari penginapan, sekarang diutamakan ramah anak. Kalau biasanya nginep di hotel, sekarang nggak ada salahnya ngajak anak pengalaman baru nginep di apartemen. Duh, jadi nggak sabar anak makmin lulus sapih dan toilet training.

Views: (163)
error: Content is protected !!
WhatsApp chat