Apakah Sukulen Stapelia gigantea Tumbuhan Karnivora? Simak fakta berikut! - Makarame

Apakah Sukulen Stapelia gigantea Tumbuhan Karnivora? Simak fakta berikut!

Sukulen Stapelia gigantea terkenal memiliki bunga yang cantik dan berukuran besar. Siapapun yang melihatnya pasti akan suka pada pandangan pertama. Tumbuhan Stapelia gigantea yang bisa mencapai tinggi hingga 20 cm dan ketebalan batang 3 cm ini memang terkenal memiliki bunga yang besar dengan diameter hingga 30 cm. Warna bunga dari tanaman sukulen dengan nama lain Stapelia grandiflora ini ada dua, yaitu warna merah dan kuning. Dengan lima kelopak besar yang menyerupai bintang di langit, corak bunga yang tidak biasa dengan detail garisnya seperti batik mega mendung, dan bulu-bulu halus di sekitarnya menambah eksotis bunga Stapelia gigantea ini. Tak terkecuali para lalat! Hah, lalat? Yup! Bunga ini sangat disukai oleh lalat. Apakah Stapelia gigantea termasuk tumbuhan karnivora? Simak beberapa fakta berikut!

Bunga Stapelia gigantea Berbau Busuk atau Bau Bangkai Daging

Dibalik kecantikannya, ternyata bunga Stapelia gigantea ini memiliki bau busuk atau bau bangkai (daging). Tentu apalagi tujuannya kalau bukan untuk menarik perhatian para lalat. Bunga yang juga dikenal dengan sebutan Starfish Flower ini membutuhkan kehadiran lalat untuk membantu melakukan polinasi atau penyerbukan. Jadi, kalau kalian melihat bunga Stapelia gigante kalian sedang dihinggapi lalat, itu tandanya sedang ada penyerbukan. Dan, menuju kabar gembira kalau bunga kalian akan menghasilkan biji/benih individu baru. Selamat ya!

Dari pengalaman beberapa kawan yang memiliki tanaman sukulen ini, antara mau senang atau sedih. Senang karena bunganya yang cantik, sekaligus sedih karena kalau lalat sudah mendekat, tak lagi sedap dipandang mata. Ya, kebanyakan dari kita tidak suka keberadaan lalat ini bukan? Apalagi jika lalat sudah bertelur di situ. Aduh, kok kayak jijik banget gitu ya. Tapi tenang, meskipun telur lalat ini bisa saja menetas, tetapi tidak akan berkembang menjadi lalat baru karena memang tidak terdapat nutrisi yang cukup untuk para larva ini.

Telur Lalat pada Bunga Starfish Flower (gambar dari Etsy.com)

Tidak berhenti sampai di sini, kita juga harus menyiapkan mental untuk menghadapi kenyataan bahwa telur dan larva lalat ini akan mengundang banyak semut untuk mengambil si telur dan larva lalat. Tapi, menurut saya ini adalah sebuah fenomena yang luar biasa lho! Karena di sini kita bisa melihat adanya simbiosis mutualisme antara Stapelia gigantea dengan lalat yang kemudian sebuah sistem rantai makanan terbentuk dari tumbuhan yang juga dikenal dengan nama Zulu Giant ini. Bayangkan keseimbangan sebuah ekosistem tercipta dari tumbuhan dengan nama lain Giant Toad Plant ini. Bisa nih dijadikan tugas biologi. Hehe

Sekelompok semut mengambil telur dan larva mati dari bunga Stapelia gigantea (sumber youtube Locos por las plantas)

HALAU LALAT DENGAN SEGALA KONSEKUENSINYA

READ  Tata Cara Perawatan & Budidaya Sukulen Tasbih (String of Pearls)

Buat teman-teman yang tidak suka dengan kondisi alami dari bunga Stapelia gigantea, bisa juga kok melakukan pilihan dengan menghalau para lalat ini. Misalnya, menyemprotkan sedikit air ke bagian bunga atau membuat rendaman air bunga mawar/bunga harus yang lainnya dan kemudian disemprotkan ke bagian bunga. Maka, proses penyerbukan dan pembuahan alami tidak akan terjadi. Namun, tidak akan pula menghasilkan biji dan usia bunga mungkin tidak terlalu lama karena memang tidak ada aktivitas di dalamnya. Tetapi, tidak masalah sih buat saya pribadi karena sukulen ini sangat mudah mengembang-biakkannya. Tinggal dipotong saja beberapa tunas batangnya kemudian setelah luka kering, bisa ditanam lagi. Apalagi, tunas Stapelia gigantea ini sangat rajin bertumbuh,

Stapelia gigantea Termasuk Tumbuhan “Bunga Bangkai” (Carrion Flowers) Bukan Bunga Karnivora. Mengapa dan Apa Perbedaannya?

Nah, dari penjabaran di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa Stapelia gigantea bukan merupakan bunga atau tumbuhan karnivora melainkan termasuk ke dalam bunga bangkai (carrion flowers), yaitu bunga yang memiliki bau tidak sedap atau bau busuk atau bau seperti bangkai hewan yang memang disukai oleh lalat karena menurutnya adalah daging yang penuh dengan nutrisi. Apakah perbedaannya?

Bunga Karnivora memakan dan menyerap nutrisi hewan yang terperangkap di bunga, sedangkan bunga bangkai (carrion flowers) membutuhkan hewan yang datang untuk membantu penyerbukan. Jadi, sekarang sudah tahu perbedaannya ya, guys! Masih tertarik untuk merawat Stapelia gigantea? Tertarik untuk melihat langsung fenomena luar biasa ini? Silakan dipinang Stapelia gigantea-nya di sini.

Kiri: Bunga Stapelia gigantea Merah (gambar dari Flickr)
Kanan: Bunga Stapelia gigantea Kuning (gambar dari World of Succulents)

WhatsApp chat