Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam merawat sukulen adalah terbakarnya sukulen karena terlalu lama terpapar sinar matahari yang sangat terik. Seperti halnya kulit kita yang dapat terbakar sinar matahari, sukulen pun demikian. Jadi, penempatan tanaman pun harus diperhatikan baik-baik ya. Sebenarnya, sudah pernah saya ulas di artikel “Agar Kaktus Tidak Mudah Busuk.” Kurang lebihnya sebagai berikut:

Tempatkan tanaman yang cukup matahari. Jika di dalam ruangan, jemur 3-4 hari sekali. Sebaiknya terkena sinar matahari pagi/sore selama 4-6 jam. Hindari panas terik untuk menghindari sunburn terutama jenis sukulen (daun-daunan). Bisa juga dengan disiasati pemberian kanopi/plastik UV dan paranet untuk menlindungi sukulen terpapar sinar matahari secara langsung.

Nah, tapi bagaimana kalau sudah terlanjur terbakar sinar matahari? Untuk sukulen yang terkena sunburn ringan, masih bisa kembali seperti semula. Sedangkan yang sudah terlanjur kecoklatan, maka akan menjadi permanen. Namun, tetap bisa tumbuh besar dengan baik setelah dilakukan perawatan sebagai berikut:

  • Pertama-tama, pindahkan tanaman ke tempat yang terhindar sinar matahari secara terik.
  • Kedua, siram secara berkala dengan tetap memperhatikan kelembapan tanahnya.

Semoga berhasil!

Bagi teman-teman yang punya pengalaman merawat sukulen yang terbakar matahari, boleh dong dishare ilmunya di kolom komen. Kita belajar bareng di sini. Tambah ilmu, tambah teman, semoga tambah sehat dan banyak sukulennya. Aamiin.

 



Sumber artikel dan gambar:

https://harddy.com/blogs/succulent-tips-and-tricks/succulent-sunburn-treatment-care-tips

Sunburned Succulents & Summer Care

(0)

Merawat sukulen bisa jadi memiliki seni tersendiri. Seperti tata cara perawatan yang sudah dipaparkan di sini, meskipun sukulen terkenal memiliki perawatan yang mudah, namun tetap memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya tidak menyiram air secara berlebihan. Kita tahu bahwa sukulen adalah penyimpan air yang baik. Jadi, tidak usah terlalu sering menyiramnya.

Lalu apa jadinya kalau kebanyakan air?

Untuk beberapa kasus tertentu (tidak semua tanaman), daun sukulen akan mengalami keretakan/pecah karena air merusak dinding selnya. Hal ini disebabkan jumlah air yang berlebihan pada tumbuhan akan meningkatkan tekanan turgor. Tekanan turgor adalah tekanan yang mendorong membran sel terhadap dinding sel sehingga tumbuhan menjadi pecah. (Jadi belajar biologi lagi ya. Hehe)

Sedangkan untuk beberapa tanaman, sukulen akan membusuk jika terlalu banyak disiram.

Lantas bagaimana cara mengatasi daun yang sudah terlanjur retak?

Untuk memperbaiki, jelas sudah tidak memungkinkan ya, karena tidak ada jasa menjahit luka seperti operasi pada binatang atau manusia. Hehe

Namun, jangan dulu bersedih hati, kita masih bisa memanfaatkan daun yang retak ini untuk memperbanyak tanaman sukulen melalui stek daun. Cara budidaya tanaman sukulen dengan stek daun bisa dibaca di artikel ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil ya!

Oya, bagi yang memiliki pengalaman dengan daun sukulen yang retak bisa dong berbagi di komen. Siapa tahu kita bisa saling bertukar ilmu dan semakin pintar merawat tanaman.

 



Sumber artikel dan gambar:

http://masteringhorticulture.blogspot.com/2011/01/one-reason-not-to-over-water-succulents.html

https://www.helpfulgardener.com/forum/viewtopic.php?t=69242

(0)

I AM CACTUS

MADE UP OF THORNS

BUT STILL MANAGING

TO GROW FLOWERS

(Jennae Cecelia)

 

Kita tidak bisa memilih sebagai siapa kita diciptakan. Pastilah kebanyakan dari kita akan memilih dilahirkan di keluarga yang terpandang, mapan, harmonis, dekat dengan Allah, dan kondisi-kondisi positif lainnya. Tetapi sayangnya kita tidak bisa memilih. Hanya ada satu sikap yang bisa kita lakukan yaitu menerima segala kondisi yang melekat pada kita. Justru, posisikan kita sebagai “hamba terpilih.”

Ya, rencana Allah adalah yang paling sempurna. Karena Ia adalah Sang Sutradara yang memiliki alam semesta dan segala isinya. Allah memilih kita di posisi kita saat ini pastilah bukan tanpa sebab dan tujuan. Kita terpilih untuk memerankan peran kita saat ini karena kitalah yang mampu memerankannya. Seperti halnya sebuah film bukan? Setiap orang akan mendapatkan peran sesuai hasil casting. Allah-lah yang telah melakukan casting dengan sempurna akan ditempatkan di rahim siapakah kita.

Mungkin kita bisa meneladani kaktus. Apa yang terbersit di benak kita saat kita mendengar kata kaktus? Yup! DURI. Namun, siapa sangka saat ini justru kaktus mendapatkan tempat di hati para pecinta bunga dan dekorasi. Kaktus pun ternyata memiliki bunga yang indah untuk dinikmati. Menghasilkan buah yang bergizi tinggi. Menghalau polusi dan radiasi. Serta banyak kelebihan lain yang akhirnya kita ketahui satu per satu. Membuatnya menjadi primadona di kalangan pecinta bunga.

JADILAH KUAT

Tanaman kaktus terkenal kuat di berbagai kondisi. Panas terik hujan tak dirasa. Tetap berdiri gagah di tempatnya. Memberikan keindahan kepada alam semesta.

Apapun yang terjadi pada dirimu saat ini. Jadilah kuat dan berikan yang terbaik. Jadilah oase bagi dirimu sendiri dan orang di sekitarmu. Inilah peran yang harus kamu mainkan dengan sebaik mungkin.

FOKUS DAN KEMBANGKAN POTENSI

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meratapi kekurangan tak akan merubah kehidupan. Yang ada justru waktu terbuang. Fokus pada kelebihanmu. Gali terus potensi yang ada di dalam diri kita dan jadilah ahli di bidang yang kita geluti.

NIKMATI HIDUP DAN BERPETUALANGLAH

Keluar dari zona nyamanmu dan mulai jelajahilah selagi ada waktu. Kaktus membutuhkan matahari untuk tumbuh dan berkembang. Begitu pula diri kita, jadilah saksi matahari terbit dan terbenam dari segala penjuru belahan dunia. Hidup kita bukan hanya di dalam ruangan saja. Bergaulah dengan banyak teman tapi tetap di jalurmu yang benar. Ambil pelajaran dari setiap orang dan budaya yang kita temui.

BERSABARLAH PADA PROSES

Everything takes time. Untuk melihat kaktus berbunga, seringkali kita harus menunggu berbulan-bulan. Namun tidak ada penantian yang sia-sia bukan? Nikmatilah proses yang harus kita lalui untuk menuju sukses. Sukses memiliki definisi yang berbeda-beda bagi setiap orang. Terkadang kita harus berhenti saling membandingkan. Bahagia seringkali tidak bisa ditakar. Nikmatilah dalam sabar.

SETIAP ORANG BERHARGA

Berduri tidak menghalangi kaktus menjadi primadona di kelasnya. Begitu juga kita. Kita diciptakan bukan tanpa alasan. Jadilah bermanfaat. Jadilah pribadi yang selalu dirindukan kehadirannya karena kita menyenangkan dan bermanfaat bagi sesama. Bukankah sebaik-baik hamba adalah yang paling bermanfaat bagi sesama?

 

 

 

 



Sumber Gambar:

https://www.aliexpress.com/item/Laeacco-Nature-Backgrounds-Cactus-Desert-Hillside-Blue-Sky-Cloudy-View-Scenic-Photo-Backdrops-Photocall-Photo-Studio/32923502644.html

Pinterest: Visit Tucson

 

(0)
WhatsApp chat