Cara Mengatasi Kutu Putih Tanaman Kaktus dan Sukulen - Makarame

Cara Mengatasi Kutu Putih Tanaman Kaktus dan Sukulen

Manfaat tanaman kaktus dan sukulen sebagai penghalau radiasi dan polusi membuat tanaman ini menjadi tanaman indoor favorit yang menemani aktivitas generasi milenial. Terlebih, kaktus dan sukulen juga aman di dalam ruangan meskipun malam hari karena tanaman ini mampu menyerap CO2 di malam hari. Harganya yang relatif murah dengan jenis yang variatif, membuat tanaman kaktus dan sukulen banyak diburu tidak hanya sebagai hiasan atau koleksi, namun juga souvenir berbagai acara. Perawatannya pun relatif mudah. Seperti yang sudah saya tuliskan di artikel Mengenal Hama dan Penyakit Kaktus, tanaman kaktus dan sukulen pun tak lepas dari gangguan dari lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah kutu putih. Namun, teman-teman tidak perlu khawatir, karena masih bisa diatasi jika ditangani dengan tepat. Yuk, simak langkah-langkah berikut ini:

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa kutu putih ini merupakan salah satu serangga yang bandel dan suka menyembunyikan diri di sela-sela tanaman sehingga terkadang terlambat untuk terlihat. Kutu putih ini melemahkan kaktus dan sukulen karena menyerap nutrisi pada batang atau daun inangnya. Nah, hal ini dapat menyebabkan kerdilnya tanaman kaktus dan sukulen alias gagal tumbuh. Selain itu, kutu putih juga dapat mengubah bentuk batang dan daun menjadi tidak beraturan, membuat daun dan batang menguning, atau yang paling sering ditanyakan oleh konsumen makarame adalah gugurnya daun-daun sukulen alias rapuh. Kutu putih ini seringnya ditemukan di titik tumbuh, di urat daun, atau pangkal daun.

Dari mana datangnya Kutu Putih?

Yang sangat perlu diperhatikan bahwa faktor-faktor berikut bisa menyebabkan serangan dari kutu putih.

  • Tanaman baru. Misalnya, setelah kita membeli tanaman baru, coba perhatikan dengan detail apakah ada tanda-tanda tanaman baru kita membawa kutu putih. Karena kutu putih ini bisa menular.
  • Tanah yang terkontaminasi kutu putih. Ada baiknya, saat membeli tanaman baru, coba dibongkar terlebih dahulu, perhatikan tanahnya. Ini berhubungan dengan poin pertama tadi ya.
  • Terserang dari lingkungan umumnya saat musim panas. Jadi, sering-sering diperhatikan ya tanamannya.
  • Bisa jadi terkena dari sayur atau buah-buahan di dekatnya.
  • SEMUT. Nah, sering lihat semut keluar masuk tanah di pot? Bongkar dan ganti tanah ya! Semut suka membawa kutu putih karena ada simbiosis mutualisme. Semut suka dengan residu makanan yang dihasilkan oleh kutu putih.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Bagian paling ditunggu-tunggu nih! Cara mengatasi kutu putih. JANGAN GUNAKAN PESTISIDA. Kutu putih sangat resisten dengan pestisida. Justru daya tahan tubuhnya akan semakin kuat. Gunakan larutan dari sabun cuci piring, sabun bayi, detergen, atau alkohol gosok yang biasa digunakan sebagai antiseptik. Bisa menggunakan sikat gigi lembut atau cotton bud. Bisa dengan dioleskan, atau direndam dalam cairan.

Pencegahan?

Supaya tidak balik lagi, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan:

  • Sering-sering ditengok dan diajak ngobrol ya tanamannya.
  • Cek tanah dan pot. Karena seringkali kutu putih tidak langsung terlihat di daun atau batang tanaman, tetapi justru melalui akar.
  • Jika membeli tanaman baru, perhatikan lebih detail. Termasuk kondisi tanah dan potnya.

Semoga tips singkat ini bisa bermanfaat untuk tema-teman. Jika ada yang ingin ditambahkan, bisa langsung komen di bawah ya. Sangat ditunggu sharing-nya.


sumber gambar dan artikel: https://getbusygardening . com/how-to-kill-mealybugs/

WhatsApp chat