Acara pernikahan menjadi momentum yang sangat istimewa karena tidak akan pernah terulang. Oleh sebab itu, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang. Termasuk pernak-pernik kecil yang terkadang terlupakan. Salah satunya pulpen cantik untuk tanda tangan buku/dokumen pernikahan dan buku tamu. Menggunakan pulpen yang cantik akan membuat suasana makin romantis. Foto dokumentasi pun makin meriah. Berikut beberapa contoh pulpen bunga yang bisa dipilih sebagai referensi. Baca Selengkapnya

(0)

Permasalahan sampah diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Salah satunya adalah sampah pulpen dan kain perca. Pulpen sebagaimana kita tahu, hampir setiap orang menggunakannya. Bukan hanya pelajar, tetapi hampir semua orang. Harga isi ulang dan pulpen baru yang relatif hampir sama, membuat beberapa orang enggan membeli isi ulang. Mereka lebih memilih membeli pulpen baru. Pun bisa memilih model yang lain misalnya. Oleh karena itu, makarame mencoba untuk melakukan upcycle terhadap sampah pulpen ini. Selanjutnya, dimodifikasikan dengan sampah kain. Sebagaimana kita tahu bahwa perkembangan fashion memberikan dampak lain pada sisa kain. Lantas, kami mencoba mengolahnya menjadi pot cantik. Mau tahu seperti apa saja model pulpen alfabet kita? Yuk, cek di sini! Baca Selengkapnya

(0)

D’EcoPen (Decorative & Eco-Friendly Ballpoint Pen) adalah sebuah produk dari Makarame Eco Friendly Crafts, yaitu pulpen yang sekaligus dapat digunakan sebagai hiasan, pincushion, photo/card holder, dan manfaat lain sesuai kreasi Ecoist. D’EcoPen merupakan produk recycle yang memanfaatkan aneka limbah anorganik seperti pulpen, perca, kaleng, kemasan plastik, busa, dan lain sebagainya.

ballpoint,pen,flower,bunga,cactus,kaktus,makarame,fabric,scrap,foam,handmadeballpoint,pen,flower,bunga,cactus,kaktus,makarame,fabric,scrap,foam,handmade ballpoint,pen,flower,bunga,cactus,kaktus,makarame,fabric,scrap,foam,handmade ballpoint,pen,flower,bunga,cactus,kaktus,makarame,fabric,scrap,foam,handmade

Gagasan pengolahan limbah anorganik ini sendiri bermula dari keprihatinan para penjahit di Desa Sumowono yang memilih membakar perca ataupun membuangnya di tempat sampah karena tidak laku dan tak ada tempat jika terus disimpan. Padahal, pembakaran sampah sendiri dapat menimbulkan pencemaran udara. Bumi sendiri membutuhkan waktu 30-40 tahun untuk mengurai perca-perca ini. Tak hanya sampai di situ, penurunan harga & lesunya jual beli sampah anorganik yang terjadi ±8 bulan belakangan ini juga mempengaruhi peningkatan penumpukan sampah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengolahan yang lebih tepat. Salah satunya dengan menjadikannya kerajinan D’EcoPen. Baca Selengkapnya

(0)
Semoga artikelnya bermanfaat ya. Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar ^.^