Dzikir pagi dan petang sesuai sunnah ini merupakan dzikir yang dianjurkan untuk senantiasa diamalkan. Bahkan tertuang dalam Al-Qur`an Surat Al-Ahzab ayat 41 sampai 42:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا , وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang,” (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Segala sesuatu yang dianjurkan langsung oleh Allah SWT pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Maka, akan banyak manfaat dan keberkahan yang akan kita dapatkan jika kita mengamalkannya. Mari kita telaah apa saja manfaat, kapan waktu yang dianjurkan untuk membacanya, dan doa apa saja yang sebaiknya dibaca.

Continue Reading…
(0)

Menjadi ibu rumah tangga dengan rutinitas yang sama namun tantangan berbeda, terkadang membuat suasana hati menjadi naik turun. Waktu untuk diri sendiri yang terbatas, membuat ibu rumah tangga kesulitan mengatur me time untuk sekedar healing tipis-tipis. Salah satu yang saya lakukan adalah bermain game sederhana dari Solitire.org. Game kartu yang sudah saya mainkan sejak SMP di mana pertama kali saya mengenal komputer. Saat itu, masih komputer sederhana pentium 3. Dan, ya, sampai sekarang saya menjadi seorang ibu, saya rasa permainan itu yang paling mudah. Tidak perlu berpikir keras dan tentu tidak kecanduan karena kita bisa berhenti kapan saja tanpa takut kehilangan sesuatu. Seridaknya berikut manfaat positif bermain game yang saya rasakan sebagai ibu rumah tangga.

Continue Reading…
(17)

Kementrian Agama (Kemenag) mengeluarkan ketetapan baru yaitu penggantian logo halal. Tidak hanya penggantian logo halal saja, namun sertifikasi makanan halal pun kini tak lagi melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tetapi diambil alih oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag. Kemenag menggunakan bentuk gunungan dan motif surjan. Berikut filosofi logo halal Indonesia baru yang penting untuk kita ketahui!

Continue Reading…
(1)

Tak terasa rangkaian seleksi warga Kampung Komunitas Ibu Profesional tahun 2021/2022 sudah mencapai puncaknya. Proses yang sangat panjang yaitu kurang lebih sekitar 5 bulan masa seleksi untuk benar-benar nantinya akan dinyatakan lulus atau tidak lulus masuk sebagai warga Kampung Komunitas Ibu Profesional. Mungkin hal ini untuk menyaring calon warga-warga mana saja yang serius dan hanya coba-coba saja. Saya sendiri belum 100% yakin akan lulus karena keterbatasan diri saya sebagai seorang ibu rumah tangga dengan segala tantangannya. Besar harapan bisa lulus menjadi warga Kampung Komunitas Ibu Profesional agar tak lagi menjadi katak dalam tempurung. Ingin membuka wawasan lebih luas lagi dan memaksimalkan potensi diri yang ada setelah hampir 5 tahun menarik diri dari segala aktivitas berkomunitas. Di akhir rangkaian kali ini, kami para calon warga kampung komunitas diminta untuk membuat Festival Warga antar regional. Sungguh tantangan yang sangat menarik karena pastinya harus menyatukan ide dari berbagai regional dalam satu kegiatan dalam waktu yang singkat. Nah, apa saja Festival Warga kali ini? Yuk, kita simak beberapa resume dari 4 Festival Warga berikut!

Continue Reading…
(0)

Setiap orang diciptakan dengan karakternya masing-masing. Ada yang terlahir dengan karakter yang penuh dengan kepercayaan diri meskipun di lingkungan baru dan mampu menjaga suatu hubungan dengan baik. Bahkan dikenal sebagai pemersatu kelompok alias orang yang mampu menghidupkan suasana. Namun, ada pula orang yang berkecil hati untuk hadir atau sekedar menampakkan dirinya dalam sebuah lingkungan baru. Tak terkecuali dalam sebuah komunitas. Padahal, ada banyak manfaat jika kita bergabung dalam sebuah komunitas yang tepat. Tapi, tidak semua orang bisa dengan mudah memutuskan untuk berkomunitas dengan berbagai alasan. Salah satunya tidak percaya diri atau rendah diri. Nah, bagaimana cara kita membangun dan menumbuhkan rasa percaya diri untuk berkomunitas dalam rangka mengembangkan potensi diri? Simak penuturan dari teman-teman Kampung Komunitas Ibu Profesional kali ini yuk! Siapa tahu, kamu bisa menemukan jawabannya di sini!

Continue Reading…
(13)

Tidak terasa bahwa pendaftaran dan masa orientasi Calon Warga Kampung Komunitas Ibu Profesional sudah memasuki bulan ke-3. Masa yang cukup panjang untuk sebuah proses penyaringan menjadi warga Kampung Komunitas Ibu Profesional. Tujuannya tak lain tak bukan untuk memperkenalkan lebih dalam tentang Kampung Komunitas. Apakah betul komunitas ini yang kita cari ataukah hanya latah mendaftar saja. Kali ini kita akan berkenalan dengan program unggulan dari masing-masing regional. Yuk, program unggulan apa saja sih yang ada di Kampung Komunitas?

Continue Reading…
(0)

Seiring perkembangan zaman, berkembang pula preferensi atau kesenangan para penghuninya. Koran dan majalah pernah menjadi menu sarapan favorit bagi pencari berita yang kemudian pelan-pelan tergeser kedudukannya oleh berita online. Banyak penerbit majalah dan koran yang kemudian beralih mengikuti zaman dan mengurangi produksi fisiknya yang tak lagi digemari. Teknologi yang berkembang pun membuka kesempatan besar bagi para penulis lepas untuk mengabarkan informasi terkini tanpa harus menjadi wartawan terlebih dahulu. Lalu mulai berkembanglah penulisan blog atau diary online dengan gaya penulisan yang asyik, penyampaian informasi yang unik, dan diskusi yang menarik antar pembaca dan penulis membuat blog kemudian tumbuh dengan penggemar loyal tersendiri. Namun, bukan hidup namanya jika tanpa perubahan yang dinamis. Pembaca blog pun kini mulai terdistraksi dengan trend video blog atau vlog. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak pengguna gadget yang kini lebih menyukai video daripada ulasan panjang dalam bentuk tulisan. Beberapa penulis blog pun ada yang kemudian memfokuskan diri pada pembuatan vlog di youtube maupun video singkat di reels/tiktok. Lantas, apa yang membuat sebagian lagi tetap bertahan pada aktivitas menulis blog? Cukup 5 alasan ini yang membuat saya tetap menulis blog. Mungkin ada alasan yang relate juga dengan kamu? Yuk, ngobrol bersama!

Continue Reading…
(18)

Rangkaian masa orientasi calon warga Kampung Komunitas masih sangat panjang. Dalam rangkaian acara ini kita diajak mengenal lebih dalam tentang Kampung Komunitas agar tumbuh rasa cinta, menggali lagi apakah Kampung Komunitas sudah sesuai dengan apa yang kita bayangkan atau sedang kita cari, dan tentu menumbuhkan semangat untuk ikut berperan aktif dan tumbuh di dalamnya. Memasuki rangkaian Gelanggang Inspirasi Dapur Komunitas dan Ketua Kampung Komunitas kali ini, kita akan diajak untuk melihat kegiatan apa saja sih yang ada di Kampung Komunitas. Kira-kira kita akan bergabung di kegiatan apa dan apakah sudah sesuai dengan passion yang kita miliki. Hal ini mengingatkan saya pada saat masa orientasi mahasiswa di Kampus. Ada pameran sejumlah organisasi di Balairung. Di sana kita diajak melihat dan mengenal beragam organisasi yang menarik di kampus. BEM, Himpro (Himpunan Profesi), OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah), dan masih banyak lagi. Nahk, kalau di Kampung Komunitas ada apa saja ya? Yuk, kita simak beberapa penjelasan berikut ini:

Continue Reading…
(1)

Menjadi seorang ibu tidak membatasi seorang perempuan untuk berkarya dan berdaya. Perjuangan dan tantanganya mungkin tidak akan pernah sama dengan pada saat masih belum memiliki pasangan dan anak. Tetapi, hidup itu memang tentang bagaimana menaklukkan tantangan dan ujian untuk menjadi lebih baik, bukan? Meskipun tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu ridho suami dan anak. Artinya, saat ibu berkarya dan berdaya, tidak lantas melupakan kewajibannya. Oleh sebab itu, inilah salah satu strong why saya bergabung dengan Ibu Profesional. Saya ingin tetap menjadi diri saya sendiri tanpa melupakan kodrat sebagai istri dan ibu. Saya ingin belajar dari Ibu Septi Peni Wulandari founder dari Ibu Profesional bagaimana beliau bisa berkolaborasi dengan suami dan anak-anaknya dalam mengembangkan kapasitas dirinya. Saya sadar bahwa saat saya memutuskan menjadi istri dan ibu, bukan hanya kebahagiaan saya saja yang harus saya perjuangkan tetapi juga suami dan anak-anak. Mau tau seperti apa perjalanan Ibu Septi yang sangat menginspirasi banyak ibu Indonesia? Yuk, simak Resume Gelanggang Inspirasi Founder berikut ini:

Continue Reading…
(8)

Berkomunitas merupakan salah satu cara seseorang untuk meningkatkan kapasitas dirinya seperti kemampuan bersosialisasi ataupun kemampuan akademisi. Salah satu komunitas yang menurut saya wajib untuk diikuti adalah Kampung Komunitas Ibu Profesional. Banyak sekali kegiatan menarik yang bisa kita ikuti untuk meningkatkan kapasitas diri. Terlebih di komunitas ini kita juga bisa berkumpul dengan anggota-anggota yang memberikan positive vibes untuk menguatkan kita sebagai seorang ibu dengan berbagi pengalaman, tempat curhat, belajar managemen waktu sebagai seorang ibu atau istri, dan masih banyak lagi.

Continue Reading…
(16)

Bagi warga Kabupaten Semarang, Perpanjangan SIM alias Surat Ijin Mengemudi saat ini lebih mudah dilakukan karena bisa dilakukan di Satlantas Polres Salatiga. Kemudahan ini terutama dirasakan oleh warga Kabupaten Semarang yang wilayahnya lebih dekat dengan Kota Salatiga. Dan, bagi yang mobilisasinya kebanyakan ke arah Kota Salatiga. Berikut ulasan tentang apa saja yang harus dipersiapkan, baik data maupun dana, dan proses yang harus dilalui saat akan memperpanjang SIM.

Continue Reading…
(0)

Seperti halnya mencintai, membenci juga jangan terlalu buta. Seringkali berita viral diwarnai dengan isu sensitif entah berkaitan dengan suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA). Kali ini, isu SARA mewarnai pencetakan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia. Narasi yang beredar menyatakan bahwa terdapat baju adat Cina, padahal setelah ditelusuri, baju tersebut merupakan baju adat Suku Tidung dari Kalimantan Utara. Berikut fakta menarik yang harus kalian ketahui tentang ilustrasi di balik uang 75.000 agar makin cinta Indonesia!

Continue Reading…
(0)

Peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia tahun ini sangat istimewa. Pasalnya, Bank Indonesia ikut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia yang ke-75 dengan mencetak uang pecahan baru senilai 75.000. Hmm, makmin penasaran sih, dengan alasan dibalik dicetaknya uang pecahan baru ini. Dan, tentu ingin juga menjadi salah satu warga negara yang memilikinya. Karena konon katanya uang pecahan 75.000 ini dicetak terbatas, yaitu hanya 75 juta lembar! Setiap KTP, hanya boleh mendapatkan 1 lembar. Nah, apakah kita salah satu yang beruntung mendapatkannya? Yuk, simak 2 cara mudah mendapatkan uang pecahan 75.000 agar kita bisa menjadi salah satu pemiliknya!

Continue Reading…
(1)