Filosofi Kaktus - Makarame

Filosofi Kaktus

I AM CACTUS

MADE UP OF THORNS

BUT STILL MANAGING

TO GROW FLOWERS

(Jennae Cecelia)

 

Kita tidak bisa memilih sebagai siapa kita diciptakan. Pastilah kebanyakan dari kita akan memilih dilahirkan di keluarga yang terpandang, mapan, harmonis, dekat dengan Allah, dan kondisi-kondisi positif lainnya. Tetapi sayangnya kita tidak bisa memilih. Hanya ada satu sikap yang bisa kita lakukan yaitu menerima segala kondisi yang melekat pada kita. Justru, posisikan kita sebagai “hamba terpilih.”

Ya, rencana Allah adalah yang paling sempurna. Karena Ia adalah Sang Sutradara yang memiliki alam semesta dan segala isinya. Allah memilih kita di posisi kita saat ini pastilah bukan tanpa sebab dan tujuan. Kita terpilih untuk memerankan peran kita saat ini karena kitalah yang mampu memerankannya. Seperti halnya sebuah film bukan? Setiap orang akan mendapatkan peran sesuai hasil casting. Allah-lah yang telah melakukan casting dengan sempurna akan ditempatkan di rahim siapakah kita.

Mungkin kita bisa meneladani kaktus. Apa yang terbersit di benak kita saat kita mendengar kata kaktus? Yup! DURI. Namun, siapa sangka saat ini justru kaktus mendapatkan tempat di hati para pecinta bunga dan dekorasi. Kaktus pun ternyata memiliki bunga yang indah untuk dinikmati. Menghasilkan buah yang bergizi tinggi. Menghalau polusi dan radiasi. Serta banyak kelebihan lain yang akhirnya kita ketahui satu per satu. Membuatnya menjadi primadona di kalangan pecinta bunga.

JADILAH KUAT

Tanaman kaktus terkenal kuat di berbagai kondisi. Panas terik hujan tak dirasa. Tetap berdiri gagah di tempatnya. Memberikan keindahan kepada alam semesta.

Apapun yang terjadi pada dirimu saat ini. Jadilah kuat dan berikan yang terbaik. Jadilah oase bagi dirimu sendiri dan orang di sekitarmu. Inilah peran yang harus kamu mainkan dengan sebaik mungkin.

FOKUS DAN KEMBANGKAN POTENSI

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meratapi kekurangan tak akan merubah kehidupan. Yang ada justru waktu terbuang. Fokus pada kelebihanmu. Gali terus potensi yang ada di dalam diri kita dan jadilah ahli di bidang yang kita geluti.

NIKMATI HIDUP DAN BERPETUALANGLAH

Keluar dari zona nyamanmu dan mulai jelajahilah selagi ada waktu. Kaktus membutuhkan matahari untuk tumbuh dan berkembang. Begitu pula diri kita, jadilah saksi matahari terbit dan terbenam dari segala penjuru belahan dunia. Hidup kita bukan hanya di dalam ruangan saja. Bergaulah dengan banyak teman tapi tetap di jalurmu yang benar. Ambil pelajaran dari setiap orang dan budaya yang kita temui.

BERSABARLAH PADA PROSES

Everything takes time. Untuk melihat kaktus berbunga, seringkali kita harus menunggu berbulan-bulan. Namun tidak ada penantian yang sia-sia bukan? Nikmatilah proses yang harus kita lalui untuk menuju sukses. Sukses memiliki definisi yang berbeda-beda bagi setiap orang. Terkadang kita harus berhenti saling membandingkan. Bahagia seringkali tidak bisa ditakar. Nikmatilah dalam sabar.

SETIAP ORANG BERHARGA

Berduri tidak menghalangi kaktus menjadi primadona di kelasnya. Begitu juga kita. Kita diciptakan bukan tanpa alasan. Jadilah bermanfaat. Jadilah pribadi yang selalu dirindukan kehadirannya karena kita menyenangkan dan bermanfaat bagi sesama. Bukankah sebaik-baik hamba adalah yang paling bermanfaat bagi sesama?

 

 

 

 



Sumber Gambar:

https://www.aliexpress.com/item/Laeacco-Nature-Backgrounds-Cactus-Desert-Hillside-Blue-Sky-Cloudy-View-Scenic-Photo-Backdrops-Photocall-Photo-Studio/32923502644.html

Pinterest: Visit Tucson

 

WhatsApp chat