fbpx

Jangan Sampai Keuangan Menjadi Toxic

Memiliki rencana anggaran keuangan pribadi merupakan hal positif, membagi keuangan untuk keperluan utama, keperluan tambahan, dan hiburan. Banyak orang menyarankan untuk segera menabung pendapatan ketika baru saja mendapatkannya. Menyisakan bagian lainnya untuk kebutuhan sehari-hari dan hiburan untuk menyenangkan diri sendiri. Namun kenyataan di lapangan banyak orang yang segera menghamburkan uang untuk memenuhi hasrat hiburannya. Alih-alih menyenangkan diri sendiri secara psikologis tetapi yang terjadi adalah menjadi boros. Hal ini ada kaitannya dengan toxic positivity.

Menyenangkan diri sendiri itu sangat diperbolehkan, tetapi bukan berarti setiap merasa suntuk, atau setiap setelah melewati sesuatu yang berat dan besar langsung memanjakan diri sendiri di luar dari rencana anggaran yang telah dibuat. Jika terus menerus terjadi seperti itu kemungkinan besar dapat dikatakan terlalu boros atau memanjakan diri dengan dalih demi kesehatan mental dan psikologis yang baik, sesuai dengan makna toxic positivity.

Jadi toxic positivity adalah asumsi, baik oleh diri sendiri atau orang lain, bahwa meskipun seseorang mengalami penderitaan emosional atau situasi yang sulit, mereka seharusnya hanya memiliki pola pikir positif atau – istilah kesayangan saya – ‘getaran positif,’” jelas Dr. Jaime Zuckerman, seorang psikolog klinis di Pennsylvania yang mengkhususkan diri dalam, antara lain, gangguan kecemasan dan harga diri. Dengan toxic positivity, emosi negatif dipandang secara inheren buruk. Sebaliknya, kepositifan dan kebahagiaan didorong secara kompulsif, dan pengalaman emosional manusia yang otentik ditolak, diminimalkan, atau dibatalkan.

Dari penjabaran itu seharusnya Anda sudah dapat menyimpulkan, bahwa ketika Anda membayar rasa lelah, capek, marah, segala emosi negatif selalu dalam bentuk menghamburkan uang, maka sebenarnya Anda tidak bisa mengeluarka emosi itu secara bebas. Apakah setelah menghamburkan uang Anda bebas dari segala beban? Justru apabila Anda keluar dari rencana keuangan Anda sendiri demi kesenangan sesaat. Yang terjadi adalah Anda harus menanggung resiko telah kehilangan uang yang sudah Anda kumpulkan dengan cuma-cuma.

READ  Ingin Produkmu Viral? Lakukan 7 Strategi Berikut!