fbpx

Kenali Bahasa Kasih Dominan Anak Agar Merasa Dicintai

Setiap anak memiliki 5 bahasa kasih. Penting bagi orang tua tahu bahasa kasih dominan yang dimiliki anak agar mereka merasa dicintai. Sebab, jika salah mengenali bahasa kasih utama anak, maka akan menyebabkan kasih sayang kita tidak tersampaikan dengan baik. Dan anak pun akhirnya merasa tidak disayangi oleh orang tuanya. Meskipun kita merasa sudah menghujani mereka dengan kasih sayang. Lantas apa saja bahasa kasih anak dan bagaimana cara mengetahui bahasa kasih dominan anak? Berikut makmin rangkum dari beberapa sumber:

Pertama, Kata-Kata Pendukung/Pujian

Anak yang memiliki bahasa kasih Kata-Kata Pendukung/Pujian biasanya senang memuji, merayu, dan mengapresiasi seperti mengucapkan terima kasih/rasa senang, baik secara lisan maupun bahasa tubuh. Misalnya, si anak suka menanyakan “Bunda, aku tadi buat layangan, aku hebat nggak?”

Contoh lain misalnya, si anak suka memuji orang tuanya. “Wuah, bunda pintar bisa buat gambar kupu-kupu.”

Anak yang cepat mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan sesuatu kepadanya tanpa malu-malu, bisa menjadi salah satu tanda anak memiliki bahasa kasih Kata-Kata Pendukung/Pujian.

Jadi, anak-anak yang memiliki bahasa kasih ini, harus kita isi secara penuh setiap hari dengan memuji perilakunya, fisiknya, atau bisa juga dengan memberikan dukungan. Misalnya saat anak meminta pendapat, kita memberikan persetujuan, dan lain-lain.

Lantas bagaimana jika anak-anak dengan bahasa kasih ini tidak terisi penuh baterai kasih sayangnya? Salah satu tandanya dia melakukan sesuatu kebalikannya. Misalnya, dia menjadi suka mengejek dan menjelekkan orang lain.

Lantas bagaimana cara untuk mengatasinya? Anak dengan baterai kasih sayang ini, sebaiknya kita puji terlebih dahulu baru dinasehati. Misalnya, dia mengejek adiknya. Kita puji dulu dengan kalimat “Ayah/Bunda senang kalau kakak bisa menyayangi adik. Tetapi, mengejek itu perbuatan tidak baik. Bisa menyakiti perasaan adik. Sebaiknya kakak ganti kata-kata itu dengan kata lain. Yuk, kita cari kata yang lebih baik.”

See also  Pokok-pokok Pendidikan Seks pada Anak

Kedua, Waktu Kualitas Bersama

Anak akan senang ditemani jika melakukan sesuatu. Ciri-cirinya, anak suka membersamai orang tuanya melakukan sesuatu. Misalkan saat kita bekerja, membaca koran, dan kegiatan lain anak suka duduk di dekat kita. Diam saja dan sesekali bertanya kepada kita.

Jika tidak terisi dengan baik, maka anak akan lebih suka menyendiri dengan perasaan lukanya. Lantas bagaimana cara memperbaikinya? Kita datangi anak tanpa berbicara apapun. Tunggu sampai anak mengajak kita berbicara. Lalu, setelah anak membuka diri, kita ajak melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama. Jadi, stok rasa sabar kita harus banyak, jangan baru 5 menit kita sudah jengkel karena anak tidak membuka diri. Padahal bisa jadi dia ingin ditemani lebih lama karena sudah beberapa hari tidak diisi baterai kasihnya. Stok sabar minimal 15 menit dan tunggu juga sampai si anak membuka diri.

Ketiga, Sentuhan Fisik

Kebiasaan anak yang memiliki bahasa kasih ini biasanya sangat suka memeluk duluan orang tua, adik, kakak, atau anggota keluarga yang lain. Anak yang memiliki bahasa kasih ini kadang tiba-tiba mencolek, mencium, dan melakukan kontak fisik lainnya dengan anggota keluarga. Nah, jika baterai kasihnya tidak bisa terisi dengan baik, maka anak demikian cenderung akan melakukan hal sebaliknya. Seperti mencubit, memukul, menendang, dan hal lain yang berhubungan dengan fisik terhadap anggota keluarga lain. Bahkan kepada teman sepermainannya.

Bagaimana kemudian cara menasehatinya? Maka, pertama kali yang kita lakukan adalah memberikan sentuhan fisik sebelum menasehatinya. Misalkan kita usek-usek kepalanya terlebih dahulu, dirangkul, atau dipeluk sambil kemudian kita nasehati bahwa kita tidak suka jika anak kita berlaku demikian.

Keempat, Pelayanan

Senang melayani dan dilayani memiliki ciri-ciri anak suka membantu tanpa diminta. Anak juga sigap dalam membantu anggota keluarga. Misalkan, saat orang tua atau anggota keluarga lain meminta bantuan, dia akan suka menawarkan diri membantu dengan suka rela. Maka, kita harus tahu pelayanan apa yang dia sukai, misalnya anak lebih suka diambilkan makanan/minum, dibantu buat tugas sekolah, dan lain-lain.

See also  8 Fitrah Anak Yang Wajib Orang Tua Ketahui

Menjadi bossy atau suka membully adalah salah satu ciri bahwa baterai kasihnya tidak terisi dengan baik. Istilah lainnya adalah anak meminta bantuan dengan cara kasar. Cara menasehatinya adalah dengan memberikan pelayanan terlebih dahulu, baru kita nasehati.

Kelima, Menerima Hadiah

Ciri-ciri anak dengan bahasa kasih Menerima Hadiah adalah anak senang memberikan hadiah kepada orang tuanya. Hadiah yang sangat sederhana, misalnya memberikan kita tulisan I Love You di sebuah kertas. Dan, jangan sampai kita menyimpannya sembarangan ya. Simpan baik-baik agar anak merasa dihargai. Hadiah tidak harus selalu membeli baru. Bisa dengan hal-hal sederhana seperti membuat makanan kesukaan dan mengatakan bahwa ini hadiah untuk anak. Atau membelikan es krim, dan lain-lain. Ciri yang lain, anak-anak suka membelikan oleh-oleh untuk orang rumah saat pergi.

Bagaimana jika sang anak kurang diisi baterai kasihnya? Maka anak akan menjadi orang pelit dan tidak mau berbagi. Lantas bagaimana cara menasehatinya? Dengan kita memberikan hadiah terlebih dahulu, baru kita nasehati bahwa berbagi itu menyenangkan.

Setelah membaca ciri-ciri bahasa kasih di atas, apakah teman-teman sudah bisa menyimpulkan bahasa kasih dominan anak-anak? Sebab, baterai kasih ini harus kita isi setiap hari. Minimal sehari sekali. Tentu akan semakin baik jika bisa kita isi 3 kali sehari. Misalkan, pada saat bangun tidur, siang pulang sekolah, dan malam sebelum tidur. Anak yang terisi penuh baterai kasihnya sejak kecil, akan terhindar dari penyimpangan. Entah itu terhindar dari LGBT, narkoba, tawuran, atau kenakalan lain.

Tanda dari kurang terisinya baterai kasih pada anak salah satunya adalah tantrum. Anak menjadi sulit untuk dinasehati, diajak berdialog, dan kondisi tidak mendukung lainnya. Oleh sebab itu, jangan langsung marah saat anak diluar kendali kita, bisa jadi anak sedang ingin diisi baterai kasih sayangnya. Pada usia di bawah 3 tahun, kelima baterai kasih harus diisi semuanya. Namun, setelah usia 3 tahun ke atas, cukup kenali satu bahasa kasih yang dominan. Jika ingin maksimal, maka kenali dua bahasa kasih yang dimiliki. Jika 2 baterai sudah terisi, maka ketiga baterai lainnya akan otomatis terisi. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menjaga amanah yang diberikan kepada kita.

See also  3 Aplikasi Parental Control untuk Internet Sehat Anak