fbpx

Mengenal Free Writing

Seperti judulnya, mengenal free writing, yaitu mengenal jenis kegiatan menulis yang bebas, membuat bahagia, dan tanpa beban. Artinya, mulai saja dulu menulis yang betul-betul berasal dari lubuk hati kita yang paling dalam. Karena segala sesuatu yang berasal dari hati akan sampai juga ke hati para pembacanya. Dan, itulah tujuan utama dari seorang penulis. Yaitu, tersampaikan apa yang ada di dalam benak dan hati kita. Menyentuh dan bermanfaat bagi para pembacanya. Namun, meskipun berkonsep free writing, gaya penulisan ini tetap memiliki prinsip dasar yang wajib kita pahami agar pengunaannya tepat. Sehingga, tulisan kita pun bisa tersampaikan dengan baik. Berikut penjelasan lengkap dari Shanty Dewi Arifin, seorang penulis berprestasi, yang bisa kita pelajari dan praktekkan.

Ketika Menulis Menjadi Beban

Seorang penulis memiliki beban-beban tersendiri, sebelum akhirnya memutuskan untuk menuliskan huruf pertamanya. Terkadang beban-beban ini yang membuat seseorang kemudian menunda untuk menulis, hingga akhirnya tidak jadi menulis. Setidaknya terdapat 5 beban yang menjadi tantangan bagi seorang penulis pemula. Apakah ada di kamu salah satunya? Yuk, kita urai dan cari solusinya agar bisa lebih produktif dalam menulis.

Keharusan Menyediakan Waktu Khusus Untuk Menulis

Bagi sebagian orang, aktivitas menulis mengharuskan dirinya menyediakan waktu khusus. Bahkan ada juga yang membutuhkan tempat khusus. Mungkin baru bisa menulis di jam-jam tertentu agar tidak terganggu oleh apapun. Tempat yang hening agar muncul segala ide dan inspirasi menulis. Bagi pemula, pastinya hal ini menjadi beban pikiran tersendiri. Hingga akhirnya jika waktu dan tempat yang diharapkan tidak tersedia, maka tidak jadi menulis.

Buntu dalam Mengembangkan Ide Tulisan

Ide tulisan akan ada sangat banyak sekali. Namun, dalam mengembangkan ide menjadi sebuah tulisan tidaklah mudah. Bisa jadi karena kita mengulang kata yang sama. Atau prolog yang terlalu panjang sehingga bingung bagaimana masuk ke inti pembahasan. Jika ditulis to the point, khawatir tulisan tidak mencapai jumlah kata yang dianjurkan. Dan kebuntuan-kebuntuan lainnya.

Bagaimana Cara Membuat Tulisan Menarik Bagi Pembaca

Tujuan penulis menyampaikan gagasan pastinya ingin tulisannya menarik bagi pembacanya. Tidak hanya sekedar berlalu saja. Tetapi memberikan makna dan manfaat bagi pembaca. Berpikir bahwa percuma saja menulis jika tidak menarik, yang kemudian menjadi jalan buntu dan keputus-asaan dalam menulis. Atau ketakutan nanti justru akan dicemooh tulisannya oleh pembaca. Padahal, jika kita mulai dengan asas manfaat, membuat tulisan untuk berbagi, maka sekali pun ada kritik, justru akan membuat kita semakin berkembang. Bukan takut atau menyiutkan nyali menulis. Penulis hebat pun pernah menjadi penulis pemula.

See also  Saat Menulis Tak Sekedar Menggoreskan Pena

Pemikiran Apakah Tulisan Akan Dibaca Banyak Orang

Salah satu prestasi yang ingin dicapai penulis adalah menciptakan tulisan yang dibaca banyak orang. Akan sangat bersyukur sekali jika kemudian tulisannya bisa dibagikan kepada orang lain. Namun, terkadang penulis pupus sebelum berkembang, merasa tulisannya tidak menarik, maka dia akan merasa tulisannya tidak akan dibaca oleh orang. Padahal, tulisan nantinya akan menemukan pembacanya. Teruslah menulis dan membagikan tulisan-tulisan kita agar makin dikenal oleh banyak orang.

Kesulitan Memulai Kebiasaan Baru

Memulai kebiasaan baru untuk menulis bukanlah perkara yang mudah bagi sebagian orang. Bingung menuliskan kata pertama, bingung merangkai kata per kata, dan menyelipkan aktivitas menulis di antara waktu-waktu produktif kita. Kebiasaan baru yang harus dijadwalkan dalam managemen waktu yang tepat.

Lantas, bagaimana cara mengurai beban-beban di atas agar tidak menjadi hambatan dalam menulis? Simak 4 prinsip dasar dalam menulis berikut:

Prinsip Dasar Free Writing

15 Menitan dalam Sehari

Mulailah menulis dalam waktu yang singkat. Sediakan 15 menit dalam sehari untuk menuliskan apapun yang saat ini sedang kita pikirkan dan rasakan. Jangan pedulikan apapun, termasuk apakah tulisan kita menarik, apakah tulisan kita bermanfaat, atau tulisan kita akan dibaca orang, dan pemikiran-pemikiran lain yang membuat kita malas meneruskan tulisan kita. Pokoknya menulis saja dalam 15 menit, lalu bacalah kembali tulisan kita. Maka, akan ada saatnya nanti kita tidak menyangka bahwa kita bisa menulis melebihi kekhawatiran kita.

Menulis Cepat

Seperti yang dijelaskan di poin pertama bahwa saat kita latihan menulis, maka cukup dengan waktu yang singkat terlebih dahulu, agar tidak terbebani oleh pikiran harus segera mengerjakan pekerjaan lain. Oleh sebab itu, kita harus menulis dengan cepat. Fokus hanya pada ide tulisan yang akan kita kembangkan. Hal ini akan melatih kita untuk terhindar dari distraksi yang tercipta dari sekeliling kita. Saat mengalami kebuntuan pun usahakan tetap menulis, meskipun menjadikan tulisan kita lompat-lompat. Hal ini ke depannya akan melatih kita membuat kerangka tulisan sebelum menulis.

Tidak Dibaca Orang Lain

Di awal latihan menulis, tidak masalah menyimpannya untuk sendiri hingga akhirnya kita percaya diri untuk membagikannya. Jadi, dalam proses belajar menulis, tidak perlu pembaca. Cukup diri kita sendiri sebagai penulis sekaligus pembaca. Practices make progress, maka teruslah berlatih menulis hingga akhirnya kita bangga dengan tulisan kita. Hingga akhirnya tulisan kita bisa bermanfaat bagi para pembaca.

Tanpa Aturan

Menulislah tanpa mempedulikan struktur kalimat, ejaan bahasa Indonesia, kata baku, dan lain sebagainya. Menulislah tanpa beban dan mengalirlah. Hingga saat kita sudah terbiasa menulis, kita bisa pelajari dan praktekkan perlahan. Karena dalam proses berlatih ini, fokus kita adalah mengeluarkan dan mengembangkan ide tulisan kita menjadi sebuah tulisan.

Penggunaan Free Writing

Mengenali Diri Sendiri

Dengan membiasakan diri menulis secara bebas, kita akan semakin dapat mengenali diri sendiri. Kita akan menemukan pola menulis yang kita cari. Apakah kita lebih suka menulis fiksi atau non-fiksi, jam berapa kita lebih enjoy menulis, dan pola-pola penulisan yang kita banget. Setelah kita mampu mengenali diri sendiri, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengembangkan kemampuan menulis kita.

See also  PicsArt, Eraser, dan Photo & Picture Resizer, Aplikasi Andalan Saat Ngeblog

Ketenangan Jiwa

Free writing sangat cocok untuk melatih kita mengungkapkan rasa dan pikiran kita. Menulis bisa menjadi salah satu proses healing bagi jiwa kita. Mengungkapkan emosi yang ada, menganalisis, dan kemudian mengevaluasi bagaimana baiknya ke depan. Dengan menulis, kita nantinya akan bisa menemukan solusi bagi permasalahan kita. Karena hal ini sekaligus menjadi bagian dalam proses evaluasi diri kita. Yang kemudian kita kembangkan untuk menghadapi tantangan yang ada.

Pengalaman Mbak Shanty pribadi, saat kesal dengan seseorang, beliau ungkapkan perasaannya dalam tulisan. Kemudian, beliau merasa pikirannya lebih jernih dan mampu melihat dari sudut pandang yang berbeda. Bukan hanya berkutat pada pemikiran sendiri yang terkadang toxic, namun bisa memahami dari sudut pandang lawan. Hingga akhirnya kita mampu mengevaluasi diri sendiri, situasi, kondisi, dan selanjutnya memaafkan segalanya.

Mengembangkan Draft

Outline tulisan yang ada bisa kita kembangkan dalam bentuk draft sebelum akhirnya kita rapikan sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan. Tentunya agar kita tidak lupa dengan hal-hal apa saja yang ingin kita tuliskan.

Brainstorming Ide

Ide seringkali bermunculan tiba-tiba, maka akan lebih baik jika segera kita tuliskan. Bebas saja, tidak masalah ide yang berlompatan. Tulis saja dulu, nanti setelah ada waktu, bisa kita perbaiki kembali. Karena jika tidka langsung dituliskan, ide tersebut bisa saja menguap tanpa sisa.

Latihan Menulis

Cobalah mengembangkan 3 kata untuk kita kembangkan menjadi sebuah tulisan setiap harinya. Cara ini akan melatih kita untuk berpikir cepat dan out of the box. Sehingga kita akan terbiasa menulis apapun saat ide tiba-tiba bermunculan.

Mengatasi Writer Block

Saat kita tidak tahu mau menulis apa, tetaplah menulis. Tetaplah di depan laptop, note handphone, atau memegang pulpen dan kertas. Tulis saja apapun yang lewat dalam benak kita. Jangan lewatkan satu hari pun tanpa menulis. Hal ini akan membantu kita menemukan jalan keluar saat menemui kebuntuan dalam menulis.

Praktek Pembiasaan Free Writing

Sediakan Waktu 15 Menit Sehari

Cukup sediakan waktu 15 menit dalam sehari untuk menulis. Tidak lebih tidak kurang untuk melatih kita menulis cepat dan fokus. Lakukan setiap hari hingga menjadi sebuah kebiasan.

Pasang Alarm

Pasang alarm untuk membatasi waktu menulis kita hanya 15 menit. Jangan kebablasan hingga berjam-jam saking asyiknya, tetapi besok tidak mau menulis lagi. Dan, sebetulnya, 15 menit ini adalah waktu untuk menghitung jumlah kata yang mampu kita hasilkan. Mbak Shanty mampu menghasilkan 300 kata dalam 15 menit karena sudah terbiasa menulis. Kedisiplinan akan waktu ini juga untuk mengurangi beban terkait waktu dan tanggung jawab pekerjaan lainnya.

Mulailah Menulis

Langsung mulai menulis tanpa banyak berpikir. Langsung pegang media menulis yang membuat kita nyaman, seperti laptop, hp, atau buku. Ingat, menulislah tanpa beban.

See also  Agar Terhindar dari Kejahatan Saat Berinternet & Bersosial Media

Perlunya Target Bertahap

Sesuaikan Target dengan Kebutuhan & Kondisi

Setelah terbiasa menulis, lanjutkan dengan target yang ingin kita capai. Agar menulis tidak menjadi sesuatu yang membosankan. Pun agar kita bisa terus berkembang kemampuan menulisnya. Misalnya, target membuat buku, menulis blog niche yang bermanfaat, dan lain sebagainya.

Buat Perencanaan 99 Hari (14 Minggu)

Dari kegiatan menulis ini, cobalah untuk mencapai target yang sudah kita tetapkan di poin pertama pada waktu tertentu. Mbak Shanty terbiasa membuat perencaan selama 99 hari agar terukur capaian target kita. Sekaligus mengevaluasi, bagian yang mana saja yang harus diperbiki selama proses menulis. Waktu, materi, atau hal lainnya.

Mulai dari 15 Menit Lalu Tambahkan Durasi

Waktu yang dimiliki setiap orang untuk menulis berbeda-beda, ada yang hanya 15 menit, 30 menit, atau bisa juga berjam-jam. Jika memungkinkan, tambahkanlah durasi menulis kita tanpa mengganggu tanggung jawab yang lain.

Mulai dari 300 Kata Kemudian Kembangkan Jumlah Katanya

Sesuaikan dengan kemampuan menulis kita, jangan terlalu nafsu di depan namun kemudian kehilangan energi di belakang. Karena harapannya, proses menulis ini akan konsisten dalam jangka panjang. Bisa dimulai dengan 300 kata, kemudian mencoba berkembang lagi menjadi 500 kata, 1000 kata, dan seterusnya. Cintai dulu kegiatan menulis, maka kita akan berkembang dengan bahagia.

Menulis Untuk Diri Sendiri Terlebih Dahulu, Selanjutnya Dibagikan Kepada Khalayak

Seperti ulasan sebelumnya, belajar menulis cukupkan untuk diri sendiri terlebih dahulu. Jika sudah merasa percaya diri, lanjutkan dengan berbagi tulisan kita di sosial media atau blog. Tentu sesuai dengan jenis tulisan yang kita gemari, bisa puisi, cerpen, novel, buku ilmiah, blog kuliner, blog keluarga, dan sebagainya. Upayakan sebagai sarana branding diri kita. Ingin dikenal sebagai penulis apa sih kita?

Tips Free Writing

Terlihat

Pastikan untuk membuat sarana menulis kita mudah terlihat. Jika kita menggunakan aplikasi, maka taruhlah aplikasi di halamna depan hp kita. Jika buku, taruhlah buku dan pena di ruangan yang sering kita lewati dan terlihat. Kalau saya pribadi, karena suka menulis di laptop, maka di hp saya pastikan target tulisan saya terlihat di kalendar hp. Jadi, selalu teringat akan target menulis.

Menarik

Jadikan kegiatan menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan bukan memberatkan. Jangan bayangkan kesulitan-kesuliatannya terlebih dahulu. Tetapi fokuslah pada hasil yang ingin kita capai. Jadikan kegiatan menulis menarik untuk dibiasakan.

Mudah

Lakukan dengan cara yang paling mudah. Misalnya kemudahan kita adalah menulis di buku karena hp dan laptop masih digunakan secara bersamaan, maka menulislah di buku. Atau jika kita suka menulis di handphone, gunakan aplikasi yang kita senangi. Usahakan menggunakan aplikasi yang bisa terhubung di handphone dan laptop. Misalnya google docs, evernote, dan lain-lain.

Memuaskan

Rayakan pencapaian kecil kita untuk memotivasi tahapan proses kita selanjutnya. Dengan membuat reward-reward kecil yang kita capai, diarsipkan, maka akan menjadi bahan evaluasi kita pula.

Menulis akan merangsang pemikiran. Jadi saat tidak dapat memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis.

Barbara Fine Clouse