fbpx

Pentingnya Ibu Rumah Tangga Mengenal Diri Sendiri

Penting bagi seorang ibu rumah tangga untuk mengenal dirinya sendiri sehingga bisa memetakan perannya secara seimbang. Baik sebagai seorang istri, ibu, maupun individu. Dengan mengenal diri sendiri, kita tidak akan terombang-ambing dalam definisi kebahagiaan dan kesuksesan dari kacamata orang lain. Kita akan mampu memahami apa yang sejatinya ingin kita raih di dalam hidup. Sehingga, kita mampu menjadi perempuan berdaya dan berkarya secara maksimal tanpa mempermasalahkan faktor eksternal. Karena faktor internal kita sudah kuat. Tentu hal ini butuh kerja sama dan sistem pendukung yang baik dari keluarga. Kali ini, Ibu Septi Peni Wulandari (Founder Ibu Profesional) akan berbagi tips bagaimana kita sebagai ibu rumah tangga dapat berkarya secara maksimal. Dimulai dari mengenal diri sendiri, membangun sistem pendukung, dan menjadi perempuan berdaya.

3 Cara Mengenal Diri Sendiri dan Menjadi Perempuan Berdaya

Pemaparan Ibu Septi kembali mengingatkan kita untuk mengenal diri sendiri terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berkarya. Agar segala keputusan yang kita ambil benar-benar sudah matang. Bukan karena ingin menjadi seperti orang lain yang terlihat menyenangkan dalam melakukan pekerjaan atau profesinya. Kemudian setelah terjun di bidang yang sama kita mudah menyerah karena tidak kuat dengan tantangannya atau tidak sesuai yang dibayangkan. Yang sebenarnya hal itu terjadi karena memang tidak sesuai dengan passion kita sesungguhnya. Oleh sebab itu, untuk menjadi perempuan berdaya dan mampu berkarya maka pahamilah 3 hal berikut:

Memahami Diri dan Potensinya (Jati Diri)

Ciri pertama seorang ibu rumah tangga berdaya adalah mampu mengenali warna atau jati diri dalam dirinya. Paham betul passion apa yang membuat dirinya bahagia. Tahu apa yang harus kita lakukan bukan sekedar ikut-ikutan. Jika kita kesulitan untuk memahami jati diri kita, mulailah dengan pertanyaan, “Kegiatan Apa yang Membuat Saya Bahagia?” dan “Kegiatan Apa yang Membuat Saya Tidak Bahagia?”

See also  5 Tips Cara Ampuh Berdamai dengan Hari Senin

Seperti yang dicontohkan oleh Ibu Septi, beliau sangat bahagia bermain dengan anak-anak. Jika dilihat sekilas mungkin kita merasa hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengasuh anak. Siapa sangka karena keikhlasan dan ketulusan beliau bermain dengan anak, muncullah buku-buku best seller yang hadir selama pengasuhan. Di antaranya Buku Seri Jaritmatika, Abaca-baca, dan sejumlah prestasi lainnya.

Pekerjaan rumah yang membuat Ibu Septi tidak bahagia adalah hal yang berhubungan dengan laundry, sehingga beliau mendelegasikannya kepada asisten atau membentuk support system. Namun, sebelum memiliki kemapanan finasial, beliau menyiasati dengan membatasi waktu mengerjakannya. Misalnya, beliau membatasi pekerjaan rumah tangga hanya sampai jam 07.00 pagi. Kemudian, beliau menggantungkan daster dan memakai pakaian rapi sejak pukul 07.00 pagi sampai sore hari. Tentu, hal ini dikomunikasikan dengan suami beliau. Sehingga, apapun kondisi rumah sudah menjadi kesepakatan bersama. Pasangan yang baik memiliki cara berkomunikasi yang baik pula. Dengan demikian, kedua belah pihak akan sama-sama bahagia dalam menjalankan perannya.

Membawa dan Menghadapi Perubahan (Change Maker)

Tidak terkungkung dalam zona nyaman dan memahami betul bahwa dunia itu selalu berubah. Maka, kita harus selalu mau berubah dan bertumbuh. Meskipun kita memutuskan untuk melakukan apa yang membuat kita bahagia, namun tantangan akan selalu ada. Bisa jadi tidak mudah, akan tetapi tidak boleh mudah menyerah. Komitmen dan konsiten menjadi kunci keberhasilan yang harus senantiasa dilakukan setelah mengambil keputusan.

Setelah kita berikrar untuk komitmen dan konsisten atas apa yang sudah kita putuskan, maka kita akan mampu membuat strategi-strategi untuk menghadapi tantangan yang muncul. Misalnya, kita berkomitmen untuk menulis postingan blog setiap hari dan kemudian ada hambatan yang datang. Maka, kita tidak akan menyerah begitu saja. Tetapi kita akan mampu berpikir kreatif untuk membuat strategi yang baru. Tidak ada kata gagal, yang ada hanya hasil yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh sebab itu, jangan pernah menyerah terhadap hambatan apapun. Namun, teruslah bergerak hingga kita mencapai tujuan.

Berdaulat Penuh Terhadap Keputusan yang Diambil

Dalam berproses kita tidak boleh bergantung pada orang lain dalam mengambil sebuah keputusan. Murni didasari oleh kemantapan hati dan pemikiran kita sebagai hasil dari pemahaman jati diri di poin pertama. Bukan karena paksaan orang lain atau karena trigger dari orang lain. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk mengambil keputusan dengan sholat Istikharoh. Meminta petunjuk dan pengarahan Allah SWT akan peran-peran kita. Apakah kita betul-betul mampu dan ingin. Atau hanya ikut-ikutan saja?

See also  3 Landasan dalam Beribadah kepada Allah SWT

Memahami bahwa setiap keputusan yang kita ambil sepenuhnya adalah tanggung jawab kita sendiri. Sehingga apapun hasilnya nanti, kita tidak akan mudah melempar kesalahan kepada orang lain, situasi, dan kondisi apapun. Misalnya, kita menyalahkan anak rewel sehingga menjadi tidak produktif, menyalahkan cucian kotor, dan lain sebagainya. Padahal, seharusnya yang harus kita lakukan adalah mengevaluasi kembali hambatan-hambatan yang ada kemudian fokus pada solusi yang seharusnya dilakukan.

3 Sudut Pandang Perempuan tentang Rumah

Rasa Ingin Tahu: Rumah adalah Tempat Belajar

Kita harus menempatkan rumah sebagai tempat belajar. Bukan menunggu situasi dan kondisi rumah sesuai dengan harapan kita baru mau bergerak. Tetapi bergeraklah di dalam rumah sehingga situasi dan kondisi di dalam rumah tercipta perlahan sesuai dengan yang kita butuhkan. Terus berkarya dengan memanfaatkan waktu semaksimal dan seefektif mungkin. Tetap disiplin melakukan jadwal yang sudah dibuat dan berhenti meskipun belum selesai karena harus melakukan pekerjaan yang lain. Lantas bagaimana pekerjaan yang belum selesai? Bisa dilakukan di hari berikutnya. Maka, perkiraan dalam menyelesaiakan pekerjaan betul-betul harus dipertimbangan dalam membuat jadwal harian.

Pengembangan Diri: Rumah adalah Tempat Tumbuh

Senantiasa berproses untuk terus menjadi lebih baik dengan senantiasa melakukan evaluasi harian. Agar keesokan harinya bisa menjadi lebih baik lagi dalam berkarya. Lantas, kegiatan kita bisa menjadi kebiasaan yang baik. Sehingga, kebahagiaan saat melakukan sebuah rutinitas akan tercapai. Karena pasti akan ada sesuatau yang dirasa kurang jika kita belum melakukan aktivitas tersebut. Dari rutinitas/kebiasaan menjadi konsisten dalam berkarya dan terlihat hasil yang nyata.

Aktualisasi Diri : Rumah adalah Tempat Berkarya

Perempuan berdaya akan mampu menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada. Mulai dengan mendata kembali dari visi dan misi awal kita menikah. Tujuan kita hingga akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah keluarga. Apakah kita masih berkomitmen dan konsisten dalam menjalankannya? Berkarya sesungguhnya dengan penuh manfaat. Bukan untuk pengakuan dari orang luar atau kebahagiaan kita sendiri. Namun, juga kebahagiaan pasangan, anak-anak, dan orang di sekelililing kita.

See also  Resolusi 2018: Kebun Edukasi Kaktus & Sukulen di Sumowono

3 Cara Belajar, Tumbuh, dan Berkarya dari Rumah

Pemetaan Potensi

Kita ini adalah manusia dengan penuh potensi dan tidak terkungkung hanya bakat tertentu saja. Maka, cobalah hal-hal baru untuk melihat dan membuka potensi-potensi apa saja yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Lakukan dengan ikhlas dan bahagia. Sesuatu yang kita lakukan dengan hati, akan sampai kepada hati orang lain.

Beri Ruang Ekspresi

Seorang wanita membutuhkan ruang untuk berekspresi. Maka berikanlah waktu dan tempat untuk seorang wanita berekspresi. Bisa menjadi salah satu proses healing sehingga stres yang ada di dalam diri tidak akan terlampiaskan secara negatif kepada anggota keluarga yang lain. Pun, dengan diberikan ruang berekspresi, maka seorang ibu akan dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Menjadi seorang istri dan ibu yang penuh ilmu untuk ditularkan kembali kepada anggota keluarga yang lain.

Selebrasi dan Apresiasi

Memberikan reward kepada diri sendiri bukanlah hal yang salah. Bisa menjadi motivasi untuk kita menyelesaikan tantangan baru. Bertumbuh dengan selalu menjadi lebih baik dan baik lagi.

3 Harta Karun dari Rumah untuk Dunia

Manajemen Waktu (Waktu Produktif)

Pilah kegiatan apa saja yang membuat kita bahagia dan kegiatan apa saja yang membuat kita tidak bahagia. Berikan durasi yang cukup panjang untuk kegiatan yang membuat kita bahagia dan persempitlah waktu untuk kegiatan yang membuat kita tidak bahagia.

Tantangan di Rumah (Cintai Masalah Kita)

Masalah yang kita hadapi di dalam rumah bukanlah hanya kita yang menghadapi. Tetapi juga dihadapi oleh orang lain. Oleh sebab itu, cobalah untuk menyelesaikan tantangan yang ada. Bisa jadi, solusi yang kita lakukan ternyata bermanfaat untuk orang lain.

Aksi Menjadi Solusi (Bagian Solusi)

Berusahalah membagikan solusi-solusi dari tantangan-tangan yang kita hadapi. Bisa dimulai dengan menuliskan di blog kemudian membagikannya. Mengajak orang lain dengan tantangan yang sama untuk melakukan dan mengevaluasi solusi kita. Sehingga kita bisa menjadi bagian dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Amal jariyah yang bisa kita bawa hingga menutup mata.

Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Bahagia

Mendidik anak, menjemput rejeki,dan berkarya itu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan, apalagi dikorbankan, karena pernikahan itu bukan perngorbanan, pernikahan itu adalah mencari kebahagiaan.

Septi Peni Wulandari – Founder Ibu Profesional
Views: (128)