Perbedaan 3 Metode Test Virus Corona Covid-19: Rapid Test, PCR, dan TCM -

Perbedaan 3 Metode Test Virus Corona Covid-19: Rapid Test, PCR, dan TCM

Dunia saat ini sedang bersatu melawan virus corona covid-19. Sedini mungkin pemerintah berusaha untuk menekan laju pertumbuhan covid-19 dengan melakukan beberapa kebijakan seperti social distancing, work from home, pembatasan sosial berskala besar (PSBB), larangan mudik, hingga wacana untuk melakukan tes massal bagi beberapa orang yang memiliki risiko paparan virus corona yang tinggi. Terdapat 3 metode tes corona yang perlu kita ketahui, rapid test, PCR, dan TCM. Lantas apa perbedaannya dan bagaimana prosedurnya? Simak ulasan berikut ini!

RAPID TEST
Sesuai namanya, rapid test atau tes cepat merupakan tes yang sederhana dan hasilnya pun cepat yaitu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit. Sederhana karena hanya dengan menggunakan sample darah yang diteteskan pada alat tes dan dicampurkan dengan bahan tertentu akan menunjukan apakah tubuh kita menghasilkan antibodi virus corona atau tidak, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

sumber gambar hallo riau

Namun, rapid test corona ini memiliki kelemahan karena bukan virusnya yang dideteksi, tetapi antibodi yang dihasilkan untuk melawan virus. Padahal, terkadang antibodi ini baru keluar setelah beberapa hari seseorang terpapar virus corona. Sedangkan yang baru saja terpapar akan menunjukkan hasil negatif. Oleh sebab itu, seseorang yang dinyatakan negatif menggunakan rapid test pun belum tentu bebas dari virus covid-19. Maka, masyarakat yang mendapatkan rapid test ini hanya orang-orang dengan kriteria berikut ini:

  1. Memiliki riwayat kontak dengan pasien positif corona (ODP).
  2. Memiliki riwayat kontak dengan ODP dan atau pasien dalam pengawasan (PDP).
  3. Memiliki riwayat perjalanan dari dan ke zona merah baik dalam maupun luar negeri.
  4. Menunjukkan gejala-gejala terjangkit virus corona seperti demam >=38°C, gangguan sistem pernapasan, seperti pilek, batuk, dan sesak napas.
  5. Masyarakat dengan profesi yang memiliki risiko tinggi terpapar seperti tenaga medis, klinik, petugas kebersihan, pedagang pasar, TNI, polisi, petugas bandara, dan lain-lain.
READ  7 Tips Mencegah Kerusakan Gigi Anak

Sebagai upaya meminimalisir kesalahan hasil uji rapid test, maka orang dengan hasil positif harus melakukan tes PCR. Sedangkan orang dengan hasil tes negatif, tetap melalukan isolasi mandiri dan jika masih menunjukkan gejala maka dilakukan tes ulang 7-10 hari setelahnya.

Polymerase Chain Reaction (PCR)
Tes PCR dilakukan dengan mengambil sample cairan pada saluran pernafasan bawah dengan menyeka bagian belakang tenggorokan. Metode PCR atau yang lebih dikenal dengan istilah swab test ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Karena swab test mampu mendapatkan sample yang berisi virus. Nantinya, sample cairan ini akan diuji di laboratorium dengan teknik memperbanyak replikasi DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme.

sumber gambar freepik

Namun metode PCR ini membutuhkan waktu yang lebih lama karena sample cairan harus diuji terlebih dahulu di laboratorium yang ditunjuk oleh pemerintah. Dengan keterbatasan ini, maka hanya pasien yang betul-betul memiliki risiko tinggi atau sudah menunjukkan gejala yang akan dites.

TES CEPAT MOLEKULER (TCM)
Metode TCM ini biasanya dipakai untuk menguji pasien tuberkulosis (TB) dengan menggunakan antigen atau amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Pasien akan diambil sample dahaknyan untuk kemudian didentifikasi RNA virus corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus corona. Hasil dari metode TCM relatif lebih cepat dibandingkan PCR, yaitu kurang dari 2 jam. Dan, saat ini tes TCM sudah tersedia di 132 rumah sakit dan beberapa puskesmas.

sumber gambar: kumparan

Semoga dengan adanya beberapa metode tes covid-19 ini, laju penyebarannya bisa diminimalisir. Dengan terdeteksinya pasien, maka penanganan pun akan lebih terarah dan tentu masyarakat juga akan makin waspada. Penyakit yang belum ditemukan obatnya ini pastinya semakin membuat masyarakat dunia makin mawas diri. Saat ini, faktor kesembuhan pasien sangat bergantung pada sistem imunitas tubuh masing-masing pasien. Pasien tanpa penyakit penyerta yang diderita sebelumnya memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Oleh sebab itu, bagi kita yang belum terjangkit, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Karena kesehatan dan kebersihan menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan sistem imunitas. Termasuk di dalamnya kesehatan mental kita untuk tidak terlalu stress dalam menanggapi berbagai berita terkait covid-19.

READ  Memacu Balita Tumbuh Tinggi dengan Gizi Seimbang

TES ONLINE COVID-19 GRATIS
Oya, ada 1 lagi tes yang perlu kamu ketahui. Yaitu tes online covid-19 berupa skrinning atau tes awal melalui beberapa pertanyaan mengenai gejala atau risiko penularan COVID-19. Kamu hanya perlu menjawab pertanyaan yang telah disediakan. Di akhir tes online ini, akan muncul hasil mengenai kategori risiko COVID-19, berdasarkan jawaban pertanyaanya yang telah kamu pilih.

sumber gambar solopos

Tes online ini disediakan oleh situs kesehatan terpercaya, Halodoc, jadi tidak perlu khawatir dengan keabsahannya ya. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter yang berpengalaman dan terverifikasi baik dokter umum maupun dokter spesialis. Dan, pastinya data kamu akan tetap terjaga ya.

Views: (201)