Parenting Archives -

It’s no secret that SIM University Singapore ranks very well in many global surveys as one of the best for learning. As a Singaporean educator, I have written this article to give you some tips on why you should also choose Singapore to study. For this article, I have written in the context that you will learn to get a degree. There are a number of supervisory bodies here that will ensure that the degree you are studying is recognized and there are checks and balances to help give you the best experience in terms of teaching and academic content. Private universities are rigorously audited to ensure that your large financial investment will not be in vain if your school closes and you are left high and dry.

Most Singaporeans are bilingual and very good at using English as the language used. The reason is that the national exam is conducted in English and students must pass English language papers to be able to advance. Singapore has one of the best libraries that are easily accessible throughout the country. For a small fee, you can borrow the latest books for a specified period of time. The library is full of books, multi-media and magazines. There is also a wifi connection in all libraries. As a new graduate, there will be hope that you must do intensive research. Continue Reading…

(0)

Kehidupan sebagai ibu baru memang menarik ya. Idealnya sih, persiapan itu jauh dilakukan sebelumnya. Yah, semacam practice makes perfect lah ya! Jadi, sebelum menikah, belajar ilmu pernikahan. Setelahnya belajar seluk beluk kehamilan. Selanjutnya, memahami ilmu parenting. Tujuannya, agar tidak bingung & bisa memberikan peran maksimal. Kalau saya, learning by doing, tapi ternyata ini nggak bener ya, ada baiknya berilmu dulu sebelum bertempur. Biar nggak gampang galau kayak saya. Seringkali merasa selalu kurang dalam mendampingi tumbuh kembang anak setelah mendapat cerita dari yang lain. Hehe. Salah satunya ilmu toilet training. Sebenarnya, kapan sih waktu yang tepat untuk mengajarkan anak toilet training? Continue Reading…

(0)

Mendidik anak memiliki tantangan tersendiri di setiap jamannya. Tantangan membesarkan kids jaman now salah satunya adalah akses internet yang sudah sangat bebas. Seperti dua sisi mata uang, internet juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sebagai orang tua, kita wajib mengarahkan anak untuk berinternet sehat. Parental control terbaik adalah kita harus senantiasa mengawasi anak bermain gadget. Namun, tidak selamanya kita bisa 24 jam nonstop mengawasinya bukan? Berikut 9 aplikasi yang bisa kita install untuk membantu kita membatasi anak dalam mengakses hal-hal yang tidak kita inginkan. Tentunya, jangan lepas anak tanpa pemahaman berinternet sehat ya.

Continue Reading…

(1)

Kehidupan anak-anak tidak lepas dari mainan karena dengan mainan, anak-anak akan belajar terutama untuk anak usia 1 tahun pertama. Walaupun anak masih belum dapat melakukan banyak hal di satu tahun pertama, akan tetapi, dengan bermain menggunakan mainan anak yang sesuai dengan usia dan bebas dari bahan yang dapat membahayakan, buah hati Anda dapat melatih otak dan perkembangan anak.

Untuk anak usia 0-3 bulan, aktivitas yang baru dikuasai oleh bayi adalah melihat, mengamati, dan menoleh karena kekuatan tubuh anak masih terbatas dan hanya mengandalkan penglihatan dan pendengaran yang masih dalam tahap awal. Beberapa mainan yang dapat Anda gunakan adalah rattle yang merupakan mainan dengan kerincingan atau bunyi sehingga anak Anda akan menoleh untuk mencari sumber suara.

Mainan, Anak, Edukatif, untuk, Perkembangan, Anak, 1, Tahun, Pertama, rattle
sumber gambar

Untuk anak usia 4-6 bulan, anak Anda akan semakin lincah sehingga selain bermain cilukba dan rattle untuk mengasah sensitivitas anak mengenali sumber suara dan meniru mimik muka Anda, Anda dapat bermain dengan anak dengan mainan anak berikut ini:

  • Gebuk drum atau melakukan tepuk di kasur atau di benda lainnya. Tidak hanya dapat digunakan untuk melatih sensoritas dan sensitivitas anak, namun juga dapat melatih kerjasama antara pikiran dan alat gerak tubuh.
  • Bermain bola dengan saling tangkap dan gelinding. Pilih bola yang bertekstur halus dan besar yang kira-kira tidak akan termakan oleh anak, karena pada usia ini, anak sudah aktif untuk memasukkan apapun yang dia pegang.
  • Telepon mainan sehingga anak Anda akan menirukan Anda untuk melakukan gerakan memencet tombol dan membantu koordinasi motorik.
Mainan, Anak, Edukatif, untuk, Perkembangan, Anak, 1, Tahun, Pertama, cute, baby, ball
sumber gambar

Usia 7-9 bulan dapat melakukan permainan seperti pada usia 4-6 tahun dengan permainan yang lebih rumit atau lebih kompleks misalnya untuk bermain gebuk drum, Anda dapat memberi buah hati Anda tongkat kecil untuk memberikan pukulan pada drum kecil yang Anda berikan atau dengan menggunakan ember. Walaupun irama masih seenaknya dan tanpa tujuan, namun permainan tersebut dapat dipergunakan untuk membantu perkembangan motorik anak.

Mainan, Anak, Edukatif, untuk, Perkembangan, Anak, 1, Tahun, Pertama, drum, baby
sumber gambar

Untuk anak usia 10-12 tahun, anak sudah dapat menguasai sedikit keahlian misalnya merangkak. Mainan anak yang Anda berikan juga dapat berupa mainan anak edukasi bahan kayu selain bola atau truk yang dapat didorong. Mainan edukasi tersebut diantaranya yaitu:

  • Buku dengan banyak gambar atau buku pop up untuk melatih anak mengenal benda, warna dan bentuk yang ada di sekitarnya.
  • Bermain balok untuk melatih tingkat motorik. Pastikan jika balok tersebut aman dan biarkan anak bermain seperti keinginannya misalnya menumpuknya lalu merobohkannya.
  • Puzzle sederhana misalnya bentuk puzzle dari spons yang aman dan tidak melukai anak dengan bentuk hewan atau buah untuk membantu anak melatih perkembangan motorik dan koordinasi antara otak, tangan dan mata.
Mainan, Anak, Edukatif, untuk, Perkembangan, Anak, 1, Tahun, Pertama
sumber gambar

 

Sumber featured image

(6)

Memiliki anak yang beranjak remaja memang gampang-gampang susah. Karena di usia ini, anak-anak sudah mulai mencari jati diri sendiri melalui lingkungan dan mungkin peer group-nya. Tetapi, menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi anak-anak adalah jalan terbaik untuk mempertahankan hubungan tetap harmonis. Eits, tidak hanya berlaku untuk orang tua terhadap anak ya, tetapi juga bisa lho diterapkan oleh guru, atau mungkin kakak, sepupu, om, dan tante. Agar jiwa kita tetap muda dan mudah bergaul serta terpenting adalah mengarahkan anak-anak remaja ini menuju masa depan yang lebih baik.

Berikut 4 ON yang harus kita kuasai dan terapkan terhadap anak-anak remaja. Jangan sampai keluarga kita terjangkit penyakit cabe-cabean atau bahkan terong dicabein. Hehe…

Materi ini disampaikan oleh Ibu Dhian ‘Motivateens’ Fatmasari. Penulis buku Move On Nggak Pake Lamadengan tema “mengajak remaja untuk move on.” Moderator : dewi bunda afkacenna dan Notulen : dewi mustika rini.

Pertama : VISION

Saya tidak akan menjabarkan teori tentang visi, karena saya yakin ibu-bu semua memiliki pehaman yang lebih dalam tentang makna visi. Tapi, yang ingin saya garis bawahi, pernahkah dan sudahkah ibu-ibu secara rutin berbicara tentang masa depan anak-anak bersama anak-anak? Atau bahkan, sudahkah diskusi tentang visi anak-anak dan dituangkan secara tertulis dalam bentuk ‘life map’?

Pengalaman saya, semua remaja yg ‘out of control’ krn mereka tidak memiliki visi atau panduan dalam mengarahkan hidupnya. Visi yang tertulis juga membantu kita untuk ‘stay focus forward’ ketika menghadapi kondisi-kondisi yang tidak diharapkan dari remaja2 kita. Maksudnya, vision membantu menjaga pikiran-pikiran kita untuk fokus pada kebaikan-kebaikan atau kekuatan-kekuatan remaja kita. Dengan demikian, remaja-remaja kita tumbuh dengan self esteem yang kuat.

Kedua : ACTION

Ibu-ibu, sebelum take ACTION untuk membantu remaja-remaja kita mencapai impian mereka. Hal terbesar yang dibutuhkan remaja,  yaitu :

  1. Kebebasan dan ruang untuk menjadi diri mereka sendiri
  2. Dipercaya
  3. Dicintai
  4. Dihargai
  5. Diberi kesempatan untuk lebih leluasa

Dengan demikian langkah-langkah untuk ACTION adalah :

  1. Perkuat keyakinan dan terus memupuk penghargaan diri serta rasa percaya diri remaja-remaja
  2. Kenalkan remaja dengan strategi-strategi efektif untuk ‘sukses di sekolah dan berhasil di kehidupan (contoh strategi sukses di sekolah : mencatat dengan metode mind map, menghafal dengan metode magasing (MAtematika Gampang Asyik dan Ga Bikin Pusing). Contoh strategi berhasil dalam kehidupan : belajar mengelola emosi negatif,  belajar berkata ‘tidak’ terhadap teman yang negatif, membangun hubungan yang sehat dengan ortu dan guru)

Ketiga : PASSION

Untuk langkah teknis menemukan passion remaja saya rasa banyak metode di luar sana. Yang penting untuk kita     lakukan adalah menghargai setiap kekuatan remaja2 kita dan membantu mereka untuk mengembangkannya.     Saat ini kan banyak tuh fenomena sarjana teknik tapi malah jd guru, sarjana ekonomi malah buka bengkel. Hehe… Semoga tidak terjadi pada remaja kita. Arahkan passion mereka dari awal sehingga menghasilkan sesuatu yang maksimal.

Keempat : COLLABORATION

Yuukks kita bekali remaja-remaja kita dengan kemampuan bekerja sama yg baik. Caranya? Mari sebagai ortu bekali diri dengan kemampuan ‘mendengar’ dan ‘memberi teladan’.

passion, action, motivation, motivateen

TANYA JAWAB

  1. Bagaimana bila kita sendiri masih dalam proses belajar untuk mengelola emosi negatif. Sementara kita sudah harus melatih anak-anak remaja kita untuk mengelola emosi negatif mereka. Bagaiman agar kita sebagai ortu dapat belajar lebih cepat untuk mengelola emosi negatif tsb. Terimakasih.

>> So, ibu-ibu  yang dirahmati Allah. Kita-kitanya dulu yang mesti belajar handle emosi-emosi negatif. Caranya ???

  1. Praktek pertama : tips ini saya dapatkan dari mas Krishnamurti. Pindahkan semua emosi negatif dari dalam tubuh ke tangan yang lebih lemah (biasanya tangan kiri)
  2. Langkah kedua : pindahkan semua emosi positif ke tangan    kanan. Bayangkan,  rasakan, dengarkan saat2 ibu-ibu benar-benar happy or dalam kondisi peak performance
  3. Ketiga : sesuai hitungan ibu-ibu sendiri, lakukan dengan sangat cepat,  satukan kedua tangan dengan sangat keras. Bisa sambil teriak YEZZZZZ…!!! Boleh sambil digosok-gosok kedua telapak tangannya. Terus lakukan sampai menjadi sebuah kebiasaan, sehingga saat ibu-ibu merasa ketidaknyamanan ibu-ibu bisa dengan cepat kembali pada suasana positif.

Untuk remaja, saat mereka pada kondisi kurang nyaman ada beberapa tips :

  1. Rubah fisiologi tubuh. Misalnya, saat marah dalam kondisi berdiri, cobalah untuk duduk. Kemudian berbaring atau hingga mendapatkan posisi yang menyenangkan.
  2. Rubah fokus / gambaran di pikiran
  3. Rubah ucapan, kalo terbiasa ngomong ‘mati gw….’ ato ‘sial…..sial…..’ ya begitu lah diri mereka. Jadi biasakan bahkan pada kondisi-kondisi yang menantang, ucapan
    mereka selalu positif.  Co : aku pasti bisa !!!

 

  1. Tanya bun, saya ingin memberi kepercayaan pada anak saya, tapi saya juga ingin mengontrolnya. Karena sebuah pengalaman pribadi di keluarga saya sebelumnya, kakak saya yang diberi kepercayaan tanpa kontrol ortu akhirnya malah jadi orang yang cuek dengan keadaan, dan ortu pun kaget ktika mngetahui anaknya tidak seperti yang diharapkan. Bagaimana strateginya?

>> Bunda, sesungguhnya kunci utama ‘pengendalian’ remaja adalah strategi komunikasi. Saya beri kutip kata pengendaliannya, karena pengendalian pada anak-anak dan remaja sedikit berbeda.    Bagaimana caranya ??

  1. Fokus pada kekuatan dan kelebihan anak. Bukan berarti remaja tidak pernah melakukan kesalahan.  Tapi sikap kita menentukan seperti apa remaja-remaja itu kelak.
    Co : ini true story…. 2 orang remaja tertangkap basah mengutil di swalayan. Ayah anak A, begitu tiba di kantor polisi langsung memeluk dan berkata,’ Ayah sayang padamu, nak !! Apa yang bisa ayah bantu?. Ayah anak B langsung menempeleng si anak hingga dia terjatuh dari kursinya. Beberapa tahun kemudian, A menyelesaikan kuliahnya dan menjadi profesional, dan B mati tertembak pada usaha perampokan bersenjata. Naudzubillah…..
  2. Belajar untuk mendengarkan dengan aktif. Beri perhatian dan fokus 100% saat anak menyampaikan apa pun yang terjadi dan gigit lidah ibu-ibu untuk tidak mudah memotong atau berkomentar. Pahami dan hargai dulu perasaannya dan bahkan bila perlu tidak usah memberikan nasehat, tapi beri pertanyaan-pertanyaan yang memberdayakan.
  3. ..langkah ketiga….bertanya dengan cara yang tepat. Co sederhana : bertanya dengan kata tanya ‘ bagaimana’ bukan ‘mengapa’. Bagaimana caranya supaya kamu bisa menepati janji untuk pulang sebelum jam 9 malam?? Bukan ‘mengapa kamu pulang terlambat’?
  4. Jadilah teman….sesekali ajak teman-teman mereka untuk nonton bioskop bersama atau menginap di rumah. Dengan demikian, kita bisa mengenal teman-teman remaja-remaja kita.

Tambahan sedikit, fokus pada kelebihan dan kekuatan remaja sangat membantu mereka untuk tahan pada tantangan-tantangan kehidupan. Caranya? Ijinkan mereka untuk melakukan kesalahan dan bantu mereka untuk mengubah kesalahan menjadi pembelajaran besar. Tahan pula untuk tidak mengritik teman-teman mereka, seaneh apa pun. Karena, bagi remaja, teman-teman adalah sumber penghargaan diri yang cukup besar.

  1. Bu mau nanya? Untuk membuat life map visi bisa mulai usia berapa? Untuk anak remaja yang sudah mulai punya seabrek kegiatan bagaimana bisa mengarahkan supaya fokus?

>> Tiger wood belajar membuat visi sejak usia 3 tahun. Muhammad al fatih sejak 2 tahun ( bahkan ada yang mengatakan sejak 13 bulan ). So, menurut saya sih tidak ada usia yang terlalu dini untuk mengarahkan anak untuk punya visi. Hanya yang perlu menjadi catatan, bedakan ambisi ortu dengan visi anak. Kita itu hanya berperan sebagai pengarah bukan raja or ratu di rumah yang rakyat-rakyatnya cuma nurut saja.

Kayak tiger wood, dengan bimbingan dan arahan ortu, dia sendiri yang memutuskan untuk menjadi juara dunia. Keputusan itu dia ambil saat usianya masih 8 tahun, makanya nggak heran saat dia sweet seventin…hehe 17 thn maksudnya, dia sudah jadi juara nasional loga pro USA.

Bunda, supaya remaja menjadi fokus, langkah pertamanya adalah temukan passionnya. Kecenderungan alami remaja adalah mencoba hal-hal baru. So, kita sebagai ortu mesti bijak mengarahkan remaja. Nah, biar sama-sama nyaman, ajak dia untuk fokus pada passionnya.
Sebetulnya, kalo belum sempat untuk uji ilmiah tentang find passion, ibu-ibu bisa menggunakan 3 formula sederhana :

  1. Temukan bidang-bidang yang mereka ENJOY.
  2. Setelah itu check lagi, mana di antara aktifitas-aktifitas tersebut yang mereka ada PERTUMBUHAN kemampuan.
  3. Saringan terakhir, mana yg di antara aktifitas-aktifitas yang mengalami pertumbuhan tersebut. Mereka juga DIAKUI kemampuannya oleh orang lain. Selain itu, bantu remaja-remaja tersebut untuk memahami bahwa fokus pada passion akan membuat mereka menjadi orang di atas rata-rata yang memiliki spesialisasi unik atau punya pembeda kalo bahasanya Ippho Santoso, bukan hanya sekedar
  1. Bu dian bagaimana menangani remaja yang bermasalah? Sekarang ini dua keponakan tinggal dirumah orang tua karena sekolah di tempat tinggal ortu saya. SMU kelas satu (cewek) dan tiga (cowok). Sementara ortu keponakan (kakak saya tinggal di kota lain). Bermasalahnya belum mandiri, pilih-pilih makanan, kurang bertanggung jawab untuk kebutuhan diri sendiri. Karena ortunya (kakak saya) biasa mengurus semuanya. Bagaimana sikap ortu saya (sebagai kakek neneknya)?

>> Wah…..selamat bunda….ini artinya bunda mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak. Terutama terkait dengan penanganan remaja. Menangani remaja sesungguhnya bila tahu kuncinya lebih sederhana dibanding anak-anak. Karena mereka sudah mulai tumbuh otak berpikir logisnya, hanya yang menjadi tantangan adalah merubah kebiasaan, butuh kesungguhan semua pihak. Langkah praktis untuk menumbuhkan kemandirian pada remaja:

  1. Lakukan pembicaraan yang sehat dan berkualitas dengan masing-masing anak, kalau bisa sih secara terpisah. Gali dulu perasaan mereka, siapa tahu mungkin mereka merasa terluka dengan perpisahan terhadap ortu atau mereka hanya mencari perhatian dari orang lain.
  2. Bantu anak-anak tersebut untuk menemukan visi hidupnya, dan beri pertanyaan-pertanyaan yang menggugah.

Contoh: kan kamu mau jadi ilmuwan, kira-kira dengan sikap kamu yang cuek begini bisakah kamu mencapai target hidup kamu? Apa yang bisa tante bantu supaya kamu lebih bertanggung jawab?

  1. Buat kesepakatan-kesepakatan tentang tata tertib. Kuncinya : hargai dulu perasaan mereka dan ajak mereka untuk berpikir ke depan . Ini ada tips dari mas adam khoo, bagaimana membuat tatib dengan remaja :
    1. Hargai dan tunjukkan kalau anda peduli
    2. Bangun kebutuhan
    3. Gambarkan tantangan yang dihadapi
    4. Buat alternatif-alternatif solusi, dan beri mereka kepercayaan untuk memilih
    5. Beri insentif
    6. Tentukan konsekuensi
    7. Bangun komitmen dan rasa dipercaya
    8. Eksplorasi kemungkinan munculnya gangguan
  1. Jadi ingin cerita pengalaman pribadi. Dulu saya kuliah di arsitektur. Sebuah jurusan yang saya pilih setelah mengikuti orientasi jurusan teknik ugm. Tapi saya pilih universitas lain dengan jurusan sama. Ternyata, meski jurusan sama, tapi cara pengajaran dan mata kuliah yang diajarkan di dua perguruan tinggi ini berbeda. Dan ternyata juga, meskipun saya suka menggambar, ternyata saya kurang memiliki sikap kerja yang cocok untuk pekerjaan arsitek, yaitu bisa bekerja di bawah tekanan dan deadline, serta PD dalam menyampaikan gagasan/ide rancangan. Sehingga, setelah lulus, saya merasa saya tidak cocok untuk bekerja sebagai arsitek meski menyukai desain dan membuat karya art and craft. Dan ternyata dunia arsitektur itu, agak keras juga buat type perempuan yang seperti saya.

Yang menjadi pertanyaan, sekarang anak perempuan pertama saya ingin menjadi arsitek. Dia suka menggambar, mendesain bentuk dan bangunan, serta PD. Saya sebenarnya khawatir kalo dia pilih jurusan araitektur, nanti dia malah tidak bisa berprofesi sesuai bidangnya. Sekarang dia masih kelas 6 SD dan teman dan gurunya sudah mengenal cita-citanya untuk menjadi arsitek dan mendukungnya. Bahkan gurunya berkata: ini mah sudah jadi arsitek. Sambil sang guru melihat gambar rancangan rumahnya.

Apa yang harus saya lakukan? Apakah mendukung sepenuhnya cita-cita tersebut atau juga harus memberi dia wawasan lebih tentang dunia profesi arsitek yang agak berat itu dan membuka wawasannya untuk jurusan lain.

>> Oke, bunda, Sebaiknya sih bunda lakukan test psikologi dulu deh. Dan sekarang ada banyak merek. Sebaiknya juga untuk nemu the real passion pake test yang bukan harus nulis-nulis, tapi pakai test sidik jari misalnya. Soalnya test yang dilakukan dengan menulis, biasanya tingkat akurasinya kurang oke. Tergantung kondisi mood anak soalnya.

Untuk putri bunda yang luar biasa, bunda bisa melakukan ‘perjalanan cita-cita’. Maksudnya, bunda sudah tepat sekali dengan mengenalkan dunia profesi tertentu secara mendetail. Mendetail ya, bund. Bukan menakuti. Pisahkan ketakutan dan hambatan bunda dengan kondisi anak. Dan sudah tepat sekali, mumpung masih kelas 6 SD, perkenalkan dengan profesi-profesi lain. Caranya gampang kok. Saat bepergian bersama tunjukkan juga profesi-profesi lain. Ini lho dokter gigi, pekerjaannya begini, bla bla bla…. Tapi, kalo setelah itu anak tetap kuat kehendak untuk menjadi arsitek. Ya, makin gampang tho, apalagi kalo hasil test juga mendukung. suiiippp kan?

(3)

Orang bilang, anak-anak zaman sekarang lebih cepat dewasa dibandingkan dengan anak-anak tahun 90-an ke bawah. Entah benar atau tidak secara statistik, tetapi gaya pacaran anak sekarang memang bisa dikatakan memprihatinkan. Setelah beberapa waktu lalu dihebohkan dengan acara “penembakan” anak SMP kepada anak SD, juga tentang maraknya MBA (Marriage by Accident) di kalangan anak-anak SD dan SMP, belum lagi kasus pelecehan seksual yang tidak hanya dilakukan orang dewasa kepada anak-anak di bawah umur, tetapi juga pelaku sendiri dari kalangan di bawah umur.

Lantas bagaimana kita menyikapinya? Pendidikan seks untuk saat ini memang bukan lagi hal tabu untuk diajarkan sejak dini. Berbeda dengan usia saya saat masih kanak-kanak dulu. Rasanya sangat tabu membahas seks. Saya tahu juga dari pelajaran Biologi saat SMP. Kemudian, saat kelas 3 kami mendapatkan pelajaran seks dengan mengundang pakar kesehatan.

Terkadang, saya sendiri juga bingung bagaimana menjelaskan kepada anak-anak agar tidak terkesan vulgar. Berikut tips-tips yang bisa diterapkan:

1. Mengajarkan Toilet Training

Tahap ini adalah tahap paling awal pendidikan seks pada anak. Sambil dicebokin, anak dikenalkan dengan organ paling berharga yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali ayah bunda. Karena terkadang, justru pelecehan seksual terjadi dari orang-orang terdekat seperti saudara, sepupu, paman, tante, guru, baby sitter, dan lain-lain. Bahkan oleh dokter atau perawat pun harus didampingi oleh orang tua. Dan disentuh kali ini, karena darurat. Karena adek belum bisa membersihkan sendiri. Anak dapat mulai dilakukan toilet training biasanya di atas usia satu atau satu setengah tahun, hingga 2,5-3 tahun.

Dalam tahap ini, sekaligus kita mengajari  anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat  sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan  untuk buang air pada tempatnya (toilet training). Dengan  cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri,  mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral  yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

2. Menanamkan Rasa Malu pada Anak
Rasa  malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan  anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya  ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan  membiasakan anak untuk selalu menutup auratnya. Tidak diperkenankan mandi bersama anak juga.

3. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.
Berikan pakaian dan mainan yang sesuai dengan jenis kelamin anak, sehingga mereka terbiasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya.

4. Pengajaran sex via sholat
Usia 7 tahun secara normal anak mulai bisa membedakan siapa yang laki-laki dan siapa yang perempuan. Dan usia 7 tahun ini anak diperintahkan untuk sholat. Sangat jelas dalam sholat ada shof khusus laki-laki dan ada shof khusus perempuan. Cara menutup auratnya juga berbeda. Laki-laki dari pusar ke lutut dan perempuan seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Industri pornografi mulai mengincar anak usia 7 tahun lho. Waspadalah!

5.  Memisahkan tempat tidur mereka
Usia  antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang  pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar  dirinya.
Pemisahan  tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak  tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidur dilakukan  terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara  langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan  jenis kelamin. Hati-hati banyak kasus incest berawal dari sini.

6. Mengenalkan Waktu Berkunjung ke Kamar Orang Tua (Meminta Izin dalam 3 Waktu)

Tiga  ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki  ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah:  sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Dengan  pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak  yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

7. Mengenalkan Mahram-nya
Tidak  semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja  perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh  syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati.
Dengan  memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak  mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan  mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan  orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.

8. Mendidik Anak Agar Selalu Menjaga Pandangan Mata
Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan  jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena  itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung  unsur pornografi dan pornoaksi.

9. Mendidik Anak Agar Tidak Melakukan Ikhtilât
Ikhtilât  adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa  adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam  ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran  laki-laki dan perempuan secara bebas.

10. Mendidik Anak Agar Tidak Melakukan Khalwat
Dinamakan  khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di  suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang  tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak  kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan  yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

11. Mendidik Etika Berhias
Berhias  berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa  berpenampilan menawan yang dilakukan secara berlebihan, sehingga  menimbulkan godaan bagi lawan jenisnya. Tujuan pendidikan seks dalam  kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan  maksiat.

12. Ihtilâm dan Haid

Ihtilâm  adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun  haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan  haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan  fisiologis dan psikologis semata. Jika  terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang  berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan  mandi.

Yang  paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim  dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah.  Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab  atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.

Itulah beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak berkaitan dengan pendidikan seks.

pendidikan, seks, usia, dini, anak, sex, education

TANYA JAWAB:
SESI 1
1. Bunda Tri: “Hati-hati kaum LGBT  mulai melancarkan aksinya dengan menjual mainan dan pakaian yang bias sex”. Contoh mainannya apa ya bun, terus anak saya yang pertama usia 5,6 tahun laki-laki, yang ke 2 perempuan 3 tahun, nah mereka suka main masak-masakan bareng. Kira-kira boleh gak kalau gitu? Kadang adeknya minta ditemenin buat mainan masak-masakan bun. Sama apa arti LGBT?

JAWAB:
LGBT: Lesbian Gay Biseksual Transgender

  • Lesbian: wanita suka wanita bahkan sampai menikah.
  • Gay: laki-laki suka laki-laki sampai menikah.
  • Bisexsual: kecenderungan senang langsung terhadap dua jenis laki dan perempuan.
  • Transgender: perasaan nyaman untuk beralih peran dengan jenis kelamin yang lain.

Kaum LGBT di indonesia sudah membuat target bahwa tahun 2010 adalah tahun target mereka rakyat indonesia mengalami kesadaran gender. Salah satu propaganda mereka adalah LGBT harus diakui secara hukum sama dengan jenis yang lain dan gaya hidup seperti ini adalah HAM. Di DPR mereka sedang berjuang meloloskan UU kesetaraan gender. Ada organisasi mereka adalah arus pelangi atau gaya nusantara bisa dilihat di internet. Simbol mereka adalah pelangi dan kue perayaan mereka adalah rainbow cake. Dan duta LGBT adalah sponge bob. Propaganda mereka adalah sebelum anak usia 5 tahun maka biarkan mereka memilih jenis kelaminnya sendiri.
Caranya mereka, yaitu saat anak usia 0-5 th berikan pakaian yang tidak laki-laki dan perempuan, lalu mainan juga begitu. Ada mainan senapan gambar depannya adalah anak perempuan macho sedang bermain senapan atau gambar mainan masak-masakan gambar sampul mainannya anak laki-laki main masak-masakan. Bagaimana dengan anak bunda Tri Wahyuningsih? Insyaallah masih normal. Kenapa tidak diajak masak beneran saja bun, bantu bunda di dapur. Akan banyak pengajaran yang didapat. Masak di dapur banyak ilmunya, mengajar matematika dengan berhitung bawang merah, belajar IPA, melatih motorik halus, konsentrasi, dan kesabaran.
Yang tidak boleh adalah setiap hari main masak-masakan yang dibeli di toko mainan. Harus selalu diingatkan kalau ini mainan anak perempuan.

2. Bunda Dewi:
Bagaimana caranya sex education kepada usia balita, anak saya usia 4y10m dan 2y2m?

JAWAB:
Sex  education kepada balita sudah harus diajarkan:

1. Ketika membersihkan alat kelamin katakan kepada anak: “ini yang menentukan jenis kelamin perempuan, berarti kamu perempuan nak. Berbeda dengan laki-laki. Kalau laki-laki ayah, perempuan bunda.

2. Dialog kepada anak: “Kamu  perempuan nak, jangan biarkan orang lain memegang tubuhmu. Begitu pula anak laki-laki.

3. Eh mal, adek belum pakai celana ayoo aurotnya ditutupi. Laki-laki aurot dari sini sampai sini, perempuan seluruh tubuh kecuali ini dan ini.

3. Bunda Titin:
Bagaimana membahasakan alat kelamin bagi balita?
Kalo laki-laki biasa dibahasakn “titit” apakah boleh? Bagaimana dengan yang perempuan?

JAWAB:
Alat kelamin membahasakan boleh dikatakan titit atau penis tdk apa apa. Itu bukan sesuatu yg kotor. Perempuan: alat kelamin perempuan atau tempat keluarnya pipis.

SESI 2
A. Bunda Dian:
1. Sampai usia berapa anak perempuan boleh pipis, pup dan mandi ditolong ayahnya?

2. Karena si bungsu masih bayi, kadang naura ( 6 thn 5 bln ) minta dikelonin ayahnya. Masih bolehkah?

3. Anak sulung saya laki-laki adalah penyandang autis ( hampir 13 thn ), meskipun sudah dilatih toilet training dan dimana dia boleh ganti baju, tapi ada saat-saat dia terlihat auratnya tanpa bisa kami cegah. Padahal ada adeknya, perempuan. Bagaimana menyikapinya?

JAWAB:
1. Sebenarnya kalau ada bundanya atau mbak sebaiknya selalu dengan yang sejenis. Kalau terpaksa hanya ayah ya tidak apa-apa. Sampai usia sebelum 7 th y, ini pendapat pribadi saya.
2. Usia 6 th masih boleh dikelonin ayah….
3. Anak autis termasuk anak yang belum berakal jadi dia belum diberikan taklif/pembebanan dosa, jadi tidak apa-apa. Hanya harus terus dilatih “alhamdulillah aak sekarang bisa eek di kamar mandi..selamat ya aak…” berikan pujian apabila kakak berhasil toilet training
Selain itu jelaskan ke adiknya yang perempuan. Sebenarnya mempertontonkan aurot tidak boleh dek, tapi kakak masih sakit. Jadi mendapatkan keringanan Allah SWT…doakan kakak cepat sembuh ya…

B. Bunda Indah:
Saya mau tanya tentang ihtilam & haidh.
1. Yang menjelaskan tentang ihtilam ayahnya kan ya? Bagaimana menjelaskannya?
2. Menjelaskan tentang haidh. Saya pernah tahu, dr Boyke bilang kalau jelasin proses terjadinya haid pakai gambar. Apa yang dimaksud gambar bagian dalam (ovarium-rahim-servic)?
3. Umur brp anak dijelaskan tentang haidh & ihtilam?
Terima kasih.

JAWAB

1. Sebaiknya yang menjelaskan ihtilam adalah ayahnya atau biasanya guru di sekolahnya sudah menjelaskan juga. Ada seorang ulama zaman dulu setiap pagi memeriksa celana dalam anak laki-lakinya takut kalau anaknya sudah ihtilam. Sampai akhirnya ihtilam dan djielaskan. Bagaimana ayah bunda menjelaskan? Sebelum ihtilam kalau sudah kelas 4 SD bisa dijelaskan “Nak, kamu nanti akan baligh dan harus memikul tanggung jwb sendiri semua amal perbuatanmu. Nah, untuk menjadi baligh ada peristiwa besar yang kau alami yakni mimpi basah. Mimpi ketemu wanita nak…”
Menjelaskan haidh tidak harus sedetail dr boyke. Cukup katakan ke anak apabila keluar darah dari kemaluanmu berarti itu haidh. Selama haid kamu tidak boleh sholat dan puasa sampai selesai haid. Bagaimana selesai haidnya? Kalau kata aisyah RA adl mengambil kapas tempelkan ke kemaluanmu jika sudah putih bersih tidak ada cokelat-cokelatnya berarti kamu boleh mandi besar dan sholat lagi. Islam agama yang audio. Cukup dijelaskan dengan suara, anak sudah paham Insya Allah. Umur dijelaskan haidh dan ihtilam kelas 3 SD.

C. Bunda Amalia:
Asslm. Bunda silmi…apakah bermesraan dengan suami di depan anak (putra saya 1y4m) dibolehkan?

JAWAB:
Bermesraan seperti apa ya? Bunda Amalia:”Cium pipi Kiri dan kanan misalnya.”
Cium pipi kiri dan kanan boleh. Yang tidak boleh adalah berjimak dan warming up nya.

D. Bunda Rossy:
Bagaimana me-recovery anak-anak yang pernah melihat media pornografi saat di luar pengawasan ortu? Misalnya saat terjadi di sekitar lingkungan sekolah, anak dikenalkan pornografi oleh temannya begitu. Dari yang pernah saya baca, ingatan akan pornografi tersebut akan tetap ada hingga dewasa, yang akan berefek candu, sama seperti narkoba, dari sedikit lama-lama berani mencari-cari sendiri dan seterusnya.

JAWAB:
Iya benar kecanduan pornografi bisa merusak seluruh sel syaraf otak terutama lobus frontal atau otak depan rusak sehingga moralnya pun rusak. Bagaimana me-recovery nya?

1. Dialog dan jelaskan dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang. Bunda sayang kamu nak, yang berlalu biarlah berlalu. Tapi maaf sementara kamu bunda larang main gadget lagi. Dan jelaskan bahwa Allah sangat murka apabila hambanya melakukan itu. Pernah dengar kisah kaum sodom yang diazab Allah nak? Bisa ceritakan kaum nabi luth yang diazab Allah…

2. Alihkan ke kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan keagamaan.

Nah, bagaimana sobat? Bagi saya sih, susah-susah gampang. Pertama karena saya dulu dibesarkan di keluarga yang tabu membahas ini. Jadi, untuk memulai pembicaraan ini kepada ponakan yang kebetulan tinggal serumah, agak sulit. Apalagi ponakan saya ini laki-laki. Hmm… semoga terarahkan dengan baik oleh orang tuanya. Aamiin

Sumber:

Notulensi Diskusi Group HSMN 6
Pemateri : Silmi MSY
ibu rumah tangga
5 anak…1. Rafah (9,5 th). 2. Sahla (8th). 3. Barak (6,5 th). 4. Rayyan (4th). 5. Hayyin (2 bln).

Pendidikan: SDN purwodadi XII. SMPN 1 Purwodadi. SMU 1 Al Islam Solo.
Lulusan S1 Psikologi Undip. S2 Psikologi UI mayor PIO dan minor Pendidikan.

Kerja: komisaris PT Riscon Group
ketua yayasan Riscon Hasanah
yayasan Ari Al Banna.
Owner sekolah luttab alfatih bekasi
Motto: ikhlaskan hati baguskan amal dlm setiap nafas kehidupan….
Waktu diskusi : 09.30-11.08
Disarikan oleh : Hamidah
Judul diskusi : Sex Education dalam Islam

tulisan Zulia  Ilmawati, Psikolog Pemerhati Masalah Anak dan Remaja dalam tulisannya  Pendidikan Seks Untuk Anak-anak. http://id.theasianparent.com/pendidikan-seks-dalam-perspektif-islam/

(6)